Liputan Khusus
Posesif, Tak Boleh Komunikasi Hingga Foto dengan Wanita Lain
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 09 Okt 2012 09:33 WIB
Jakarta
-
Setiap pasangan yang posesif pasti mempunyai alasan tersendiri. Entah karena terlalu cinta atau pernah dikecewakan. Salah satunya, wanita muda berumur 21 tahun ini, sebut saja Syela. Dia menjadi posesif karena pernah dibohongi oleh pasangannya.
Syela mengaku kalau di awal menjalin hubungan, kekasihnya tidak posesif. Jalinan cinta mereka berjalan dengan santai. Namun setelah tiga bulan lebih, kekasih Syela yang bernama Tyo (bukan nama sebenarnya) menyalahgunakan kepercayaan wanita yang masih melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi swasta itu.
"Gue dibohongi. Itu yang bikin gue jadi posesif. Alasan gue juga kuat kok," ujar Syela yang diwawancarai wolipop, Senin (8/10/2012)
Syela pun menceritakan peristiwa tersebut kepada wolipop. Tyo memang tak selingkuh atau bermain api dengan wanita lain, tapi terkadang dia tidak jujur saat pergi ke luar rumah tanpa Syela. Kebohongan-kebohongan 'kecil' itu diketahuinya melalui Facebook. Syela sangat marah karena dia pergi tapi malah berbohong kepadanya.
"Dari situ gue sudah mulai nggak percaya, saking nggak percayanya, gue sempat minta putus dan nggak mau ngomong sama Tyo," ungkap Syela.
Semenjak kejadian itu, Syela membuat batasan-batasan demi masa depan hubungan mereka. Mulai dari tidak memperbolehkannya curhat dengan wanita lain melalui media apa pun, memberikan tumpangan teman wanita, komunikasi harus berjalan terus, tanpa boleh putus, hingga berfoto dengan lawan jenisnya. Semua batasan tersebut berlaku untuk wanita-wanita yang dianggap punya potensi dekat dengan kekasihnya.
"Foto boleh asal nggak nempel-nempel. Gue posesif untuk orang-orang yang punya potensi buat dekat sama pacar gue soalnya pacar gue kan orangnya kelewat perhatian kalau sama orang, mau perempuan atau laki-laki," terang wanita berkulit putih itu.
Tidak jarang hubungan Syela dan Tyo diwarnai putus-nyambung. Karakter Tyo yang terlalu baik dan cukup ceroboh sering dimanfaatkan oleh teman-temannya. Alasan itu pula yang membuat Syela tegas kepada Tyo. Wanita yang mengambil jurusan bidang pendidikan ini pun memberikan teguran dengan marah atau bermuka asam saat bertemu serta tidak mau berkomunikasi sama sekali dengan Tyo.
Peringatan itu cukup membuat kekasihnya mengerti sehingga berusaha supaya tidak melanggar peraturan dari Syela. Wanita yang hobi menonton bola ini juga mengakui kalau dia merasa lebih aman dan nyaman dengan bersikap posesif.
"Jujur sih gue merasa aman dan nyaman karena Tyo itu tipe cowok yang harus dijaga banget, tapi ada juga orang yang bisa dipercaya meskipun lo enggak harus jadi posesif kan? Nah, Tyo bukan orang seperti itu," cerita Syela ramah kepada wolipop.
Tyo memang pria yang cukup penurut sehingga hubungan mereka masih bertahan hingga saat ini. Setelah lima tahun lebih menjalin kasih, ternyata mereka telah merencanakan pernikahan yang akan diwujudkan beberapa tahun lagi setelah keduanya sudah mapan.
Untuk menunggu momen tersebut, mereka masih perlu saling mengenal dan menjaga satu lain. Syela pun berharap hubungannya terus terjaga. "Gue enggak berharap banyak sih, yang penting hubungan gue awet dan langgeng terus," tambahnya diakhir perbincangan.
(eny/eya)
Syela mengaku kalau di awal menjalin hubungan, kekasihnya tidak posesif. Jalinan cinta mereka berjalan dengan santai. Namun setelah tiga bulan lebih, kekasih Syela yang bernama Tyo (bukan nama sebenarnya) menyalahgunakan kepercayaan wanita yang masih melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi swasta itu.
"Gue dibohongi. Itu yang bikin gue jadi posesif. Alasan gue juga kuat kok," ujar Syela yang diwawancarai wolipop, Senin (8/10/2012)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari situ gue sudah mulai nggak percaya, saking nggak percayanya, gue sempat minta putus dan nggak mau ngomong sama Tyo," ungkap Syela.
Semenjak kejadian itu, Syela membuat batasan-batasan demi masa depan hubungan mereka. Mulai dari tidak memperbolehkannya curhat dengan wanita lain melalui media apa pun, memberikan tumpangan teman wanita, komunikasi harus berjalan terus, tanpa boleh putus, hingga berfoto dengan lawan jenisnya. Semua batasan tersebut berlaku untuk wanita-wanita yang dianggap punya potensi dekat dengan kekasihnya.
"Foto boleh asal nggak nempel-nempel. Gue posesif untuk orang-orang yang punya potensi buat dekat sama pacar gue soalnya pacar gue kan orangnya kelewat perhatian kalau sama orang, mau perempuan atau laki-laki," terang wanita berkulit putih itu.
Tidak jarang hubungan Syela dan Tyo diwarnai putus-nyambung. Karakter Tyo yang terlalu baik dan cukup ceroboh sering dimanfaatkan oleh teman-temannya. Alasan itu pula yang membuat Syela tegas kepada Tyo. Wanita yang mengambil jurusan bidang pendidikan ini pun memberikan teguran dengan marah atau bermuka asam saat bertemu serta tidak mau berkomunikasi sama sekali dengan Tyo.
Peringatan itu cukup membuat kekasihnya mengerti sehingga berusaha supaya tidak melanggar peraturan dari Syela. Wanita yang hobi menonton bola ini juga mengakui kalau dia merasa lebih aman dan nyaman dengan bersikap posesif.
"Jujur sih gue merasa aman dan nyaman karena Tyo itu tipe cowok yang harus dijaga banget, tapi ada juga orang yang bisa dipercaya meskipun lo enggak harus jadi posesif kan? Nah, Tyo bukan orang seperti itu," cerita Syela ramah kepada wolipop.
Tyo memang pria yang cukup penurut sehingga hubungan mereka masih bertahan hingga saat ini. Setelah lima tahun lebih menjalin kasih, ternyata mereka telah merencanakan pernikahan yang akan diwujudkan beberapa tahun lagi setelah keduanya sudah mapan.
Untuk menunggu momen tersebut, mereka masih perlu saling mengenal dan menjaga satu lain. Syela pun berharap hubungannya terus terjaga. "Gue enggak berharap banyak sih, yang penting hubungan gue awet dan langgeng terus," tambahnya diakhir perbincangan.
(eny/eya)










































