Tren Baju Lebaran 2018 Menurut Desainer Tuty Adib

Silmia Putri - wolipop Senin, 23 Apr 2018 07:45 WIB
Foto: Silmia Putri/Wolipop Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta -

Bulan suci Ramadhan tinggal menunggu hitungan minggu. Salah satu hal yang paling menyita perhatian saat bulan Ramadhan adalah tren busana muslim. Penjualan busana muslim biasanya meningkat tajam di bulan ini.

Menyambut momen penting tersebut, desainer busana muslim Tuty Adib sudah bisa memprediksi tampilan seperti apa yang banyak ditemukan nanti. Prediksi tren baju Lebaran Tuty datang dari tren fashion yang sudah bergulir dari awal tahun hingga ciri khas baju Lebaran di Indonesia.


1. Kaftan
Tren Baju Lebaran 2018 Menurut Desainer Tuty AdibFoto: Dok. HIJUP
"Pertama, penggunaan kaftan masih akan disenangi para wanita muslim. Hal ini disebabkan bentuknya yang longgar, nyaman dipakai, dan tetap terlihat sopan," ungkap Tuty Adib kepada Wolipop pada Jumat (20/04/2018) di Hotel Haris Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Menurut Tuty, kaftan sudah menjadi 'ciri khas' baju lebaran di Indonesia yang sulit dipisahkan. Tahun ini, kemungkinan para desainer akan kembali berinovasi dengan kaftan.

2. Scarf Motif
Tren Baju Lebaran 2018 Menurut Desainer Tuty AdibFoto: Instagram @MegaIskanti
Tampaknya tren scarf motif akan menemui puncaknya lebaran tahun ini. Desain yang ditawarkan para lokal brand, desainer, hingga ilustrator sudah sangat beragam. Mereka juga sudah menyajikan bahan yang nyaman dipakai saat lebaran.
"Orang-orang mungkin akan lebih memilih busana yang simple dan nyaman. Kemudian kerudungnya scarf motif berbahan voal," ujar desainer yang sudah menampilkan busananya di London Fashion Scout baru-baru ini.


Baca Juga: Baju Lebaran Warna Putih Masih Tren atau Sudah Kuno? Ini Kata Desainer

3. Etnik
Tren Baju Lebaran 2018 Menurut Desainer Tuty AdibFoto: Instagram @Riamiranda
Isu nasionalisme sedang marak diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Hal itu bisa berpengaruh pada penampilan para wanita muslimah saat lebaran.
Pemilihan busana etnik tak selalu berkutat pada busana batik atau kain tradisional. Motif-motif tradisional yang dicetak ke dalam scarf bisa jadi pilihan untuk tampil lebih nasionalis. Kebaya yang dimodifikasi jadi tunik juga tak kalah menarik.

(sil/ami)