Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Perilaku Posesif Sehari-hari yang Merugikan & Sebaiknya Dihindari

wolipop
Selasa, 09 Okt 2012 13:19 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Posesif itu negatif kata banyak orang. Tapi ada juga yang senang diposesifkan. Ketika posesif ini mulai membuat salah satu pihak stress, hubungan asmara akan masuk ke tahap bahaya, yakni terancam putus. Hal ini sebenarnya terjadi dari hal-hal sepele yang bisa dihindari. Apakah itu?

Menurut Psikolog Zoya Amirin yang ditemui Wolipop, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta, hal paling dasar adalah membangun rasa percaya. Namun hal ini nampaknya sulit sekali dilakukan bagi orang yang sifat posesifnya berlebihan. Untuk itu ada langkah-langkah kecil yang sebenarnya baik untuk si posesif agar tidak selalu galau.

Pertama, tidak perlu tahu sejarah pacaran pasangan. Semakin masa lalu pasangan digali, semakin besar kemungkinan sakit hati dan kecewa sendiri. "Can we handle it, detail mantan pasangan yang ternyata jauh lebih baik dari diri kita?" tanya Zoya balik. Intinya, ketika pasangan telah memilih Anda untuk saat ini, percayalah padanya. Hal ini menunjukkan bahwa diri Andalah yang terbaik untuknya saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan yang sering dilontarkan orang yang diposesifkan pasangannya adalah: 'Kenapa kamu posesif? aku enggak ngapa-ngapain koq selalu marah? selalu minta penjelasan, tp selalu salah', seperti yang dituturkan Zoya. Menghadapi semua ini, tanyakan baik-baik kepada pasangan, jika ada sebuah keraguan atau masalah, apakah ini akan terjadi pada Anda berdua dan bagaimana solusi bersamanya?

Kedua, jangan mempersulit diri dengan mengecek semua teman lewat social medianya. "Kebiasaan membanding-bandingkan justru merugikan diri sendiri. Selain terlihat seperti psiko, kita jadi stress sendiri," ujar Zoya. Satu hal yang membuat seorang yang posesif menjadi lebih nyaman adalah dengan ucapan-ucapan kecil yang menenangkan.

"Yang kita mau denger dari pasangan adalah 'you're better than all of my exes' (kamu lebih baik dari semua mantan-mantanku)," ujar Zoya. Jagalah perasaan si posesif dengan mengungkap hal baik dari dirinya. Meskipun ada yang kurang janganlah diungkapkan karena jika egonya tersakiti, perilaku posesif negatifnya akan berubah menjadi drama yang berkepanjangan.


(fer/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads