Vivi Zubedi Bawa Tenun Pagatan Kalteng ke New York Fashion Week
Silmia Putri - wolipop
Rabu, 31 Jan 2018 15:50 WIB
Jakarta
-
Mimpi Indonesia untuk menjadi kiblat hijab fashion dunia, semakin terlihat arahnya. Membuka tahun 2018, Vivi Zubedi didaulat jadi satu-satunya modest fashion desainer yang melenggang di New York Fashion Week The Shows.
Prestasi ini dijadikan kesempatan oleh Vivi Zubedi untuk mengangkat kain tradisional Indonesia. Ia pun menelusuri Pulau Kalimantan, menempuh 10 jam dari kota ke kawasan Pagatan Kalimantan Tengah. Di sana ia mulai berkenalan dengan para penenun, mempelajari pembuatan kain sasirangan, dan menemukan jenis tenun yang belum ada di daerah manapun di Indonesia, yakni tenun Pagatan.
Tenun ini hanya dipakai oleh orang daerah Pagatan, sangat otentik. Melihat langsung cara pembuatannya membuat Vivi Zubedi tersentuh. "Untuk menenun satu kain yang biasanya lebarnya 2,5 meter, mereka hanya dibayar 1 ribu rupiah per helai," ujarnya sambil menahan tangis.
Di luar undangan acara mode tersebesar di dunia itu, Vivi Zubedi pun bertekad untuk bisa mengangkat kesejahteraan para penenun di desa itu. Ia memberikan pelatihan kepada para penenun, bekerja sama dengan pemerintah. "Hal yang masih kurang dari mereka hanya 'taste' dan tren kekinian. Untuk itu saya bersama pemerintah setempat membuat pelatihan untuk mereka," ujarnya pada press conference di Khung, Plaza Indonesia Jakarta (31/01/2018).
Mewakili tangan-tangan kreatif itu, ia pun dengan bangga mengangkat judul koleksi, "Urang Banoa". Menggandeng e-commerce hijab terbesar di Indonesia HIJUP, Vivi Zubedi siap melenggang di panggung utama New York Fashion Week bersama label kelas dunia seperti Jeremy Scott dan Prabal Gurung. Ia mendapat jadwal pertunjukan di hari yang sama dengan Victoria Beckham.
"Saya menjadi satu-satunya perwakilan modest fashion desainer di dunia pada acara itu. Ini adalah kesempatan saya untuk menunjukkan lebih dari sekedar modest, cover, atau pakaian tertutup. Saya akan menunjukkan nilai-nilai syariat busana Islam seperti ciri khas Vivi Zubedi," ungkapnya.
Meski begitu, tentu ada sentuhan lain yang diberikan untuk acara spesial ini. Vivi menyulap kain tradisional menjadi tampilan victorian yang glamor. Kain tradisional itu dikawinkan dengan beragam kain modern seperti beludru dan lace. Ia pun memainkan payet-payet vintage seperti manik mutiara, hingga siapapun yang memakainya akan terlihat seperti putri bangsawan tahun 1920-an.
Ada 32 potong busana yang akan ia sajikan, di luar aksesori seperti sepatu dan pin. Semua koleksi ini akan ada versi ready to wear yang bisa dibeli di HIJUP. Kisaran harga koleksi yang akan dijual bebas itu adalah sekitar Rp 300.000 hingga Rp 2.000.000. (sil/sil)
Prestasi ini dijadikan kesempatan oleh Vivi Zubedi untuk mengangkat kain tradisional Indonesia. Ia pun menelusuri Pulau Kalimantan, menempuh 10 jam dari kota ke kawasan Pagatan Kalimantan Tengah. Di sana ia mulai berkenalan dengan para penenun, mempelajari pembuatan kain sasirangan, dan menemukan jenis tenun yang belum ada di daerah manapun di Indonesia, yakni tenun Pagatan.
Tenun ini hanya dipakai oleh orang daerah Pagatan, sangat otentik. Melihat langsung cara pembuatannya membuat Vivi Zubedi tersentuh. "Untuk menenun satu kain yang biasanya lebarnya 2,5 meter, mereka hanya dibayar 1 ribu rupiah per helai," ujarnya sambil menahan tangis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Wolipop/Silmia Putri |
Mewakili tangan-tangan kreatif itu, ia pun dengan bangga mengangkat judul koleksi, "Urang Banoa". Menggandeng e-commerce hijab terbesar di Indonesia HIJUP, Vivi Zubedi siap melenggang di panggung utama New York Fashion Week bersama label kelas dunia seperti Jeremy Scott dan Prabal Gurung. Ia mendapat jadwal pertunjukan di hari yang sama dengan Victoria Beckham.
"Saya menjadi satu-satunya perwakilan modest fashion desainer di dunia pada acara itu. Ini adalah kesempatan saya untuk menunjukkan lebih dari sekedar modest, cover, atau pakaian tertutup. Saya akan menunjukkan nilai-nilai syariat busana Islam seperti ciri khas Vivi Zubedi," ungkapnya.
Foto: Wolipop/Silmia Putri |
Meski begitu, tentu ada sentuhan lain yang diberikan untuk acara spesial ini. Vivi menyulap kain tradisional menjadi tampilan victorian yang glamor. Kain tradisional itu dikawinkan dengan beragam kain modern seperti beludru dan lace. Ia pun memainkan payet-payet vintage seperti manik mutiara, hingga siapapun yang memakainya akan terlihat seperti putri bangsawan tahun 1920-an.
Foto: Wolipop/Silmia Putri |
Ada 32 potong busana yang akan ia sajikan, di luar aksesori seperti sepatu dan pin. Semua koleksi ini akan ada versi ready to wear yang bisa dibeli di HIJUP. Kisaran harga koleksi yang akan dijual bebas itu adalah sekitar Rp 300.000 hingga Rp 2.000.000. (sil/sil)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
9 Drama China 2025 Rating Tertinggi, Terbaru Shine On Me
MOST COMMENTED












































Foto: Wolipop/Silmia Putri
Foto: Wolipop/Silmia Putri
Foto: Wolipop/Silmia Putri