Orang Tua Vs Kekasih, Siapa yang Harus Dipilih?
wolipop
Sabtu, 16 Apr 2011 14:45 WIB
Jakarta
-
Setelah sekian lama sendiri, akhirnya Anda pun menemukan pria idaman. Sayangnya, kata 'idaman' ternyata hanya berlaku bagi Anda, bukan orang tua Anda.
Mempunyai orang tua yang tidak suka dengan pria pilihan, memang jadi sebuah dilema. Orang tua memegang peranan penting dalam hidup, di sisi lain, Anda pun tidak bisa berpisah dari kekasih.
Lalu timbul pertanyaan, siapa yang harus dipilih, orang tua atau kekasih? Jujur, Anda tidak bisa memilih salah satunya. Dalam situasi ini, Anda harus menjadi 'jembatan' antara orang tua dan si dia. Bagaimana caranya?
1. Coba hadapi situasi ini dengan hati dan kepala dingin, jangan bertindak gegabah dengan melawan orang tua. Bagaimanapun juga, merekalah yang membesarkan Anda dengan penuh kasih sayang. Coba cari tahu, apa yang ada di diri kekasih Anda sehingga orang tua tidak suka padanya.
2. Ajak orang tua Anda bicara dari hati ke hati. Ciptakan suasana santai dan tenang, lalu tanyakan baik-baik kenapa mereka tidak menyukai pasangan Anda. Dengarkan pendapat mereka, pikirkan secara matang. Mungkin saja kedua orang tua punya sudut pandang yang lain.
3. Jika tetap berpegang pada pendirian, yaitu bersikeras tidak mau pisah dari kekasih karena larangan orang tua, berilah pengertian. Saran dari Sheri dan Bob Stritof, konsultan perkawinan di about, katakan Anda memahami dan menghargai perhatian mereka, tapi Anda juga punya zona pribadi yang tidak bisa disentuh siapapun, yaitu hati dan perasaan.
4. Ingat, Anda belum dapat persetujuan dari orang tua jadi jangan coba bermain api. Dikutip dari Loving You, saat berkencan, usahakan tidak pulang larut malam, apalagi sampai menginap. Tindakan ini akan semakin menambah 'daftar gelap' si dia di depan orang tua Anda. Jika kekasih datang ke rumah, pastikan dia tidak terlalu berlama-lama dan jangan sampai orang tua Anda yang menegur untuk menyuruhnya pulang.
5. Coba 'promosikan' kebaikannya pada orang tua Anda. Misalnya sikapnya yang ramah, jujur, setia, sayang keluarga, dan sebagainya. Orang tua biasanya ingin anaknya mendapatkan pria yang sudah mapan. Jika kebetulan si dia menjabat posisi bagus di kantornya, tak ada salahnya Anda memberitahu mereka. Tapi jika kekasih hanya berpenghasilan cukup, yakinkan bahwa harta tidak selalu menentukan kebahagiaan seseorang. Tapi ingat, jangan melebih-lebihkan cerita dari keadaan sebenarnya.
6. Pertemukan sang kekasih dengan orang tua, untuk membuktikan mereka salah menilai orang. Rencanakan makan malam bersama di rumah atau restoran. Minta pasangan untuk berpenampilan rapi dan menjaga sikap. Satu atau dua jam pertemuan mungkin sudah cukup untuk 'memperlihatkan' si dia kepada orang tua Anda. Perbincangan yang terlalu lama akan membuat bosan sehingga kecenderungan orang tua melihat sisi negatifnya lebih besar.
7. Jika setelah pertemuan, orang tua tetap melarang Anda berhubungan dengannya, jangan langsung marah. Ada baiknya Anda mengambil waktu untuk tidak bertemu si dia sementara waktu. Gunakan waktu itu untuk saling introspeksi diri, apa ada yang salah dengan hubungan kalian?
8. Bila memang ada kekurangan dalam hubungan, mintalah masukan dari orang tua, apa sebenarnya yang jadi kriteria pria yang cocok untuk Anda. Namun jika sang pria jauh dari kriteria, bicarakan dan hadapi persoalan ini dengan bijaksana. Tunjukkan sikap pada orang tua, Anda sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan dengan benar, termasuk memilih pasangan hidup.
(hst/hst)
Mempunyai orang tua yang tidak suka dengan pria pilihan, memang jadi sebuah dilema. Orang tua memegang peranan penting dalam hidup, di sisi lain, Anda pun tidak bisa berpisah dari kekasih.
Lalu timbul pertanyaan, siapa yang harus dipilih, orang tua atau kekasih? Jujur, Anda tidak bisa memilih salah satunya. Dalam situasi ini, Anda harus menjadi 'jembatan' antara orang tua dan si dia. Bagaimana caranya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Ajak orang tua Anda bicara dari hati ke hati. Ciptakan suasana santai dan tenang, lalu tanyakan baik-baik kenapa mereka tidak menyukai pasangan Anda. Dengarkan pendapat mereka, pikirkan secara matang. Mungkin saja kedua orang tua punya sudut pandang yang lain.
