Mengatasi Keraguan Pacaran dengan Anak Tunggal
Anna Surti Ariani - wolipop
Jumat, 24 Jun 2016 14:34 WIB
Jakarta
-
Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Hubungan saya dengan pacar sudah berjalan hampir empat tahun. Kami berkomitmen serius menuju pernikahan dalam hubungan kami sejak awal. Pada awal pacaran, saya mengetahui bahwa pacar saya dua bersaudara, namun ternyata dia anak tunggal, orang yang saya pikir adalah kakaknya, ternyata hanya saudara jauh. Padahal saya menghindari berhubungan dengan anak tunggal, karena ada ketakutan dengan ibu yang memiliki anak hanya satu.
Hubungan saya dengan ibunya pada mulanya cukup baik, beliau beberapa kali menunjukkan perhatiannya pada saya, dengan memberi saya barang-barang. Tapi yang membuat saya kurang nyaman adalah kekhawatiran si ibu terhadap anaknya yang menurut saya berlebihan. Contohnya: kok kamu sekarang kurus, kok kamu sekarang hitam? Hal-hal seperti itu menjadi kekhawatirannya. Padahal menurut saya, hal-hal tersebut tidak perlu diributkan,karena sebenarnya dia tdak kurus dan juga tidak hitam. Yang saya takutkan adalah,ketika nanti saya berumah tangga dengan anaknya,dan ibu mertua komplain seperti tadi, bagaimana saya harus menghadapinya? Apa saya sanggup? Bagaimana jalan keluar yang baik menurut ibu,agar kami tetap bisa bersama,tapi menghindari konflik dengan ibu mertua di masa mendatang? Terimakasih.
(Sekar, 24 Tahun)
Jawab:
Hai Sekar,
Seringkali sesuatu yang kita hindari atau takuti justru mendekati kita. Itu artinya Anda harus mempelajari sesuatu dari situasi tersebut untuk perkembangan diri Anda. Ketika Anda cemas berhubungan dengan ibu dari anak tunggal, maka Anda mungkin justru lebih sering bertemu dengan ibu dari anak tunggal, atau Anda yang kelak menjadi ibu dari anak tunggal. Dengan mengetahui sejak dini bahwa Anda punya masalah dengan ini, Anda justru punya kesempatan lebih besar untuk mengantisipasi dan belajar mengatasinya.
Tantangan buat Anda saat ini adalah memahami kekhawatiran calon ibu mertua, dan menoleransinya. Cobalah menjalin hubungan yang lebih akrab dengan beliau. Anggaplah sebagai ibu kandung Anda. Coba akrab juga dengan ayahnya, juga keluarga lainnya. Dengan demikian Anda bukan hanya lebih mengerti latar belakang calon suami, namun juga mendapat dukungan dari keluarganya. Kelak dukungan ini jadi penting buat kelangsungan keluarga kecil Anda.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana berbagi perasaan dengan pacar tentang hal ini. Ada kemungkinan kelak Anda mengalami masalah, dan saat itu hanya ada dia untuk berbagi cerita. Jika Anda langsung marah-marah kepadanya, ia mungkin akan tersinggung dan marah besar. Apalagi posisinya anak tunggal, hanya dialah tempat orangtuanya bersandar.
Anda perlu belajar mengungkapkan kekesalan Anda dengan tetap menghormati dia dan orangtuanya. Sampaikan keluhan Anda dalam bahasa yang lebih santun menggunakan I message. Contoh kalimat yang dapat Anda pakai misalnya, "Tadi aku agak sedih ketika Ibu mengomentari kamu lebih kurus. Aku merasa dituduh tidak memperhatikan kamu. Mungkin kamu bisa menolongku untuk mengatasi perasaanku ini." Contoh kalimat lain, "Aku minta maaf tadi mengatakan hal-hal yang kurang baik tentang Ibu. Aku sungguh tak bermaksud seperti itu. Aku sayang sekali kepadanya, seperti kamu juga sangat sayang kepadanya. Tadi aku hanya agak terganggu ketika beliau bilang …. Sepertinya tadi bukan saat yang tepat bagiku untuk mendengar kalimat itu, jadi aku marah. Aku berusaha untuk menahan diri, tolong bantu aku." Silakan diubah contoh kalimatnya agar lebih sesuai dengan kondisi Anda.
Contoh kalimat tadi bukanlah kalimat yang mudah dikatakan, namun sungguh dapat membantu ketika diucapkan dengan nada tenang. Anda bisa berlatih lebih dulu di depan kaca agar dapat mengungkapkannya dengan lebih lancar. Selamat mencoba. (kik/kik)
Hubungan saya dengan ibunya pada mulanya cukup baik, beliau beberapa kali menunjukkan perhatiannya pada saya, dengan memberi saya barang-barang. Tapi yang membuat saya kurang nyaman adalah kekhawatiran si ibu terhadap anaknya yang menurut saya berlebihan. Contohnya: kok kamu sekarang kurus, kok kamu sekarang hitam? Hal-hal seperti itu menjadi kekhawatirannya. Padahal menurut saya, hal-hal tersebut tidak perlu diributkan,karena sebenarnya dia tdak kurus dan juga tidak hitam. Yang saya takutkan adalah,ketika nanti saya berumah tangga dengan anaknya,dan ibu mertua komplain seperti tadi, bagaimana saya harus menghadapinya? Apa saya sanggup? Bagaimana jalan keluar yang baik menurut ibu,agar kami tetap bisa bersama,tapi menghindari konflik dengan ibu mertua di masa mendatang? Terimakasih.
