Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tak Sekadar Bersih, Begini Cara Cuci Pakaian agar Tak Cepat Rusak

Rahmat Khairurizqi - wolipop
Senin, 26 Jan 2026 15:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi mencuci pakaian
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Mencuci pakaian bukan sekadar soal membuat baju dan celana terlihat bersih. Pasalnya, kebiasaan mencuci yang kurang tepat bisa membuat serat kain cepat rusak, warna memudar, hingga pakaian mudah melar.

Padahal, perawatan sejak proses mencuci sangat menentukan kenyamanan dan usia pakai pakaian sehari-hari. Agar pakaian tetap awet dan enak dipakai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat mencuci.

1. Sortir Pakaian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selalu sortir pakaian dengan benar untuk mencegah warna luntur ke kain yang lainnya. Agar pakaian tidak luntur, kamu dapat membasahi sebuah kapas dan gosokkan pada sudut atau jahitan bagian dalam dan lihat apakah pewarna tersebut akan luntur atau tidak. Jika itu terlihat luntur, maka kamu perlu mencuci item tersebut secara terpisah agar tidak mengenai pakaian yang lainnya.

2. Pilih Detergen yang Tepat

ADVERTISEMENT

Saat memilih detergen, pembeli seringkali membeli detergen yang digunakan orang tuanya atau membeli yang harganya paling murah. Ada banyak cara yang lebih baik untuk memilih detergen.

Detergen bubuk bekerja dengan baik untuk beban umum dan biasanya lebih murah, tetapi mereka tidak selalu larut dalam air dingin dan meninggalkan residu putih pada kain. Sementara detergen cair, biasanya mengandung enzim, bagus untuk menghilangkan noda.

Nah, kunci untuk memilih detergen cair yang sesuai dengan kebutuhan adalah dengan membaca daftar lengkap bahan-bahannya. Detergen cair yang memiliki lebih banyak enzim dalam formula sama dengan daya pembersih yang lebih baik.

3. Perhatikan Level Air

Level atau kapasitas air juga menentukan hasil keberhasilan dalam mencuci pakaian. Level air yang tepat membantu pakaian tercuci lebih optimal tanpa pemborosan air. Kemudian, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Adapun air dingin dapat bekerja dengan baik untuk kain halus, baju yang mungkin menyusut, dan warna gelap sensitif yang cenderung merembes. Sementara itu air hangat cocok untuk pakaian dengan tingkat kekotoran sedang dan kain buatan manusia.

4. Pilih Mesin Cuci Berkualitas

Selain cara mencuci, pemilihan mesin cuci juga berperan besar dalam menjaga pakaian tetap awet. Ditambah cuaca hujan yang terjadi akhir-akhir ini kerap menjadi tantangan tersendiri dalam urusan mencuci pakaian.

Mesin Cuci SANKENFoto: SANKEN

Cuaca lembap inilah yang dapat membuat proses pengeringan menjadi lebih lama, bahkan berisiko menimbulkan bau tidak sedap pada pakaian. Oleh karena itu, memilih mesin cuci yang mampu mencuci bersih sekaligus mengeringkan pakaian secara optimal menjadi solusi penting.

Mesin cuci dua tabung bisa menjadi pilihan karena putarannya relatif stabil dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan cucian. Salah satu contohnya adalah SANKEN TW-1188GBK yang hadir dengan kapasitas 11 kg, cocok untuk keluarga dengan frekuensi mencuci tinggi.

Mesin cuci ini dibekali teknologi X-TOR Big Pulsator yang menghasilkan arus putaran kuat sehingga detergen lebih cepat larut dan cucian bersih merata. Untuk menjaga kualitas air cucian, Nano Water Filter berfungsi menyaring partikel halus dan kuman agar pakaian lebih higienis.

Tak hanya itu, teknologi Super Spin Dry membantu cucian lebih cepat kering setelah pembilasan, praktis saat musim hujan. Sementara teknologi Gearbox membuat kinerja mesin lebih efisien, awet, dan hemat listrik untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan desain yang elegan, SANKEN TW-1188GBK juga pas untuk melengkapi tampilan area cuci di rumah. Lebih lanjut, berkat dukungan teknologi dan fitur pada SANKEN TW-1188GBK, proses mencuci pakaian kini terasa lebih aman tanpa khawatir pakaian mudah rusak.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads