Nyanyikan Haleluya Pakai Bahasa Arab, Hijabers Ini Jadi Kontroversi

Silmia Putri - wolipop Rabu, 07 Feb 2018 16:06 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram

Jakarta - Kata 'Haleluya' atau 'Hallelujah' berasal dari bahasa Ibrani yang berarti 'Pujilah Tuhan'. Haleluya dikenal sebagai bagian dari doa bagi umat Yahudi dan sebagai pujian untuk Tuhan bagi umat Kristen.

Lagu Hallelujah dipopulerkan oleh Leonard Cohen pada tahun 1975, kemudian memiliki banyak versi hingga kini. Salah satu versi yang paling populer adalah yang dinyanyikan grup acapella Pentatonix tahun 2016.

Di sebuah video yang diunggah di Youtube 4 Februari 2018 lalu, seorang hijabers keturunan Prancis-Suriah membuat heboh publik karena menyanyikan lagu Hallelujah versi Leonard Cohen pada ajang pencarian bakat 'The Voice' Prancis. Tak hanya karena ia seorang muslim, dia juga menggemparkan penonton karena menyanyikan lagu tersebut memakai bahasa Arab.

Hijabers bernama Mennel Ibtissem itu tampil mengenakan turban berwarna biru dan blazer hitam. Di awal penampilan Mennel bernyanyi memakai lirik bahasa Inggris. Sebagai ciri khas kontes ini, semua kontestan bernyanyi tanpa dilihat juri terlebih dahulu, atau istilah populernya blind audition. Juri yang hanya mendengar suaranya langsung menekan tombol --tanda ia telah dipilih-- karena terkesima dengan suaranya.

Saat melihat sosok yang bernyanyi lagu 'Hallelujah' ternyata seorang wanita berhijab, para juri tak bisa menutupi rasa terkejutnya. Apalagi ketika Mannel Ibtissem
meneruskan nyanyiannya memakai bahasa Arab.

Nyanyikan Haleluya Pakai Bahasa Arab, Hijabers Ini Jadi KontroversiFoto: Instagram


Nyanyiannya itu menarik respon yang berbeda-beda. "Bukannya penutup kepala seperti itu dilarang ya, di Prancis?" ungkap akun Youtube AbbaNo.

Tapi, banyak juga yang mendukung dan mengagumi aksi Mennel. "Ini baru orang Suriah. Cantik, berpendidikan, bertalenta, dan penuh kedamaian," ungkap akun bernama Maro-Maro.



Dilansir dari Emirateswoman, setelah penampilan tersebut berita tentang Mennel Ibtissem jadi ramai di Prancis. Hijab yang ia kenakan jadi sorotan, hingga ada media Prancis yang mengungkit cuitan Mennel di Twitter tahun 2016 yang jadi kontroversi.

Ia pernah menulis, "Pemerintah adalah teroris yang sebenarnya".

Cuitan ini muncul pada Agustus 2016 setelah polisi menetapkan Mohamed Lahouaiej sebagai pelaku pembunuhan saat perayaan Bastille. Kini postingannya di Twitter kembali diperbincangkan setelah ia jadi sorotan karena menyanyikan 'Hallelujah' dengan bahasa Arab.

Berita tersebut dijawab oleh Mennel di akun Facebook-nya.

"Aku lahir di Besançon, aku cinta Prancis, aku mencintai negaraku. Saya sangat mengutuk, tentu saja, terorisme," tulis Mennel Ibtissam di statusnya.

Mennel Ibstissem pun mengungkapkan rasa cinta dan toleransinya. Ia menyebutkan lagu Hallelujah yang ia nyanyikan adalah salah satu buktinya. Ia merasa lagu itu mewakili pesan yang ingin ia sampaikan sebagai seniman. (sil/sil)