(Sekar, 24 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawab:
Hai Sekar,
Seringkali sesuatu yang kita hindari atau takuti justru mendekati kita. Itu artinya Anda harus mempelajari sesuatu dari situasi tersebut untuk perkembangan diri Anda. Ketika Anda cemas berhubungan dengan ibu dari anak tunggal, maka Anda mungkin justru lebih sering bertemu dengan ibu dari anak tunggal, atau Anda yang kelak menjadi ibu dari anak tunggal. Dengan mengetahui sejak dini bahwa Anda punya masalah dengan ini, Anda justru punya kesempatan lebih besar untuk mengantisipasi dan belajar mengatasinya.
Tantangan buat Anda saat ini adalah memahami kekhawatiran calon ibu mertua, dan menoleransinya. Cobalah menjalin hubungan yang lebih akrab dengan beliau. Anggaplah sebagai ibu kandung Anda. Coba akrab juga dengan ayahnya, juga keluarga lainnya. Dengan demikian Anda bukan hanya lebih mengerti latar belakang calon suami, namun juga mendapat dukungan dari keluarganya. Kelak dukungan ini jadi penting buat kelangsungan keluarga kecil Anda.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana berbagi perasaan dengan pacar tentang hal ini. Ada kemungkinan kelak Anda mengalami masalah, dan saat itu hanya ada dia untuk berbagi cerita. Jika Anda langsung marah-marah kepadanya, ia mungkin akan tersinggung dan marah besar. Apalagi posisinya anak tunggal, hanya dialah tempat orangtuanya bersandar.
Anda perlu belajar mengungkapkan kekesalan Anda dengan tetap menghormati dia dan orangtuanya. Sampaikan keluhan Anda dalam bahasa yang lebih santun menggunakan I message. Contoh kalimat yang dapat Anda pakai misalnya, "Tadi aku agak sedih ketika Ibu mengomentari kamu lebih kurus. Aku merasa dituduh tidak memperhatikan kamu. Mungkin kamu bisa menolongku untuk mengatasi perasaanku ini." Contoh kalimat lain, "Aku minta maaf tadi mengatakan hal-hal yang kurang baik tentang Ibu. Aku sungguh tak bermaksud seperti itu. Aku sayang sekali kepadanya, seperti kamu juga sangat sayang kepadanya. Tadi aku hanya agak terganggu ketika beliau bilang …. Sepertinya tadi bukan saat yang tepat bagiku untuk mendengar kalimat itu, jadi aku marah. Aku berusaha untuk menahan diri, tolong bantu aku." Silakan diubah contoh kalimatnya agar lebih sesuai dengan kondisi Anda.
Contoh kalimat tadi bukanlah kalimat yang mudah dikatakan, namun sungguh dapat membantu ketika diucapkan dengan nada tenang. Anda bisa berlatih lebih dulu di depan kaca agar dapat mengungkapkannya dengan lebih lancar. Selamat mencoba. (kik/kik)
Home & Living
Paket Oven + Hand Mixer Ini Bikin Baking Ramadan Lebih Praktis, Cocok Buat Kue Lebaran Rumahan
Home & Living
Tasbih Swarovski Cantik dan Estetik Bikin Lebih Semangat Zikir di Bulan Ramadan
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Konsultasi Tarot
Apakah saya bisa balikan dengan mantan saya
Konsultasi Tarot
Kasih Sayang dan Perhatian yang Tak Berbalas, Bagaimana Harus Terima Keadaan?
Konsultasi Tarot
4 Tahun Menikah, Tiba-tiba Rindu Mantan Kekasih Sampai Menangis
Konsultasi Tarot
Mantan Terlalu Cepat Move On, Apakah Hubungan Mereka Serius?
Konsultasi Tarot
Pacaran Baru Seminggu, Kekasih Sudah Berani Pinjam Uang
Most Popular
1
Saat Gubernur Terkaya di Indonesia Pesan Kebaya, Ini Permintaan Khususnya
2
Selena Gomez Diminta Ceraikan Suami Setelah Terungkap Kebiasaan Joroknya Ini
3
Kisah Terapis Pijat Andrew di Istana Buckingham, Ungkap Pengalaman 'Creepy'
4
Yoona SNSD Tampil Beda di London Fashion Week, Poni Barunya Curi Perhatian
5
Gaya Vera Wang Debut Rambut Pirang Platinum di Usia 76, Bikin Pangling
MOST COMMENTED











































