Pendiri Niqab Squad: Bercadar Melakukan Kejahatan Itu Oknum, Tak Paham Ilmu

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 01 Apr 2021 15:38 WIB
Caisar dan Indadari Ilustrasi wanita yang memakai cadar. Foto: iStock.
Jakarta -

Telah terjadi teror bom di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. Selang tiga hari, masyarakat dihebohkan oleh aksi penyerangan di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). Saat melakukan kedua aksi tersebut ada pelaku yang menggunakan cadar.

Hal tersebut menimbulkan stigma negatif terhadap wanita yang memakai cadar atau niqab untuk menutup auratnya. Indadari Mindrayanti sebagai pendiri komunitas untuk wanita bercadar, Niqab Squad Indonesia menegaskan jika kasus tersebut merugikan wanita bercadar lainnya.

Perjalanan Indadari dengan cadar sendiri dimulai sejak 2014. Dia memutuskan memakai niqab setelah mengetahui hukum sunnah dari mengenakan niqab.

"Jelas perbuatan itu sangat merugikan kami bagi pemakai cadar yang menggunakan cadar karena Allah SWT. Masyarakat ada yang kembali berpikir bahwa cadar itu teroris, cadar itu jahat dan semacamnya, padahal itu oknum, bahkan bisa jadi oknum tersebut juga pakai cadar untuk menutup wajahnya agar tidak dikenali ketika berbuat jahat bukan sepert kami yang menggunakan cadar karena ingin menjalankan syariat," ujar Indadari.

niqab squadAnggota Komunitas Niqab Squad. Foto: Gresnia Arela/Wolipop.

Wanita Bercadar Bukan Teroris

Indadari mengatakan seharusnya masyarakat tidak terpancing dengan doktrin tentang cadar itu teroris. Dia meminta masyarakat jangan menganggap semua orang yang bercadar sudah pasti teroris.

"Jangan mudah menilai seseorang dari cadarnya berarti semuanya sama. Padahal yang bercadar dan melakukan kejahatan itu kan adalah oknum, bahkan mungkin dia sendiri tidak paham ilmu kenapa dia bercadar. Kalau dia paham dia pasti malu berbuat jahat menggunakan cadarnya," tuturnya dengan tegas.

Indadari berharap bahwa masyarakat bisa cerdas dalam menanggapi kasus bom di gereja dan penyerangan Mabes Polri. Dia menegaskan lagi janganlah mudah menganggap semua yang bercadar itu teroris. Menurutnya justru banyak wanita bercadar sukses menekuni berbagai bidang.

"Banyak dari kami yang bercadar tapi hidupnya penuh kebaikan, jadi da'iyyah, pengacara, dokter, desainer, penulis, motivator, dan yang hidupnya justru bermanfaat untuk orang banyak," ucap Indadari.

Pada akhir wawancara wanita yang mempunyai lebih dari 521 ribu pengikut di Instagram itu memberikan pesan bagi wanita yang bercadar lainnya di tengah kasus ini. Dia mengatakan akan sangat tidak mudah bagi wanita bercadar di masa sekarang ini.

"Untuk teman-teman berniqab, semoga selalu dalam lindungan dan penjagaan Allah SWT. Saya tahu di saat situasi ini tidak mudah meyakinkan orang banyak bahwa kita bukan teroris. Yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan terus berbuat baik kepada semua orang. Harus lebih baik, lebih ramah, lebih menolong banyak orang, karena ketika kita menolong orang lain, Allah akan menolong kita di manapun berada. Semangat! Semoga selalu dalam lindungan Allah di mana pun berada," pungkasnya.

(gaf/eny)