4 Masalah yang Sering Diributkan Pasangan
wolipop
Senin, 18 Jul 2011 12:10 WIB
Jakarta
-
Bukan hanya masalah besar seperti perselingkuhan saja yang dapat memicu pertengkaran hebat antar pasangan. Hal-hal sepele seperti tidak diajak pergi pasangan atau ketidakadilan dalam mengurus rumah tangga juga menyebabkan hubungan asmara goyah.
Padahal masalah-masalah tersebut bisa dibicarakan baik-baik dan tidak perlu adanya pertengakaran. Situs Glamour membeberkan empat masalah yang paling sering diributkan dalam hubungan asmara. Apa sajakah itu?
Tidak Diajak ke Pesta Kantor
"Tidak ada alasan yang tepat jika pasangan harus berada di acara kantor, atau ingin berada di sana," ujar Leila Collins, seorang psikolog.
Collins menyarankan untuk menjelaskan pada pasangan bahwa kurang beretika jika membawa mitra karena Anda ingin adanya keterikatan dengan rekan kerja lainnya.
Jika Anda yang merasa sebal pada pasangan karena tidak diajak ke acara kantornya, jangan merasa diabaikan. Percaya padanya dan hormati karirnya dan kehidupan kantornya.
Ketidakseimbangan Mengatur Rumah Tangga
Pertengkaran masalah mengatur rumah biasanya terjadi pada pasangan suami-istri. Ada salah satu pihak yang merasa memiliki beban yang lebih besar, sedangkan pasangan lainnya hanya bisa menyuruh atau tidak memiliki inisiatif.
Christine Northam, seorang konseler mengatakan, tidak ada gunanya marah karena sesuatu yang semestinya bisa dibicarakan baik-baik. Daripada bertengkar, sebaiknya bagi tugas dengan pasangan.
"Buat daftar semua tugas dan bagi menjadi dua," saran Christine.
Meributkan Hadiah
Banyak pria dan wanita yang meributkan hadiah yang diberi oleh pasangan. Khususnya wanita, karena mereka senang akan kejutan sehingga mereka berharap kekasihnya dapat membaca pikirannya dengan memberi barang yang sedang diinginkannya. Daripada berharap si dia mengetahui apa yang sedang Anda suka, sebaiknya berikan daftar keinginan Anda padanya. Hal ini pun bisa dilakukan pasangan pada Anda.
"Tanyakan apa yang pasangan inginkan. Tekankan bahwa Anda ingin memberinya sesuatu yang diinginkannya," ungkap Christine.
Meributkan Masalah Keluarga
Hal yang wajar jika kekasih sibuk ketika hari raya atau pernikahan saudaranya. Collins mengatakan, setiap orang punya prioritas. Kuncinya adalah bisa berkompromi. Acara-acara yang berkaitan dengan keluarga tidak setiap hari, bahkan hanya setahun hanya sekali. Jadi minimalisir meributkan masalah tentang keluarga intinya.
Ketika masih berpacaran, keluarga inti seperti orang tua dan saudara menjadi prioritas. Jadi sebagai kekasih jangan menuntut terlalu besar. Hal ini juga berlaku pada pasangan Anda. Anda memiliki hak untuk mementingkan keluarga inti.
(kik/eny)
Padahal masalah-masalah tersebut bisa dibicarakan baik-baik dan tidak perlu adanya pertengakaran. Situs Glamour membeberkan empat masalah yang paling sering diributkan dalam hubungan asmara. Apa sajakah itu?
Tidak Diajak ke Pesta Kantor
"Tidak ada alasan yang tepat jika pasangan harus berada di acara kantor, atau ingin berada di sana," ujar Leila Collins, seorang psikolog.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda yang merasa sebal pada pasangan karena tidak diajak ke acara kantornya, jangan merasa diabaikan. Percaya padanya dan hormati karirnya dan kehidupan kantornya.
Ketidakseimbangan Mengatur Rumah Tangga
Pertengkaran masalah mengatur rumah biasanya terjadi pada pasangan suami-istri. Ada salah satu pihak yang merasa memiliki beban yang lebih besar, sedangkan pasangan lainnya hanya bisa menyuruh atau tidak memiliki inisiatif.
Christine Northam, seorang konseler mengatakan, tidak ada gunanya marah karena sesuatu yang semestinya bisa dibicarakan baik-baik. Daripada bertengkar, sebaiknya bagi tugas dengan pasangan.
"Buat daftar semua tugas dan bagi menjadi dua," saran Christine.
Meributkan Hadiah
Banyak pria dan wanita yang meributkan hadiah yang diberi oleh pasangan. Khususnya wanita, karena mereka senang akan kejutan sehingga mereka berharap kekasihnya dapat membaca pikirannya dengan memberi barang yang sedang diinginkannya. Daripada berharap si dia mengetahui apa yang sedang Anda suka, sebaiknya berikan daftar keinginan Anda padanya. Hal ini pun bisa dilakukan pasangan pada Anda.
"Tanyakan apa yang pasangan inginkan. Tekankan bahwa Anda ingin memberinya sesuatu yang diinginkannya," ungkap Christine.
Meributkan Masalah Keluarga
Hal yang wajar jika kekasih sibuk ketika hari raya atau pernikahan saudaranya. Collins mengatakan, setiap orang punya prioritas. Kuncinya adalah bisa berkompromi. Acara-acara yang berkaitan dengan keluarga tidak setiap hari, bahkan hanya setahun hanya sekali. Jadi minimalisir meributkan masalah tentang keluarga intinya.
Ketika masih berpacaran, keluarga inti seperti orang tua dan saudara menjadi prioritas. Jadi sebagai kekasih jangan menuntut terlalu besar. Hal ini juga berlaku pada pasangan Anda. Anda memiliki hak untuk mementingkan keluarga inti.
(kik/eny)











































