Niat Wudhu Arab dan Latin, Lengkap dengan Tata Cara Berwudhu

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 02 Nov 2021 05:30 WIB
Sejumlah peserta aksi melaksanakan salat Zuhur berjamaah di area Patung Kuda. Air mancur di lokasi itu dimanfaatkan jadi tempat wudhu massa aksi. Bacaan Niat Wudhu Arab dan Latin. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Wudhu adalah langkah pertama yang penting dari salat. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam pelaksanaannya yakni membaca niat wudhu. Bagaimana niat wudhu yang baik dan benar?

Wudhu merupakan salah satu bentuk mensucikan diri menggunakan air. Sebagai bagian dari ibadah, penting untuk memastikan wudhu dilakukan dengan benar.

Wudhu dilakukan untuk menghilangkan hadats besar maupun kecil. Niat wudhu cukuplah dengan menyebut misalnya "nawaytu al-wudhu". Namun, ada bacaan niat wudhu yang lengkap.

Bacaan Niat Wudhu Lengkap

Niat Wudhu Arab: نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Niat Wudhu Latin: Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

Dikutip dari buku yang berjudul Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karangan KH. Muhammad Habibillah disebutkan bahwa niat wudhu dilakukan bersamaan dengan membasuh muka.

Namun, Ba 'Ashin menyebutkan dalam Bushra al-Karim bahwa lebih baik niat wudhu dibaca sebelum membasuh muka untuk mendapatkan pahala sunnah. Niat sunnah harus dilakukan ketika mulai mencuci tangan dan bertepatan dengan mengucapkan "Bismillah".

Syekh Ibn Hajar berkata dalam Tuhfah:
Maka seseorang berniat wudhu bersamanya mengucapkan "Bismillah" sambil mencuci tangan, karena ini adalah makna awal wudhunya dalam teks utama. Salah satunya dengan membuat niat bertepatan dengan mengatakan "Bismillah" di awal mencuci. Seperti halnya niat bertepatan dengan pembukaan doa Allahu Akbar (Ibn Hajar al-Haytami, Hawashi al-Shirwani wa Ibn Qasim al-Abbadi 'Ala Tuhfah al-Muhtaj Bisharh al-Minhaj [Beruit, Dar Ihya' al- Turath al-'Arabi], 1:225).

Sebaiknya niat wudhu yang dilakukan bersamaan dengan mencuci tangan adalah semata-mata untuk melakukan sunnah, dengan mengatakan, misalnya "Saya niat wudhu sunan" (nawaytu sunan al-Wudu'), sebagaimana Abdul-Hamid al-Shirwani disampaikan dari syekh al-Bajuri-nya.

Cara Melakukan Wudhu yang Benar

1. Mulailah dengan mengucapkan 'Bismillah'.

2. Cuci tangan sampai ke pergelangan tangan sebanyak tiga kali.

3. Kumur-kumur tiga kali, memasukkan air ke dalam hidung.

4. Membaca niat wudhu : nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa

5. Cuci muka tiga kali, dari garis rambut ke dagu dan dari telinga ke telinga, pastikan seluruh wajah, alis, bawah hidung dan bibir dicuci. Seorang pria harus mencuci rambut janggutnya. Jika janggutnya tipis, ia harus memastikan air mencapai kulitnya, dan jika janggutnya tebal ia harus membasuh permukaannya dan mengusapkan jari-jarinya yang basah ke dalamnya.

6. Cuci lengan dan tangan dari ujung jari sampai siku tiga kali.

7. Usap kepala mulai dengan tangan di depan kepala, bawa ke belakang kepala dan kemudian kembali ke depan lagi.

8. Usap telinga dengan meletakkan jari telunjuk di telinga dan usap bagian belakang dengan ibu jari.

9. Cuci kaki tiga kali hingga mata kaki, pastikan untuk menyeka sela-sela jari kaki dengan jari kelingking. Jangan lupakan bagian belakang pergelangan kaki.

10. Akhiri wudhu dengan doa - Ash-hadu 'an laa 'ilaaha 'illallaahu wahdahu laa shareeka lah, wa 'ash-hadu 'anna Muhammadan 'abduhu wa Rasooluh.

Artinya : Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja, Yang tidak memiliki pasangan; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Itulah bacaan niat wudhu lengkap dengan tata cara berwudhu yang benar untuk melaksanakan salat. Semoga bermanfaat!



Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)