ADVERTISEMENT

Anna Surti Ariani
Love Expert
Anna Surti Ariani
SEND YOUR QUESTION

Bagaimana Cara Melupakan Kekasih yang Sudah Beristri?

Anna Surti Ariani, - wolipop Jumat, 30 Sep 2016 17:00 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saya mempunyai seorang pacar yang sudah memiliki istri. Tapi sikap dan perilakunya sangat sayang dan cinta dengan saya. Setelah lama berpacaran, saya jadi berpikir, sampai kapan saya harus seperti ini. Dia mengaku rumah tangganya sudah diujung tanduk.

Tapi saat saya tanya kapan dia menikahi saya, dia selalu beralasan urusan dengan istrinya belum selesai. Pernah saya melihat whats app dia dengan istrinya, mereka masih saling memanggil dengan kata sayang.

Saya ingin mengakhiri hubungan ini. Tapi rasanya saya sulit melupakan pacar saya. Bagaimana cara melupakan pria itu? Dan apa yang harus saya lakukan jika dia masih saja terus merayu saya?

(Tiara, 23 Tahun)

Jawab:

Hai Tiara,

Mohon maaf, tapi apa yang Anda lakukan itu bukan hanya salah namun juga beresiko buat Anda. Salah, karena tak sepantasnya Anda berhubungan dengan lelaki beristri. Walaupun dia mengaku rumah tangganya sudah di ujung tanduk, namun dia harus bertanggungjawab dulu dengan istrinya. Kehadiran Anda hanyalah menjadi pembanding yang tak netral buat rumah tangganya. Dalam kondisi ini, Anda akan semakin dinilai baik olehnya sementara ia dapat menilai istrinya semakin buruk, padahal perbandingan tersebut belum tentu obyektif. Anda adalah orang baru baginya, sehingga tentu lebih menarik, dibandingkan istrinya yang sudah menjalani pahit manis kehidupan bersamanya. Bisa saja untuk si dia, sebetulnya istrinya adalah orang terbaik untuknya, namun saat ini ia sulit melihat kebaikan istrinya itu karena dibayang-bayangi oleh Anda.

Hubungan ini juga berisiko buat Anda. Fakta bahwa Anda telah menjalin hubungan dengan si suami saat ia masih beristri akan menjadikan Anda tertuduh sempurna bagi ketidakbahagiaan rumah tangganya. Ya, Anda mungkin bukan penyebab, namun adanya Anda memperberat permasalahan mereka karena si suami punya 'cadangan' (yaitu Anda) yang membuat dia tak sepenuhnya berjuang untuk rumah tangganya.

Kalaupun akhirnya ia menceraikan istrinya, lalu menikahi Anda, ini belum tentu jadi hal baik untuk Anda. Ingat, dia punya sejarah meninggalkan istrinya untuk wanita lain (yang adalah Anda). Bukan tak mungkin sejarah berulang. Bagaimana kalau kelak ia merasa hubungan dengan Anda sulit diperbaiki, lalu kembali mencari orang lain yang dianggap lebih baik. Setidaknya pada saat ini ia terbukti tak mampu setia dan tak mampu menjaga komitmen. Apa iya sih Anda mau mengikatkan diri pada orang semacam itu?

Bukan berarti Anda orang buruk lho, namun justru Anda layak mendapat seseorang yang memang mencurahkan pikiran dan perasaannya untuk Anda, tanpa ada pembanding lain. Oleh karena itu, walaupun dia orang yang sangat baik dan sulit dilupakan bahkan terus merayu, Anda perlu memutuskan hubungan dan menjauhinya sesegera mungkin.

Bagaimana kalau kelak ia bercerai dan kembali mendekati Anda? Biasanya setahun setelah perceraian, seseorang masih mengalami berbagai masalah, baik dengan mantannya maupun masalah penyesuaian diri. Apa yang dilakukannya pada saat itu tidak betul-betul mencerminkan dirinya. Jadi biasanya tak disarankan untuk menikahi orang yang baru saja bercerai. Tunggulah lebih lama untuk bisa sungguh mengenal dirinya. Kalau Anda ingin segera menikah, bagaimana kalau segera mencari lelaki lain? (eny/eny)