Pendakwah Cantik Peserta Sunsilk Hijab Hunt Siap Jadi Penerus Mamah Dedeh

Silmia Putri - wolipop Sabtu, 04 Mei 2019 20:48 WIB
Foto: Silmia Putri/Detikcom Foto: Silmia Putri/Detikcom

Jakarta - Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 di Trans Studio Mall Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (4/5/3019) berlangsung ramai. Para peserta unjuk kebolehan di hadapan para juri. Tak hanya menampilkan bakat seni musik, peserta audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 juga menunjukkan keahlian berpidato atau berdakwah.

Salah satunya adalah Annisa, hijabers cantik asal Pontianak. Ia terbang langsung dari Kalimantan ke Jakarta untuk mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2019. Meski awalnya mengaku tak percaya diri, ia mantap mengikuti ajang pencarian bakat ini untuk membuktikan pentingnya dakwah bagi generasi muda.

"Dakwah itu bukan bakat ya kalau menurut Nisa, tapi sebuah keharusan. Apalagi untuk generasi muda. Sekarang kan banyak ustad-ustad atau dai-dai itu yang udah tua. Kalau mereka sudah tidak ada, siapa yang meneruskan? Sementara umat itu selalu membutuhkan sosok itu," tutur wanita yang mengagumi sosok K.H. Zainuddin MZ dan Mamah Dedeh ini.

Pendakwah Cantik Peserta Sunsilk Hijab Hunt Siap Jadi Penerus Mamah DedehFoto: Silmia Putri/Detikcom


Nisa jatuh cinta pada dunia dakwah sejak kecil. Meski tak terlahir di keluarga pesantren, ia mantap menekuni bidang ini tanpa merasa terbebani. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia menjuarai kontes Da'i Cilik se-Indonesia.

Sejumlah kontes dakwah dan MTQ pernah ia ikuti. Tak jarang ia pulang dengan membawa piala. Karena itu pula, Nisa sering diundang ke berbagai pengajian untuk mengisi tausyiah. Kini, Wanita berusia 21 tahun ini juga membina Rumah Quran Almaidah untuk anak-anak, bersama ibunya.

Menjadi pendakwah di usia muda, Nissa mengaku tidak merasa tertekan. Ia menikmati setiap kesempatan berbagi ilmu agama. Memang perlu keberanian untuk jadi berbeda. Oleh karena itu, tagline Sunsilk Hijab Hunt yaitu #HijabBerani dirasa sangat mewakili sosoknya.

"Nisa juga tetap gaul dong. Tapi apapun yang Nisa lakukan, Allah Maha Melihat. Kumpul sama temen-temen boleh aja, asal jangan ngumpulnya buat ngomongin orang," tuturnya.

Nisa berharap semakin banyak generasi muda yang terjun di dunia dakwah. Ia merasa regenerasi para ulama akan diperlukan. Ia pribadi sedang menyiapkan diri untuk menjadi daiyah yang profesional, seperti salah satu idolanya, Mamah Dedeh.

(sil/eny)