Pengertian Golden Ratio Serta Cara Penerapannya dalam Desain
Saat membuat suatu desain karya, manusia dituntut untuk bisa menyalurkan kreativitasnya. Namun, dalam dunia seni tak hanya mengandalkan kreativitas dan naluri, tetapi juga ada perhitungan matematikanya.
Agar hasil desain yang dibuat terlihat indah dan estetik, dikenal suatu istilah bernama golden ratio atau rasio emas. Penggunaan golden ratio dinilai bisa menciptakan desain yang lebih indah, sempurna, dan penuh estetika.
Lantas, apa sih sebenarnya golden ratio itu? Lalu, bagaimana cara penerapan golden ratio dalam suatu desain? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Golden Ratio?
Dilansir laman Adobe, golden ratio adalah proporsi matematis yang dianggap memiliki keindahan estetika yang menarik. Golden ratio memiliki nilai rasio sekitar 1.6180339887, namun banyak orang yang menyederhanakan menjadi 1.618.
Golden ratio punya istilah lain yakni golden number, golden proportion, atau the divine proportion. Oh ya, golden ratio juga punya keterkaitan dengan deret Fibonacci, yakni deret bilangan di mana setiap angka dalam deret tersebut adalah hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Misalnya, 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21 dan seterusnya.
Golden ratio sudah banyak diaplikasikan dalam seni, arsitektur, desain, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan menggunakan golden ratio, diyakini suatu objek atau karya seni akan terlihat lebih harmonis, estetik, dan indah di mata manusia.
Sejarah Singkat Golden Ratio
Sedikit membahas sejarahnya, konsep golden ratio telah ditemukan sejak zaman kuno. Penyebutan golden ratio pertama kali diketahui sekitar 300 SM (sebelum Masehi) dalam buku Elements karya Euclid, yakni seorang matematikawan asal Yunani.
Sejatinya, konsep golden ratio bukanlah suatu hasil penemuan dari seseorang. Lebih tepatnya, golden ratio merupakan pengamatan tentang hubungan matematis yang ada dalam alam dan budaya manusia sepanjang sejarah.
Di zaman modern, matematikawan asal Italia bernama Leonardo Fibonacci memperkenalkan deret Fibonacci pada abad ke-12 lewat bukunya yang berjudul "Liber Abaci". Deret Fibonacci ini sering dikaitkan dengan golden ratio.
Kemudian di tahun 1509, matematikawan asal Italia lainnya bernama Luca Pacioli, menerbitkan sebuah buku berjudul "De divina proportionale". Dalam buku itu, Pacioli memuji rasio yang mewakili kesederhanaan dan estetika pada lukisan milik Leonardo da Vinci.
Dari buku Pacioli tersebut, golden ratio akhirnya menjadi terkenal di kalangan ahli matematika dan seniman. Pada akhirnya, banyak orang yang mengklaim kalau angka pada golden ratio bisa menghasilkan karya yang indah serta estetik.
Penerapan Golden Ratio dalam Desain
Sebenarnya, tidak ada bukti bahwa penggunaan golden ratio dapat menghasilkan karya yang lebih bagus. Namun, sejumlah seniman dan desainer tetap menggunakan golden ratio agar menciptakan keseimbangan, keteraturan, dan komposisi yang menarik untuk karyanya.
Dilansir E-jurnal milik binus.ac.id, berikut cara penerapan golden ratio dalam desain.
1. Hierarki Tipografi
Ketika membuat suatu desain yang menggunakan teks, seperti poster acara atau layout dalam website, pastikan untuk selalu mempertimbangkan hierarki olah pesan dalam layout. Selain itu, gunakan golden ratio sebagai panduan ukuran tipografi.
2. Komposisi Gambar
Jangan lupa untuk memperhatikan komposisi gambar pada sebuah desain. Jadi, kamu bisa mengatur panjang, lebar, atau tinggi objek agar sesuai dengan perbandingan 1:1.618.
3. Grid Golden Ratio
Selanjutnya, kamu bisa membuat grid berdasarkan golden ratio untuk mengatur elemen-elemen desain. Dalam grid ini, elemen sangat penting ditempatkan pada persimpangan garis yang mengikuti golden ratio, sehingga dapat membantu menciptakan tata letak yang seimbang dan menarik secara visual.
4. Proporsi Bentuk
Saat merancang bentuk geometris, kamu juga dapat menggunakan golden ratio untuk menentukan proporsi sisi-sisi atau dimensi lainnya.
Nah, itu dia pembahasan mengenai golden ratio beserta sejarah singkat dan cara penerapannya dalam desain. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!
(ilf/fds)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Japandi Tak Sekadar Tren Interior, Kini Hadir Lewat Perangkat Rumah Tangga
Mau Mencuci Hijab Pakai Mesin Cuci? Simak 5 Tips Ini Biar Tetap Awet
5 Cara Sustainable Living yang Mudah Diterapkan di Rumah
4 Rekomendasi Elektronik Rumah untuk Upgrade di Awal Tahun 2026
Tanpa Disadari 5 Kesalahan Ini Bisa Bikin Kulkas Boros Listrik
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
5 Gaya Melania Trump di Pesta Tahun Baru, Gaun Bling-bling Jadi Sorotan
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup











