3. Jika tetap berpegang pada pendirian, yaitu bersikeras tidak mau pisah dari kekasih karena larangan orang tua, berilah pengertian. Saran dari Sheri dan Bob Stritof, konsultan perkawinan di about, katakan Anda memahami dan menghargai perhatian mereka, tapi Anda juga punya zona pribadi yang tidak bisa disentuh siapapun, yaitu hati dan perasaan.
4. Ingat, Anda belum dapat persetujuan dari orang tua jadi jangan coba bermain api. Dikutip dari Loving You, saat berkencan, usahakan tidak pulang larut malam, apalagi sampai menginap. Tindakan ini akan semakin menambah 'daftar gelap' si dia di depan orang tua Anda. Jika kekasih datang ke rumah, pastikan dia tidak terlalu berlama-lama dan jangan sampai orang tua Anda yang menegur untuk menyuruhnya pulang.
5. Coba 'promosikan' kebaikannya pada orang tua Anda. Misalnya sikapnya yang ramah, jujur, setia, sayang keluarga, dan sebagainya. Orang tua biasanya ingin anaknya mendapatkan pria yang sudah mapan. Jika kebetulan si dia menjabat posisi bagus di kantornya, tak ada salahnya Anda memberitahu mereka. Tapi jika kekasih hanya berpenghasilan cukup, yakinkan bahwa harta tidak selalu menentukan kebahagiaan seseorang. Tapi ingat, jangan melebih-lebihkan cerita dari keadaan sebenarnya.
6. Pertemukan sang kekasih dengan orang tua, untuk membuktikan mereka salah menilai orang. Rencanakan makan malam bersama di rumah atau restoran. Minta pasangan untuk berpenampilan rapi dan menjaga sikap. Satu atau dua jam pertemuan mungkin sudah cukup untuk 'memperlihatkan' si dia kepada orang tua Anda. Perbincangan yang terlalu lama akan membuat bosan sehingga kecenderungan orang tua melihat sisi negatifnya lebih besar.
7. Jika setelah pertemuan, orang tua tetap melarang Anda berhubungan dengannya, jangan langsung marah. Ada baiknya Anda mengambil waktu untuk tidak bertemu si dia sementara waktu. Gunakan waktu itu untuk saling introspeksi diri, apa ada yang salah dengan hubungan kalian?
8. Bila memang ada kekurangan dalam hubungan, mintalah masukan dari orang tua, apa sebenarnya yang jadi kriteria pria yang cocok untuk Anda. Namun jika sang pria jauh dari kriteria, bicarakan dan hadapi persoalan ini dengan bijaksana. Tunjukkan sikap pada orang tua, Anda sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan dengan benar, termasuk memilih pasangan hidup.
(hst/hst)
Olahraga
Redam Getaran Raket Saat Bermain Tenis, Dampener Lucu Ini Bikin Feel Pukulan Lebih Halus!
Pakaian Wanita
Beragam Pilihan Motif Cantik Viscose Printed WMD dengan Bahan yang Adem dan Flowy
Pakaian Wanita
Ini 2 Pilihan Tas Kerja KLASI yang Fungsional, Muat Laptop, Barang Harian, dan Tetap Chic!
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 22 Februari: Gemini Harus Sabar, Virgo Lebih Baik Jujur
Ramalan Zodiak 22 Februari: Aries Lebih Tegas, Taurus Jangan Tersinggung
Ramalan Zodiak 22 Februari: Capricorn Banyak Rintangan, Pisces Jangan Terlena
Langkah Emas Raih Kemenangan
30 Kata-Kata Semangat Puasa Lucu Bikin Ngakak, Auto Kuat Sampai Magrib!
Ramalan Zodiak Cinta 21 Februari: Capricorn Legowo, Aquarius Jaga Ucapan
Most Popular
1
Potret Zaskia Sungkar Lahiran Anak ke-3, Tampil Natural Tanpa Pulasan Makeup
2
Ramalan Zodiak Cinta 22 Februari: Gemini Harus Sabar, Virgo Lebih Baik Jujur
3
Sinopsis Triple Threat di Bioskop Trans TV Hari Ini, Dibintangi Iko Uwais
4
Para Pemeran Drama Korea Honour, Kisah 3 Pengacara dan Rahasia 20 Tahun
5
Ramalan Zodiak 22 Februari: Aries Lebih Tegas, Taurus Jangan Tersinggung
MOST COMMENTED











































