Marks & Spencer Jual Hijab Untuk Seragam Sekolah, Picu Kontroversi
Silmia Putri - wolipop
Rabu, 17 Okt 2018 11:30 WIB
Jakarta
-
Semakin banyak brand fashion populer dunia yang mencoba peruntungan di industri fashion hijab. Jika Nike membuat hijab untuk olahraga, Marks & Spencer memilih celah lain yaitu membuat hijab untuk seragam sekolah.
Hijab yang ia jual berbentuk hijab instan dengan pola yang umum digunakan di Indonesia. Hijab tersebut dijual di website resmi Marks & Spencer seharga 6 Poudsterling atau sekitar Rp 120 ribu. Ukurannya pun terbatas untuk anak usia sekolah yaitu umur 6-8 tahun.
Pada salah satu cuitan akun Twitter resmi Marks & Spencer, disebutkan bahwa hijab instan ini disediakan untuk 250 sekolah di seluruh dunia. Marks & Spencer mencoba memenuhi kebutuhan para murid di sekolah tersebut.
Baca juga: GAP Tampilkan Model Cilik Berhijab di Iklan Terbarunya
Sayangnya, tak semua merespon baik keputusan Marks & Spencer ini. Beberapa akun Twitter kecewa dan merasa tidak sepantasnya anak kecil memakai hijab. Banyak orang menganggap hijab adalah untuk menghindarkan perempuan dewasa dari kekerasan seksual, sementara anak kecil belum membutuhkan itu.
Cuitan buruk tentang keputusan Marks & Spencer ini merajalela di Twitter. Banyak juga yang menyindir kenapa Marks & Spencer tidak membuat hijab ke dalam ukuran 'unisex' agar bisa dipakai oleh anak pria untuk melindungi diri.
"Marks & Spencer sells school uniform hijabs for girls as young as 6. This is an abomination. This is extremist Islamism and NOT a Koranic requirement for young Muslim girls at primary school. No, no," tulis presenter Julia Hartley di akun Twitter-nya.
Penyiar radio LBC, sebuah radio digital di Inggris bernama Maajid Nawaz ikut mengkritik habis-habisan ritel ini. Ia menganggap Mark & Spencer hanya mencuri kesempatan untuk keuntungan penjualan belaka tanpa melihat nilainya. Ia merasa hijab hanya tradisi di Arab, dan Marks & Spencer sebaiknya berjualan di sana.
Baca juga: Kenalan dengan Hanna, Desainer Busana Muslim Termuda Usianya 10 Tahun
Belum ada tanggapan ataupun permintaan maaf keluar dari pihak Marks & Spencer. Sebagaimana kita tahu, di Indonesia seragam berhijab untuk anak dan remaja di sekolah sangat umum ditemukan.
Indonesia sempat menjadi negara yang tidak memperbolehkan anak sekolah negeri memakai hijab pada tahun 1980-an. Namun peraturan tersebut dihapus seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran toleransi. (sil/sil)
Hijab yang ia jual berbentuk hijab instan dengan pola yang umum digunakan di Indonesia. Hijab tersebut dijual di website resmi Marks & Spencer seharga 6 Poudsterling atau sekitar Rp 120 ribu. Ukurannya pun terbatas untuk anak usia sekolah yaitu umur 6-8 tahun.
Pada salah satu cuitan akun Twitter resmi Marks & Spencer, disebutkan bahwa hijab instan ini disediakan untuk 250 sekolah di seluruh dunia. Marks & Spencer mencoba memenuhi kebutuhan para murid di sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hijab seragam sekolah buatan Mark & Spencer. Foto: Dok. Website Mark & Spencer |
Baca juga: GAP Tampilkan Model Cilik Berhijab di Iklan Terbarunya
Sayangnya, tak semua merespon baik keputusan Marks & Spencer ini. Beberapa akun Twitter kecewa dan merasa tidak sepantasnya anak kecil memakai hijab. Banyak orang menganggap hijab adalah untuk menghindarkan perempuan dewasa dari kekerasan seksual, sementara anak kecil belum membutuhkan itu.
Cuitan buruk tentang keputusan Marks & Spencer ini merajalela di Twitter. Banyak juga yang menyindir kenapa Marks & Spencer tidak membuat hijab ke dalam ukuran 'unisex' agar bisa dipakai oleh anak pria untuk melindungi diri.
"Marks & Spencer sells school uniform hijabs for girls as young as 6. This is an abomination. This is extremist Islamism and NOT a Koranic requirement for young Muslim girls at primary school. No, no," tulis presenter Julia Hartley di akun Twitter-nya.
Penyiar radio LBC, sebuah radio digital di Inggris bernama Maajid Nawaz ikut mengkritik habis-habisan ritel ini. Ia menganggap Mark & Spencer hanya mencuri kesempatan untuk keuntungan penjualan belaka tanpa melihat nilainya. Ia merasa hijab hanya tradisi di Arab, dan Marks & Spencer sebaiknya berjualan di sana.
Baca juga: Kenalan dengan Hanna, Desainer Busana Muslim Termuda Usianya 10 Tahun
Belum ada tanggapan ataupun permintaan maaf keluar dari pihak Marks & Spencer. Sebagaimana kita tahu, di Indonesia seragam berhijab untuk anak dan remaja di sekolah sangat umum ditemukan.
Indonesia sempat menjadi negara yang tidak memperbolehkan anak sekolah negeri memakai hijab pada tahun 1980-an. Namun peraturan tersebut dihapus seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran toleransi. (sil/sil)
Elektronik & Gadget
Smartwatch Powerful! HUAWEI WATCH FIT 4 Series Bisa Tahan 10 Hari & Punya GPS Akurat
Perawatan dan Kecantikan
Jerawat Bandel Hilang Semalaman? Ini 2 Acne Patch yang Wajib Kamu Coba!
Elektronik & Gadget
Kerja di Tempat Ramai Tapi Tetap Fokus? Rahasianya Ternyata Hanya dengan TWS Ini
Perawatan dan Kecantikan
Tetap Glowing di Tengah Jadwal Super Padat? Ini Rahasia Maskeran Anti Kusam
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
TikTok Viral Verificator
Viral Kamar dan Tempat Tidur Penuh Sampah, Identitas Penghuninya Bikin Kaget
2
Dari Paris ke Jakarta, Melihat Lebih Dekat Koleksi Dior Spring-Summer 2026
3
Ramalan Zodiak 3 April: Aquarius Beda Prinsip, Pisces Lebih Sabar
4
Potret Rina Nose Liburan ke Melbourne Bareng Suami, Memukau Usai Oplas Hidung
5
Pangeran Harry Pernah Chat Genit dengan Reporter, Pesannya Kini Terungkap
MOST COMMENTED












































Hijab seragam sekolah buatan Mark & Spencer. Foto: Dok. Website Mark & Spencer