Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Membuat Rumah Lebih Cantik dengan Bantuan Style Doctor

wolipop
Jumat, 31 Okt 2014 13:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. KARE
Jakarta -

Ketika mendengar kata dokter, yang langsung terlintas di pikiran adalah orang yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatannya. Tapi di Kare Design Center, definisi dokter sama sekali berbeda dari arti harfiahnya.

Brand furnitur yang dikenal dengan desain unik dan eksentriknya ini tak sekadar menjual produk-produk kelengkapan rumah. Ada fasilitas menarik yang disediakan Kare untuk para pengunjung yang datang ke gerainya, yaitu konsultasi gratis dengan desainer interior yang biasa disebut style doctor.

"Style doctor itu adalah interior designer, in-house designer dari Kare. We call it style doctor karena Kare punya berbagai macam style yang bisa di-co-operate sesuai dengan konsep dan keinginan klien. Style kami ada White Diva, Metropolis, Pop Art and Fun, Romantic dan masih banyak lagi," jelas Hasan Abdullah Alatas, salah satu style doctor Kare saat berbincang dengan Wolipop di Senayan City, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai style doctor, pria lulusan Faculty of Architecture And Built Environment Limkokwing University, Cyberjaya, Malaysia ini melihat permasalahan orang saat menata rumah adalah mengombinasikan furnitur atau barang-barang agar rumahnya terlihat lebih menarik. Rata-rata klien yang datang kerap bingung memilih barang dan seringkali meminta saran dari staf toko.

Untuk itulah, menurut Hasan peran seorang desainer interior diperlukan. Seperti halnya dokter, mereka akan mengecek permasalahan, melakukan analisa lalu mencarikan solusi yang tepat.

"Seseorang yang bisa menangani dan mengatur, tahu cara mendesain, mix and match," ujar Hasan yang sempat bekerja di perusahaan konsultan interior selama dua tahun.

Neysha Adzani yang juga menjadi style doctor di Kare menambahkan bahwa sebenarnya banyak orang yang tidak tahu seperti apa desain yang paling cocok diterapkan pada rumahnya berdasarkan style yang ingin ditampilkan. Beberapa klien yang ditemuinya bahkan tidak memiliki satu pun ide, ada pula yang idenya baru muncul ketika proses penataan sedang berlangsung.

"Kalau ditanya seberapa perlunya desainer interior, sebenarnya perlu. Karena kalau nggak perlu, nggak mungkin ada orang jadi desainer interior dan ada sekolahnya. Tugas desainer interior adalah creating the space. Kita buat jadi nyaman, kita memasang space, kita tahu bagaimana mengaplikasikan warna," terang Hasan.

Cara kerja tiap desainer interior bisa berbeda-beda, tergantung gaya khas mereka dalam menata ruangan yang kemudian disesuaikan dengan keinginan klien. Ada yang sekadar memberi masukan langsung ketika klien datang ke toko, ada pula yang menjadi konseptor. Artinya mereka terlibat dalam satu proyek, membantu mendesain sejak awal penataan hingga selesai.

"Misalnya ada klien yang cari furnitur pasti di-refer ke kita untuk diberikan saran. Kita akan bantu mencarikan furnitur yang mereka mau. Tapi juga bisa memberikan konsep. Kita provide hasil desain dalam bentuk tiga dimensi, itu biasanya yang long term project. Kita desain dari awal sampai akhir," tutur Neysha, yang baru 1,5 tahun bergabung menjadi style doctor Kare.

Selain cara kerja, gaya rancang masing-masing desainer interior juga bisa berlainan. Layaknya desainer mode, para style doctor ini ada yang memiliki ketertarikan terhadap gaya penataan romantis, feminin, maskulin ataupun girlie. Begitu juga dengan Hassan dan Neysha.

"Kalau saya lebih ke new romantic. Lebih ke perempuan. Tidak terlalu girlie tapi tidak juga terlalu kaku. Lebih soft, tone down, earthy colour, warna-warnanya lebih soft," tutur wanita lulusan Interior Architecture, Universitas Indonesia ini.

Sedangkan Hasan mengaku gaya rancangannya lebih mengarah ke pop-art dan playful. "Lebih ke ide-ide yang 'gila', full colour. It blends together," ucapnya.

Dalam menangani suatu proyek, para desainer interior tak bekerja sendirian. Masing-masing style doctor dengan gaya rancang berbeda pun bisa saling melengkapi. Mulai dari tim marketing hingga supplier juga ikut terlibat demi menghasilkan pekerjaan yang optimal dan sempurna, sehingga klien puas.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads