5 Masalah Komunikasi yang Sering Terjadi dalam Percintaan
wolipop
Minggu, 04 Des 2011 14:39 WIB
Jakarta
-
Dalam setiap hubungan asmara, pasti pernah diwarnai dengan pertengkaran, salah paham, bahkan saling menyakiti. Setiap masalah dalam percintaan selalu ada jalan keluarnya, namun tak sedikit pasangan yang berakhir dengan putus.
Salah satu penyebab hubungan asmara tak berjalan mulus, adalah kurangnya komunikasi yang baik antara masing-masing pasangan. Janelle Alex, seorang konsultan dari Inward Oasis, mengemukakan masalah komunikasi yang sering terjadi dalam percintaan dan solusi mengatasinya, seperti dilansir All Women Stalk.
1. Kurangnya Komunikasi
Rutinitas Anda dan pasangan seringkali membuat kualitas maupun kuantitas komunikasi berkurang. Seringkali aktivitas Anda berdua lebih sering dihabiskan di kantor dan saat ada waktu senggang, baik Anda maupun pasangan sudah cukup lelah dan memilih beristirahat saja di rumah. Percaya atau tidak, ketika terus terjebak dalam rutinitas seperti ini, hubungan Anda dan pasangan bisa semakin renggang. Ketika mulai menyadari sedang berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda segera benahi semuanya dan temukan waktu untuk bercengkerama bersama pasangan agar hubungan kembali harmonis.
2. Menghindari Masalah
Menghindari pembicaraan tentang sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan, bisa menjadi penyebab Anda berhenti bicara dengannya. Pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, seringkali mendorong Anda untuk membangun dinding pemisah yang menjadi jarak antara kalian berdua. Awalnya Anda mungkin merasa nyaman dengan situasi ini, tapi sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama karena hal ini bisa membuat hubungan memburuk. Hadapilah masalah tersebut, jangan didiamkan. Bicarakan baik-baik dengan pasangan dan carilah jalan keluar bersama sehingga masalah selesai dan hubungan kembali membaik.
3. Interupsi
Apakah Anda sering memotong pembicaraan saat sang kekasih sedang menyuarakan pendapatnya? Menurut Janelle, menginterupsi pembicaraan orang adalah tidakan yang tidak sopan, karena menunjukkan kurangnya perhatian, tidak ada rasa hormat bahkan kurangnya rasa percaya Anda terhadap lawan bicara. Sebaiknya, biarkan pasangan menyelesaikan kata-katanya tanpa ada sedikitpun interupsi. Jika Anda memang tidak punya banyak waktu untuk mendengar seluruh omongannya, katakan padanya untuk berbicara di lain kesempatan saat Anda dan dia sedang tidak sibuk.
4. Salah Paham
Seringkali apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh pasangan, begitu juga sebaliknya. Hal ini memicu timbulnya salah paham yang berakhir dengan pertengkaran. Walaupun bicara secara langsung, salah paham bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal ini, Janelle menyarankan untuk mengulang kata-kata pasangan yang Anda tidak yakin akan maksudnya. Begitupun ketika Anda merasa mengatakan hal yang kurang jelas artinya, pastikan untuk menjelaskan kembali agar kesalahan dalam penerimaan komunikasi tidak terjadi.
5. Merasa Selalu Benar
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, seringkali komunikasi menjadi ajang kompetisi untuk menemukan siapa yang benar dan salah. Sebaiknya, komunikasi menjadi jembatan untuk menemukan sebuah solusi, bukan malah menjadi ajang dominasi. Cobalah untuk melihat kembali apa yang menjadi masalah Anda berdua. Kemudian, lihat masalah tersebut dari perspektif Anda maupun pasangan. Carilah letak ketidakcocokan dalam masalah itu dan secara bersama-sama mencari solusinya. Tidak ada yang menang dan yang kalah, kualitas komunikasi Anda berdua lebih penting daripada itu.
(hst/hst)
Salah satu penyebab hubungan asmara tak berjalan mulus, adalah kurangnya komunikasi yang baik antara masing-masing pasangan. Janelle Alex, seorang konsultan dari Inward Oasis, mengemukakan masalah komunikasi yang sering terjadi dalam percintaan dan solusi mengatasinya, seperti dilansir All Women Stalk.
