Cara Atasi Rasa Bimbang untuk Menikah Setelah Bertemu dengan Pria Baru
Anna Surti Ariani - wolipop
Rabu, 13 Apr 2016 15:46 WIB
Jakarta
-
Saya sudah pacaran dengan kekasih delapan tahun dan di tahun ini kami berencana menikah. Di saat kekasih siap untuk menikah dengan saya, saya dekat dengan seorang pria yang saya suka tetapi beda keyakinan dan pria tersebut belum mengetahui saya sudah punya kekasih. Dalam hal ini saya menjadi bimbang karena saya selalu ingat dengan pria yang sedang dekat dengan saya tersebut. Bagaimana mengatasi perasaan bimbang ini? Saya jadi bingung apakah harus melanjutkan rencana menikah atau tidak.
Artika. 26 Tahun
Jawab:
Hai Artika,
Ada perbedaan lho antara cinta yang sudah melewati usia tahunan dengan cinta yang baru saja muncul. Cinta yang baru saja muncul biasanya terasa begitu menjanjikan, sangat indah, meletup-letup, membuat rindu, dll. Cinta yang sudah tahunan cenderung lebih tenang, stabil, santai, lebih matang (karena sudah melewati berbagai masalah bersama), sering disalahpahami sebagai 'tak cinta lagi'.
Sejujurnya agak berisiko kalau meninggalkan kekasih yang sudah lama berpacaran untuk laki-laki baru yang beda keyakinan, baru saja ditemui, dan ia bahkan tak tahu Anda punya kekasih. Artinya cinta dengan si laki-laki baru itu belum teruji. Kalau Anda memilih si laki-laki baru, maka ada begitu banyak tantangan yang dihadapi. Anda mesti memutuskan kekasih dan keluarganya, menggali kecocokan antara Anda dengan si laki-laki itu, segala perdebatan karena perbedaan keyakinan (yang artinya juga beda kebiasaan, mungkin beda tujuan hidup dan cara mencapainya, dll), dan masih banyak tantangan lagi sih.
Kalau Anda adalah si penyuka tantangan, mungkin laki-laki baru adalah pilihan seru. Walaupun begitu, ada tantangan juga lho dari sudut kekasih. Kalau Anda berhasil menghadapi godaan laki-laki baru ini, besar kemungkinan cinta Anda dengan kekasih menjadi lebih kuat. Andalah yang mengatur tantangan mana yang lebih besar buat Anda. Jika masih sangat sulit, buatlah janji sendirian dengan psikolog perkawinan atau keluarga. (eny/eny)
Artika. 26 Tahun
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada perbedaan lho antara cinta yang sudah melewati usia tahunan dengan cinta yang baru saja muncul. Cinta yang baru saja muncul biasanya terasa begitu menjanjikan, sangat indah, meletup-letup, membuat rindu, dll. Cinta yang sudah tahunan cenderung lebih tenang, stabil, santai, lebih matang (karena sudah melewati berbagai masalah bersama), sering disalahpahami sebagai 'tak cinta lagi'.
Sejujurnya agak berisiko kalau meninggalkan kekasih yang sudah lama berpacaran untuk laki-laki baru yang beda keyakinan, baru saja ditemui, dan ia bahkan tak tahu Anda punya kekasih. Artinya cinta dengan si laki-laki baru itu belum teruji. Kalau Anda memilih si laki-laki baru, maka ada begitu banyak tantangan yang dihadapi. Anda mesti memutuskan kekasih dan keluarganya, menggali kecocokan antara Anda dengan si laki-laki itu, segala perdebatan karena perbedaan keyakinan (yang artinya juga beda kebiasaan, mungkin beda tujuan hidup dan cara mencapainya, dll), dan masih banyak tantangan lagi sih.
Kalau Anda adalah si penyuka tantangan, mungkin laki-laki baru adalah pilihan seru. Walaupun begitu, ada tantangan juga lho dari sudut kekasih. Kalau Anda berhasil menghadapi godaan laki-laki baru ini, besar kemungkinan cinta Anda dengan kekasih menjadi lebih kuat. Andalah yang mengatur tantangan mana yang lebih besar buat Anda. Jika masih sangat sulit, buatlah janji sendirian dengan psikolog perkawinan atau keluarga. (eny/eny)











































