Muslimah New Zealand Buka Suara tentang Kontroversi Aksi Berkerudung
Silmia Putri - wolipop
Kamis, 11 Apr 2019 08:08 WIB
Jakarta
-
Dilansir dari Reuters, Masih mengungkap banyak wanita di Iran yang terpaksa memakai hijab karena aturan pemerintah. Hijab bagi Masih adalah simbol penindasan terhadap wanita.
Secara terang-terangan ia mengkritik Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern yang juga memakai kerudung saat menemui komunitas muslim korban penembakan. Menurutnya, hijab adalah isu yang sensitif.
Kontroversi yang terdengar riuh membuat beberapa muslimah di New Zealand buka suara. Mereka adalah Amira Hassouna, Latifa Daud, dan Zaina Baba yang berasal dari latar belakang profesi berbeda. Ketiganya menyampaikan pendapat mellaui TVNZ1.
Zaina Baba mengungkap tak semua muslimah merasa terpaksa memakai hijab. Banyak dari mereka yang berhijab karena mereka tahu ilmunya, bukan karena paksaan atau penindasan. Anggapan bahwa hijab adalah sebuah penindasan adalah sesuatu yang disayangkan baginya.
Lebih lanjut ia mengungkap bahwa jika berbicara kebebasan, ada banyak wanita muslim yang juga mencari kebebasan untuk berhijab. Ada beberapa negara yang melarang pemakaian hijab dan burqa.
"Aku rasa ini adalah kesalahpahaman yang besar tentang apa sebenarnya makna hijab. (Hijab) bukan sehelai kain yang menutupi kepala saja. Hijab adalah bagaimana cara kita memperlakukan orang lain, cara kita menjalani hidup," tutur Baba dilansir dari TVNZ.
Hal ini diamini oleh Amira Hassouna yang yang merupakan dosen senior di salah satu kampus New Zealand. Menurutnya, dalam Alquran hijab memiliki makna yang mendalam bukan hanya penutup kepala. Ia tidak merasa terpaksa memakainya.
"Jadi, aku memakai hijab karena keputusanku sendiri. Aku merasa bebas mengenakannya. Aku merasa percaya diri memakainya," tutup Hassouna.
(sil/ami)
Para wanita di New Zealand melakukan aksi solidaritas terhadap warga muslim korban penembakan di Christchurch pada Jumat (22/03/2019). Hari itu, mulai dari polisi hingga pembawa acara berita, kompak memakai kerudung.
Namun, aksi yang viral itu tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Beberapa pihak menganggap aksi tersebut tidak mewakili pemberdayaan wanita secara keseluruhan. Salah satu sosok yang vokal menentang aksi itu adalah Masih Alinejad seorang aktivis dan jurnalis asal Iran.
Namun, aksi yang viral itu tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Beberapa pihak menganggap aksi tersebut tidak mewakili pemberdayaan wanita secara keseluruhan. Salah satu sosok yang vokal menentang aksi itu adalah Masih Alinejad seorang aktivis dan jurnalis asal Iran.
Foto: Instagram |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontroversi yang terdengar riuh membuat beberapa muslimah di New Zealand buka suara. Mereka adalah Amira Hassouna, Latifa Daud, dan Zaina Baba yang berasal dari latar belakang profesi berbeda. Ketiganya menyampaikan pendapat mellaui TVNZ1.
Foto: Instagram |
Lebih lanjut ia mengungkap bahwa jika berbicara kebebasan, ada banyak wanita muslim yang juga mencari kebebasan untuk berhijab. Ada beberapa negara yang melarang pemakaian hijab dan burqa.
"Aku rasa ini adalah kesalahpahaman yang besar tentang apa sebenarnya makna hijab. (Hijab) bukan sehelai kain yang menutupi kepala saja. Hijab adalah bagaimana cara kita memperlakukan orang lain, cara kita menjalani hidup," tutur Baba dilansir dari TVNZ.
Foto: REUTERS/Jorge Silva |
"Jadi, aku memakai hijab karena keputusanku sendiri. Aku merasa bebas mengenakannya. Aku merasa percaya diri memakainya," tutup Hassouna.
Tags
new zealand
aksi pakai hijab di new zealand
aksi solidaritas new zealand
hijab
penembakan di christchurch
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Most Popular
1
Ramalan Shio 2026
Hoki! 5 Shio Ini Diprediksi Sukses di Tahun Kuda Api 2026, Cek Peruntunganmu
2
Viral Influencer Singgung Ukuran Kelamin Mantan Suami, Berujung Digugat
3
8 Gaya Lily Anak Raffi-Nagita, Dress Fendi Hingga Tas Dior Curi Atensi
4
Angelina Jolie Ingin Tinggalkan AS, Berencana Pindah ke Kamboja
5
7 Fakta Menarik Drama China Speed and Love, Chemistry Pemainnya Disorot
MOST COMMENTED












































Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: REUTERS/Jorge Silva