Pria Incaran Mendadak Berubah Sikap Jadi Dingin, Bagaimana Sebaiknya Bersikap?
Anna Surti Ariani - wolipop
Jumat, 29 Jul 2016 15:04 WIB
Jakarta
-
Beberapa minggu yang lalu saya akrab dengan seorang pria. Pria ini sudah saya kenal lama. Tapi kami tidak pernah berkomunikasi, hanya saling tahu saja. Baru beberapa waktu belakangan ini dia mulai menyapa saya, dan kami menjadi akrab. Tapi, beberapa hari belakangan ini dia berubah. Dari yang sering chatting duluan menjadi tidak pernah sama sekali. Dan harus saya chat duluan, baru dia merespon. Jika saya tidak chat, dia tidak ada kabar.
Puncaknya, saat saya chat dia terakhir, gaya bahasanya berubah menjadi sangat dingin. Saat saya tanya ada apa, dia bilang minta waktu. Saya mulai menaruh hati padanya, tetapi perubahan dia ini membuat saya bimbang. Apa yang harus saya lakukan mba?
Raisha, 28 Tahun
Jawab:
Hai Raisha,
Dalam beberapa minggu ada perubahan yang sangat besar. Mulai dari tak pernah berkomunikasi, sampai banyak chatting, bahkan Anda menaruh hati. Perubahan besar ini mungkin membuatnya terkesiap dan tak nyaman.
Banyak lelaki yang ketika mengalami masalah justru berusaha untuk diam dulu dan berpikir. Baru setelah ia memutuskan, ia akan bertindak. Apabila saat ia berpikir, ia merasa terdesak (misalnya karena terus ditanya dan ditegur), maka ia mungkin jadi reaktif. Apa yang ia lakukan bisa sesuatu yang baik untuk Anda, bisa pula sesuatu yang merugikan Anda.
Jadi bagaimana kalau saat ini Anda menenangkan diri dulu sehingga bisa menunggu lebih nyaman. Anda boleh mencoba mengenal orang-orang yang mengenalnya. Bisa juga berkenalan dengan orang-orang lainnya.
Kalau dia mendekati, Anda bisa mempertimbangkannya. Kalaupun tidak, santai saja, mungkin ada orang yang lebih tepat buat Anda di luar sana.
(eny/eny)
Puncaknya, saat saya chat dia terakhir, gaya bahasanya berubah menjadi sangat dingin. Saat saya tanya ada apa, dia bilang minta waktu. Saya mulai menaruh hati padanya, tetapi perubahan dia ini membuat saya bimbang. Apa yang harus saya lakukan mba?
Raisha, 28 Tahun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hai Raisha,
Dalam beberapa minggu ada perubahan yang sangat besar. Mulai dari tak pernah berkomunikasi, sampai banyak chatting, bahkan Anda menaruh hati. Perubahan besar ini mungkin membuatnya terkesiap dan tak nyaman.
Banyak lelaki yang ketika mengalami masalah justru berusaha untuk diam dulu dan berpikir. Baru setelah ia memutuskan, ia akan bertindak. Apabila saat ia berpikir, ia merasa terdesak (misalnya karena terus ditanya dan ditegur), maka ia mungkin jadi reaktif. Apa yang ia lakukan bisa sesuatu yang baik untuk Anda, bisa pula sesuatu yang merugikan Anda.
Jadi bagaimana kalau saat ini Anda menenangkan diri dulu sehingga bisa menunggu lebih nyaman. Anda boleh mencoba mengenal orang-orang yang mengenalnya. Bisa juga berkenalan dengan orang-orang lainnya.
Kalau dia mendekati, Anda bisa mempertimbangkannya. Kalaupun tidak, santai saja, mungkin ada orang yang lebih tepat buat Anda di luar sana.
(eny/eny)










































