Dua Tugas Istri Sesuai Al Quran, Nggak Ada Masak dan Nyuci

Rosmha Widiyani - wolipop Kamis, 09 Des 2021 05:30 WIB
Young Woman Praying. Young Muslim woman praying, indoors. Young Muslim woman in beige hijab and traditional clothes praying for Allah, copy space. Arab Muslim woman praying Ilustrasi dua tugas istri sesuai penjelasan Al Quran. Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991
Jakarta -

Tugas istri dalam keluarga identik dengan kegiatan domestik rumah tangga, misal masak dan nyuci. Kewajiban lain adalah terkait dengan tugas mengasuh dan membesarkan buah hati.

Namun, tugas istri dalam Al Quran ternyata tak cuma seputar aktivitas domestik. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, tugas istri telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dan wajib dilaksanakan.

"Ada dua tugas istri di dalam Al Quran surat keempat ayat 34, ini yang paling pokok," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam video berjudul Ceramah Singkat Ust Adi Hidayat-Tugas Seorang Istri Kepada Suami di channel YouTube Dakwah Islam Bersama.

Bacaan surat An Nisa ayat 34 dalam Arab, latin, dan artinya

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Arab latin: Ar-rijālu qawwāmụna 'alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba'ḍahum 'alā ba'ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh, wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa'iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji'i waḍribụhunn, fa in aṭa'nakum fa lā tabgụ 'alaihinna sabīlā, innallāha kāna 'aliyyang kabīrā

Artinya: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Sesuai ayat tersebut, Ustaz Adi menjelaskan tugas istri yang pertama adalah taat pada Allah SWT. Ketaatan diwujudkan dengan patuh pada suami untuk segala hal yang baik.

Ustaz Adi mencontohkan permintaan suami pada istri yang wajib dilaksanakan adalah mengenakan jilbab, menunaikan salat tahajud, menghafal Al Quran, dan taklim

"Perintah yang dipenuhi akan menjadi tanda ketaatan istri yang pertama di hadapan Allah SWT. Kalau suami meminta hal yang tidak baik maka istri boleh nolak, namun dengan cara yang halus," ujar Ustaz Adi.

Terkait penolakan istri pada perintah suami, Ustaz Adi mencontohkan permintaan untuk melepas jilbab. Istri bisa menolaknya dengan mengatakan jilbab adalah bagian dari diri dan takut tidak bisa berada sama-sama di surga kelak.

Tugas kedua adalah menjaga nama baik keluarga terutama suami, apalagi ketika sedang tidak bersama. Tugas menjaga nama baik suami dan keluarga harus dilakukan tiap saat di semua tempat.

Untuk melaksanakan tugas ini, Ustaz Adi mengingatkan para istri jangan mudah terpancing gosip. Pembicaraan pada berbagai kesempatan harus dilakukan sesuai keperluan, tanpa harus mengurangi dan melebihkannya.

Dengan penjelasan ini, semoga tugas istri tak lagi dipandang remeh. Tugas istri dalam Al Quran sesungguhnya tak hanya seputar masak, nyuci, dan membersihkan rumah.



Simak Video "Hanya 27,6% Wanita Korsel yang Berpikir Lingkungannya Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)