Tren Baju Lebaran 2019

Buat Lebaran, Baju Koko Pakistan Gantikan Model Black Panther di Tanah Abang

Silmia Putri - wolipop Jumat, 17 Mei 2019 18:32 WIB
Ilustrasi pria memakai kurta. Foto: Unsplash/Aditya Saxena Ilustrasi pria memakai kurta. Foto: Unsplash/Aditya Saxena

Jakarta -

Tak hanya para perempuan, kaum Adam pun berhak memiliki tampilan beda di Hari Raya Idul Fitri nanti. Setiap tahunnya, ada tren baju koko yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tahun lalu, Pasar Tanah Abang diramaikan oleh baju koko Black Panther. Baju koko tersebut terinspirasi dari kostum superhero Black Panther, yang film-nya sedang digandrungi kala itu. Bersama tren tersebut, ada pula baju koko Thanos hingga Iron Man yang dijual secara online.

Tahun ini, baju koko Pakistan atau disebut dengan Kurta ramai dijual di Pasar Tanah Abang. Berbeda dengan baju koko biasa, Kurta memiliki panjang selutut mirip tunik untuk perempuan. Baju koko seperti ini memang sering dikenakan oleh pria di Timur Tengah, seperti Pakistan.

Kurta yang dijual di Tanah Abang banyak menggunakan bahan linen yang kasual. Para pelapak Tanah Abang menyebut bahan kurta yang nyaman dipakai adalah katun denim. Harga kurta dibandrol sekitar Rp 140 ribu untuk atasannya saja, dan Rp 180 ribu untuk satu set.

Buat Lebaran, Baju Koko Pakistan Gantikan Model Black Phanter di Tanah AbangBaju koko Pakistan laris di Tanah Abang. Foto: Silmia Putri/Wolipop

"Dari bulan April udah ramai ya. Kalau warna sih beda-beda selera ya. Tapi nggak cuma warna netral aja yang laku, warna kaya merah marun gini juga laku," ungkap Nina, penjaga toko baju koko Razaaq kepada Wolipop pada Jumat (3/5/2019).

Selain kurta, ada pula 'Kemko' yaitu paduan dari kemeja dan baju koko. Bentuknya merupakan gabungan dari desain kemeja dan baju koko. Harganya dibandrol tak jauh berbeda dari Kurta.

Buat Lebaran, Baju Koko Pakistan Gantikan Model Black Phanter di Tanah AbangBaju koko Pakistan.Foto: Silmia Putri/Wolipop

Selain baju koko, pelanggan pria di Tanah Abang juga berburu sarung untuk salat Ied. Sarung yang sedang laris manis adalah motif etnik Bali. Motif garis-garis masih memiliki pasar, tapi motif etnik dianggap lebih kekinian.

"Sarung motif bali ini harganya Rp 85 ribuan. Ada yang lebih bagus, lebih mahal Rp 300 ribuan," ungkap penjaga toko Hade Collection.

Menurut sang penjaga toko, ribuan sarung sudah terjual perharinya menjelang Ramadan 2019. Namun, pembelian sarung masih lebih ramai tahun 2018 dibandingkan tahun ini.



(sil/sil)