Arab Saudi Makin Terbuka, Ribuan Hijabers Ikut Lomba Lari Pertamakalinya

Silmia Putri - wolipop Selasa, 06 Mar 2018 13:36 WIB
Foto: Doc. Alarabiya Foto: Doc. Alarabiya

Jakarta - Arab Saudi makin terlihat berevolusi, khususnya di bidang gaya hidup. Setelah perempuan diperbolehkan menonton bola di stadion dan mereka pun sudah bisa menonton di bioskop, kini para wanita Arab memiliki acara khusus untuk berolahraga lari.

Untuk pertama kalinya, Arab Saudi menyelenggarakan acara lari khusus perempuan bernama Al Ahsa Runs. Acara tersebut dihelat di Al Ahsa hari Sabtu (03/03/2018). Peserta yang ikut pun tak sedikit, ada sekitar 2000 wanita mendaftar untuk acara itu.

Penampakan ribuan hijabers yang berlari bersama itu mengundang perhatian dunia. Mereka tetap memakai abaya saat berlari, dengan tambahan seragam berupa rompi dan topi berwarna putih.

Baca Juga: Wanita Arab akan Diizinkan Jadi Polisi Lalu Lintas

Viral, Ribuan Hijabers Lari Bareng di ArabFoto: Doc. Alarabiya

Dilansir dari Al Arabiya, acara ini diorganisir oleh Al-Moosa Hospital dan disponsori oleh Saudi General Authority for Sport berkolaborasi dengan security Al-Ahsa.

Acara lari ini diadakan setelah Arab menggelar Riyad International Marathon. Sayangnya, di acara itu wanita tidak diperbolehkan itu. Kabarnya, Arab Saudi akan memperbolehkan wanita mengikuti Riyadh International Marathon tahun di depan.

Baca Juga: Putri Arab Saudi Ini Raih Penghargaan sebagai Wanita Paling Sporty di 2017

Acara Al Ahsa Runs ini jaraknya cukup pendek, yaitu 3 km. Tiga wanita yang berlari tercepat pada acara itu medali. Juara pertama dimenangkan oleh Mizna al-Nassar yang berhasil menempuh 3 km dalam 15 menit saja.

Viral, Ribuan Hijabers Lari Bareng di ArabFoto: Doc. Alarabiya


Mizna Nassar yang bekerja sebagai desainer grafis ini ternyata sudah menyeriusi olahraga lari sejak tahun 2014. Ia bermimpi untuk bisa ikut Tokyo Marathon mewakili wanita Arab.

Foto-foto acara Al Ahsa Runs ini pun tersebar di media sosial. Banyak netizen yang merespons positif acara ini. Ada pula netizen Arab yang masih konservatif, yang merasa acara ini hanya menghambur-hamburkan uang.

General Supervisor acara maraton, Malik Al-Mousa mengungkapkan tujuan acara ini adalah mengenalkan olahraga lari untuk masyarakat Arab. Dengan diadakannya acara lari untuk perempuan juga merupakan imbauan bahwa baik pria maupun wanita tetap butuh olahraga secara bebas.
(sil/sil)