Itang Yunasz Kenalkan Indahnya Sumba di New York Fashion Week 2019

Silmia Putri - wolipop Jumat, 22 Feb 2019 09:33 WIB
Foto: Silmia Putri/Wolipop Foto: Silmia Putri/Wolipop

New York City - New York Fashion Week 2019 telah dihelat pada 7-13 Februari 2019. Dua desainer modest fashion Indonesia, Dian Pelangi dan Itang Yunasz mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya di ajang fashion populer itu. Mereka tampil di panggung The Shows New York Fashion Week 2019 pada Kamis (07/02/2019).

Panggung tersebut dijadikan kesempatan oleh Itang Yunasz untuk mengenalkan eloknya alam Indonesia. Ia memilih keindahan Sumba untuk inspirasi busana yang dipamerkan. Dalam waktu yang sangat sempit yakni dua bulan, Itang berhasil membuahkan karya bertajuk Tribal Diversity.


Itang Yunasz Kenalkan Indahnya Sumba di New York Fashion Week 2019Koleksi Itang Yunasz bernuansa Sumba saat ditampilkan di New York Fashion Week. (Foto: Getty Images)
"Saya melihat tren fashion di New York itu adalah sesuatu yang easy, yang simple dipakai. Tak terkecuali untuk evening wear. Karena saya begitu jatuh cinta dengan Indonesia bagian timur, saya memilih Sumba sebagai inspirasi utamanya," ungkap Itang Yunasz pada acara Media Update New York Fashion Week 2019 di 100 Eatery, Century Hotel Jakarta, Kamis (21/02/2019).

Sayangnya, Itang Yunasz tak bisa hadir langsung di New York karena masalah kesehatan. Namun, timnya berhasil memamerkan karya yang membuat 666 penonton yang hadir berdecak kagum. Meski mengambil tema Sumba, koleksinya terlihat modern.

Ia membawa 12 koleksi yang didominasi oleh gaun longgar. Bahan lace yang ringan dan flowy ia padukan dengan motif tenun ikat Sumba dengan teknik printing. Warna-warna yang hangat dipilih untuk mengingatkan kita pada padang di tanah Sumba.

Itang Yunasz Kenalkan Indahnya Sumba di New York Fashion Week 2019Foto: Getty Images
Untuk menambah kesan spesial, koleksi tersebut ditaburi payet cantik mengikuti bentuk motif tenunt ikat Sumba. Ada pula gambar kuda yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari di sana. Agar tak monoton, koleksi tersebut diramu dengan gaya bohemian sehingga terlihat chic.

Turban dipilih sebagai headscarf universal yang bisa dipakai siapapun, dari agama apapun. Desainer yang sudah terjund di dunia fashion sejak tahun 1880 ini ingin menyampaikan pesan bahwa modest fashion itu bisa dipakai oleh semua orang. Berpakaian santun dianjurkan oleh semua agama.

Panggung Itang Yunasz dan Dian Pelangi dihadiri oleh para blogger New York hingga Miss USA. Pemberitaan media luar juga cukup ramai. Harapannya dengan pertunjukkan tersebut, mimpi menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion dunia semakin mudah tercapai.

Itang Yunasz Kenalkan Indahnya Sumba di New York Fashion Week 2019

(dtg/dtg)