Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Apakah Sifat Posesif Merupakan Gangguan Kejiwaan?

wolipop
Selasa, 09 Okt 2012 15:56 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Sifat posesif kerap membuat seseorang yang jatuh cinta melakukan tindakan-tindakan ekstrem. Mulai dari menabrakkan mobil sendiri ke tembok, mencoba bunuh diri dengan minum larutan pembunuh nyamuk, hingga diperlakukan seperti sampah demi cinta.

Terdengar seperti orang yang stress akut dan memiliki gangguan kejiwaan, tapi benarkah demikian? Wolipop pun menanyakan kepada Psikolog Zoya Amirin yang ditemui, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta. Apa penjelasan yang ia berikan?

"Posesif bukan gangguan kejiwaan," ujarnya. Gangguan kejiwaan menurut Zoya ada lima tahapan, umumnya posesif masih di tahap sebatas gangguan sosial, dimana seseorang terganggu dalam kehidupan sosialnya. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik, tidak bisa bersikap sesuai usia perkembangannya hingga memiliki standar yang berlebihan akan segala hal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah seseorang yang menabrakkan diri atau ingin bunuh diri semata-mata untuk mencari perhatian pasangannya. "yang paling kasihan jika sampai membiayai hidup orang yang sebenarnya menganggap dirinya sampah namun karena cinta dia tetap rela mempertahankan," ujarnya meratap.

Cinta itu resiprokal bagi Zoya. Ada wanita yang pernah diselingkuhi dari awal hubungan sehingga sifat posesif tertanam di dalam dirinya. Adapula yang dikhianati di tengah-tengah momen hidupnya. Tipe pengkhianatan yang kedua menurut Zoya masih lebih mudah untuk disembuhkan ketimbang yang pertama.

Sifat posesif yang dialami pria, umumnya akan menjadi lebih agresif. Kecenderungan kaum Adam saat menjadi posesif dan menjadi negatif adalah dengan mem-bully pasangannya, baik lewat social media ataupun word-of-mouth, yakni menjelek-jelekkan pasangannya ke banyak orang.

Lahir dari keluarga broken home juga menjadi salah satu penyebab orang posesif yang sulit disembuhkan secara watak. Bukan kejiwaan namun menjadi pembawaan diri sejak kecil, dimana ia melihat contoh yang buruk setiap hari, sehingga terbentuk imej tidak ada cinta ataupun rasa setia dalam hidupnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads