Barakallah Fii Umrik, Makna dan Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Abdul Jalil - wolipop Jumat, 04 Okt 2019 22:20 WIB
lustrasi berdoa mengucapkan Barakallah fii umrik: (ilustrasi:Fauzan Kamil/detikcom) lustrasi berdoa mengucapkan Barakallah fii umrik: (ilustrasi:Fauzan Kamil/detikcom)

Jakarta -

Pernah diberi ucapan Barakallah fii umrik di hari ulang tahunmu? Lantas, apa artinya dan bagaimana hukumnya dalam ajaran Islam?

Ucapan Barakallah fii umrik sering kali kita dengar ketika ada seseorang yang sedang berulang tahun. Atau bahkan kita sendiri pernah diberi ucapan selamat seperti demikian.


Seperti kita ketahui, hari ulang tahun merupakan suatu penanda di perjalanan hidup seseorang. Dan ucapan selamat ulang tahun memang menjadi salah satu cara membahagiakan orang yang sedang berulang tahun tersebut.

Nah, dikutip dari berbagai sumber, berikut tulisan arab dan arti Barakallah fii umrik, serta hukum mengucapkan selamat ulang tahun.

1. Tulisan Arab dan Artinya

Barakallah fii umrik dalam tulisan Arabnya, adalah seperti berikut

بارك الله في عمرك

Artinya: semoga keberkahan selalu Allah limpahkan atas usiamu.

2. Kalimat Balasan Barakallah Fii Umrik

Kalimat yang seringkali diungkapkan bersamaan dengan selamat ulang tahun tersebut, merupakan doa yang baik untuk dikatakan oleh seorang Muslim.

Dan balasan untuk ucapan barakallah fii umrik adalah, dengan mengucapkan 'wa fiika barakallah' jika untuk laki-laki, atau 'wa fiiki barakallah' jika untuk perempuan, yang artinya semoga Allah juga memberkahimu.

Penggunaan 'ka' dan 'ki' ini mirip seperti ketika kita mengucapkan syafakallah kepada laki-laki yang sedang sakit, atau syafakillah yang diucapkan kepada perempuan.

3. Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Segala tindakan manusia pada dasarnya tergantung niatnya. Niatlah yang akan menentukan nilai tindakan tersebut. Selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, semua perkara layak dikerjakan, termasuk mengucapkan selamat ulang tahun.

Dikutip dari islam.nu.or.id, hukum mengucapkan selamat ulang tahun adalah mubah atau boleh dilakukan. Mubah maknanya, jika dikerjakan tak mendapatkan pahala juga tak berdosa. Jika pun ditinggalkan tidak berdosa dan tidak berpahala.

Hukum ini cenderung diterapkan pada perkara yang lebih bersifat keduniaan. Ada dalil qiyas, atau landasan pengambilan hukum tersebut. Yakni, keterangan dari kitab "Al-Iqna'" juz I halaman 162. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa sewaktu sahabat Ka'ab bin Malik menerima kabar gembira dari Nabi Muhammad mengenai penerimaan taubatnya, maka sahabat Thalhah bin Ubaidillah menyampaikan kepadanya ucapan selamat.

Didasarkan pada riwayat tersebut, maka dengan mengqiyaskan masalah ucapan ulang tahun ini dengan perilaku sahabat Nabi, berarti hukum ucapan tersebut mubah. Bahkan sebagian ulama mengatakan sunnah, namun dengan catatan selama tidak ada hal-hal munkar yang dilakukan di dalamnya.



4. Perspektif Sosial

Sebagai makhluk sosial, kita pasti akan berinteraksi dengan orang lain. Baik itu teman, partner bisnis, keluarga, dan sebagainya. Sedangkan, hari ulang tahun merupakan momen spesial di hati setiap orang. Dan sebagai seorang muslim yang baik, menunjukkan keramahtamahan, pembelaan, dan sikap berupaya membahagiakan, merupakan sesuatu yang tidak terlarang untuk dilakukan.

Selain ucapan selamat ulang tahun, memberikan hadiah juga baik. Hal ini justru dicontohkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya."" (HR. Bukhari, no. 2585)

Jadi, dari sisi sosial, mengucapkan selamat ulang tahun, apalagi memberikan hadiah, merupakan sesuatu yang baik karena bisa mempererat hubungan persaudaraan.





Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)