Istilah Aurat Dalam Hukum Islam, Bedanya Antara Laki-laki dan Perempuan

Rosmha Widiyani - wolipop Sabtu, 04 Sep 2021 16:02 WIB
Young Woman Praying. Young Muslim woman praying, indoors. Young Muslim woman in beige hijab and traditional clothes praying for Allah, copy space. Arab Muslim woman praying Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991/Istilah Aurat Dalam Hukum Islam, Bedanya Antara Laki-laki dan Perempuan.
Jakarta -

Menurut istilah dalam hukum Islam, aurat adalah batas dalam tubuh manusia yang bisa menyebabkan rasa malu. Dikutip dari Al-Mubadda' juz 1/359, disebut aurat karena tercela bila terlihat atau ditampakkan.

Pengertian aurat dalam hukum Islam sejalan dengan secara bahasa. Aurat dalam pengertian bahasa (literal) adalah al-nuqshaan al-syai' al-mustaqabbih (kekurangan dan sesuatu yang mendatangkan celaan). Di antara bentuk pecahan katanya adalah awara yang bermakna qabiih (tercela).

Sesuai hukum Islam, aurat wanita tercantum dalam Al Quran surat An Nur ayat 31,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Arab-Latin: Wa qul lil-mu`mināti yagḍuḍna min abṣārihinna wa yaḥfaẓna furụjahunna wa lā yubdīna zīnatahunna illā mā ẓahara min-hā walyaḍribna bikhumurihinna 'alā juyụbihinna wa lā yubdīna zīnatahunna illā libu'ụlatihinna au ābā`ihinna au ābā`i bu'ụlatihinna au abnā`ihinna au abnā`i bu'ụlatihinna au ikhwānihinna au banī ikhwānihinna au banī akhawātihinna au nisā`ihinna au mā malakat aimānuhunna awittābi'īna gairi ulil-irbati minar-rijāli awiṭ-ṭiflillażīna lam yaẓ-harụ 'alā 'aurātin-nisā`i wa lā yaḍribna bi`arjulihinna liyu'lama mā yukhfīna min zīnatihinn, wa tụbū ilallāhi jamī'an ayyuhal-mu`minụna la'allakum tufliḥụn

Artinya: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakina agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Aurat perempuan ialah semua anggota badan kecuali muka dan telapak tangan. Aturan aurat perempuan beda dengan laki-laki yang hanya mencakup anggota badan dari pusat sampai lutut.

Sesuai istilah dalam hukum Islam, pembatasan aurat berlaku untuk semua orang yang merdeka, budak, muslim, dan kafir. Aurat tidak boleh diperlihatkan pada sembarang orang kecuali yang muhrim.

Bagian tubuh yang termasuk aurat wajib ditutup menggunakan pakaian yang tidak memperlihatkan kulit, bentuknya yang menarik perhatian lawan jenis, dan tidak tembus pandang. Desain penutup jangan sampai mengundang niat yang kurang baik pada penggunanya.

"Untuk laki-laki tutuplah bagian pusar sampai ke lutut. Sedangkan untuk perempuan memperlihatkan wajah dan telapak tangan," tulis Universitas Islam Indonesia dalam perpustakaan digitalnya DSpace UII.

Semoga pengertian batas aurat menurut istilah dalam hukum Islam bisa menambah pengetahuan para detikers ya. Selamat membaca.

(row/erd)