1. Kurangnya Komunikasi
Rutinitas Anda dan pasangan seringkali membuat kualitas maupun kuantitas komunikasi berkurang. Seringkali aktivitas Anda berdua lebih sering dihabiskan di kantor dan saat ada waktu senggang, baik Anda maupun pasangan sudah cukup lelah dan memilih beristirahat saja di rumah. Percaya atau tidak, ketika terus terjebak dalam rutinitas seperti ini, hubungan Anda dan pasangan bisa semakin renggang. Ketika mulai menyadari sedang berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda segera benahi semuanya dan temukan waktu untuk bercengkerama bersama pasangan agar hubungan kembali harmonis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghindari pembicaraan tentang sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan, bisa menjadi penyebab Anda berhenti bicara dengannya. Pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, seringkali mendorong Anda untuk membangun dinding pemisah yang menjadi jarak antara kalian berdua. Awalnya Anda mungkin merasa nyaman dengan situasi ini, tapi sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama karena hal ini bisa membuat hubungan memburuk. Hadapilah masalah tersebut, jangan didiamkan. Bicarakan baik-baik dengan pasangan dan carilah jalan keluar bersama sehingga masalah selesai dan hubungan kembali membaik.
3. Interupsi
Apakah Anda sering memotong pembicaraan saat sang kekasih sedang menyuarakan pendapatnya? Menurut Janelle, menginterupsi pembicaraan orang adalah tidakan yang tidak sopan, karena menunjukkan kurangnya perhatian, tidak ada rasa hormat bahkan kurangnya rasa percaya Anda terhadap lawan bicara. Sebaiknya, biarkan pasangan menyelesaikan kata-katanya tanpa ada sedikitpun interupsi. Jika Anda memang tidak punya banyak waktu untuk mendengar seluruh omongannya, katakan padanya untuk berbicara di lain kesempatan saat Anda dan dia sedang tidak sibuk.
4. Salah Paham
Seringkali apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh pasangan, begitu juga sebaliknya. Hal ini memicu timbulnya salah paham yang berakhir dengan pertengkaran. Walaupun bicara secara langsung, salah paham bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal ini, Janelle menyarankan untuk mengulang kata-kata pasangan yang Anda tidak yakin akan maksudnya. Begitupun ketika Anda merasa mengatakan hal yang kurang jelas artinya, pastikan untuk menjelaskan kembali agar kesalahan dalam penerimaan komunikasi tidak terjadi.
5. Merasa Selalu Benar
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, seringkali komunikasi menjadi ajang kompetisi untuk menemukan siapa yang benar dan salah. Sebaiknya, komunikasi menjadi jembatan untuk menemukan sebuah solusi, bukan malah menjadi ajang dominasi. Cobalah untuk melihat kembali apa yang menjadi masalah Anda berdua. Kemudian, lihat masalah tersebut dari perspektif Anda maupun pasangan. Carilah letak ketidakcocokan dalam masalah itu dan secara bersama-sama mencari solusinya. Tidak ada yang menang dan yang kalah, kualitas komunikasi Anda berdua lebih penting daripada itu.
(hst/hst)
Pakaian Pria
Masih Banyak Dicari, Vans Knu School Punya Desain Simpel dan Fleksibel
Home & Living
Cuma 75 Watt! Kulkas Polytron Ini Jadi Andalan Anak Kos & Keluarga Kecil
Kesehatan
Madu Uray, Solusi Alami untuk Redakan Batuk hingga Masalah Pencernaan
Olahraga
Adidas Metal Water Bottle 0.6L, Praktis Dibawa Olahraga-Aktivitas Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 23 Maret: Aries Jaga Ucapan, Sagitarius Awas Orang Ketiga
Ramalan Zodiak 23 Maret: Aquarius dan Pisces Perlu Berhemat
Aksi Nekat Remaja 15 Tahun Curi Bus Demi Antar Pacar Sekolah
Ramalan Zodiak 23 Maret: Scorpio Emosi Labil, Libra Dilanda Kebingungan
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 2)
Most Popular
1
Ramalan Zodiak Cinta 23 Maret: Aries Jaga Ucapan, Sagitarius Awas Orang Ketiga
2
Sukses Jadi Sensasi Pop, Rose BLACKPINK Mengaku Masih Suka Minder
3
Ramalan Zodiak 23 Maret: Aquarius dan Pisces Perlu Berhemat
4
Viral Pakar Etiket Bilang Makan Sereal Harus Pakai Sendok-Garpu, Netizen Murka
5
Gaya 2 Menantu Jokowi di Open House Lebaran Prabowo, Curi Perhatian!
MOST COMMENTED











































