Anna Surti Ariani
Love Expert
Anna Surti Ariani
SEND YOUR QUESTION

Menghadapi Pasangan yang Keras Kepala dan Cuek

Anna Surti Ariani, - wolipop Rabu, 30 Mar 2016 09:07 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Saya wanita berusia 29 tahun dan sudah memiliki suami. Kami baru beberapa bulan menikah. Tapi baru beberapa bulan menikah, sudah kelihatan sifat asli suami saya, terutama sifat keras kepalanya. Dia tidak mau diatur atau mendengar saran saya. Dia seringkali ambil langkah sendiri untuk mengahadapi masalah-masalah. Dan kadang sikap nyacuek dan dingin terhadap saya. Harus bagaimana saya menyikapi hal ini? Terimakasih Mba Anna.

Leony, 29 Tahun

Jawab:

Hai mbak Leony,

Pernahkah di masa pacaran mengalami hal semacam ini? Apa yang dulu dilakukan dan berhasil membuat situasi berubah? Mungkin itu bisa dilakukan lagi.

Coba cermati masalah apa yang sedang ia alami saat ini, baik di dalam keluarga besar, pekerjaan ataupun pergaulannya. Siapa tahu masalahnya ada di sana, namun Anda kena 'getahnya'. Anda dapat mencari tahu lewat orangtuanya, saudara kandungnya, teman kantor, sahabat-sahabat, ataupun orang-orang lain yang berinteraksi dengan suami Anda. Anda bisa sekalian bertanya bagaimana sifat aslinya selama ini, dan apa
yang mereka lakukan ketika suami seperti itu.

Sedikit demi sedikit setelah menikah memang semua orang akan membuka sifat aslinya. Sangat mungkin itu tak hanya terjadi pada suami, namun juga pada Anda sebagai istri. Artinya bisa saja apa yang ia lakukan
saat ini adalah reaksi atas apa yang Anda lakukan. Kalau memang seperti itu, kabar baiknya adalah perubahan bisa dimulai dari Anda, tak harus menunggu dia.

Apapun kemungkinan asal masalah, perlu diperbaiki kan. Mulailah dari mengajaknya bicara serius di waktu dan tempat yang Anda berdua sukai. Boleh kok sampaikan kritik Anda namun dengan tetap menghormatinya sebagai pasangan hidup, jadi bukan dengan menyalahkan atau menyindirnya. Sampaikan harapan Anda tentang apa yang Anda ingin ia lakukan.

Sangat mungkin pembicaraan tak bisa berjalan hanya sekali saja, jadi jangan mudah menyerah. Setelah mencoba berulangkali, jika perlu, Anda bisa mengajak orangtua atau siapapun yang Anda berdua percayai untuk ikut bicara dengan Anda berdua. Jika masih sulit juga, Anda bisa datang sendiri atau berdua kepada psikolog perkawinan / keluarga.

(kik/kik)