Kisah Viral Wanita Nigeria yang Berhijab tapi Pakai Rambut Palsu
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 18 Des 2017 11:42 WIB
Jakarta
-
Foto seorang hijabers Nigeria yang mengenakan jilbab hitam dan rambut palsu warna putih baru-baru ini menyebar di media sosial. Bukan karena penampilannya yang unik melainkan ada kisah di balik foto tersebut.
Hijabers itu diketahui bernama Amasa Firdaus Abdulsalam. Ia banyak diperbincangkan di media sosial karena berani bersikap tegas saat mempertahankan jilbabnya. Amasa diminta melepaskan jilbab jika ia ingin mengikuti Call to Bar atau upacara kelulusan untuk mahasiswi hukum.
Jika Amasa menolak lepas jilbab, ia tak diizinkan untuk mengikuti upacara tersebut di International Conference Centre. Meski diancam demikian, mahasiswi Ilorin University itu tetap menolak lepas jilbab dan ingin mengikuti Call to Bar dengan tambahan rambut palsu di atas kerudung hitamnya.
Call to Bar adalah momen resmi di mana seseorang dilantik menjadi penegak hukum dan memperoleh lisensi untuk mempraktekkan hukum di masyarakat. Karena menolak lepas jilbab, Amasa baru akan mengikuti prosesi tersebut tahun depan dengan syarat ia harus mengikuti peraturan yakni tak memakai kerudung.
Tak terima dengan ketidakadilan ini, Amasa mengajukan hukum atas pelanggaran terhadap hak kebebasan beragama sebagaimana dilindungi oleh pasal 38 dalam Konstitusi 1999. Kasus Amasa kemudian viral di media sosial hingga muncul hashtag #Justicefor Firdaus.
Salah seorang netizen mengatakan ini tidak adil hanya karena pakaian Amasa tak bisa mendapatkan haknya seperti mahasiswa lain. Beberapa juga menuturkan hal serupa.
"#JUSTICEFORFIRDAUZ A Muslim lady, Amasa Firdaus, who graduated from Unilorin and NLS Abj campus was barred from entering the ICC for the Call to Bar because she refused to remove her Hijab in defiance to the archaic and repugnant tradition and she wasnt called to Bar either," kata pengguna Twitter dengan akun @danabdullahi.
"Muslim Barristers in the UK wear their Hijab with or without the wig in Court, without disturbance or victimisation. The UK is the cradle of our legal system and legal ethics. Alas, we interpret our own laws to reflect our bias and intolerance. #JusticeForFirdaus #CallFirdaus," tambah @hasibsuenu.
"After five years in the university 🎓 one year in law school, huge amount of money paid for school fees both in the university and law school, this muslim sister was not called to bar simply because she wore a small hijab #JusticeforFirdaus," ujar @firdaus_balogun.
Meski demikian ada pula yang mengatakan kalau sebaiknya Amasa mengikuti peraturan di universitas tersebut. Mereka merasa seharusnya Amasa tak melakukan hal yang menyalahi peraturan itu. (ays/ays)
Hijabers itu diketahui bernama Amasa Firdaus Abdulsalam. Ia banyak diperbincangkan di media sosial karena berani bersikap tegas saat mempertahankan jilbabnya. Amasa diminta melepaskan jilbab jika ia ingin mengikuti Call to Bar atau upacara kelulusan untuk mahasiswi hukum.
Jika Amasa menolak lepas jilbab, ia tak diizinkan untuk mengikuti upacara tersebut di International Conference Centre. Meski diancam demikian, mahasiswi Ilorin University itu tetap menolak lepas jilbab dan ingin mengikuti Call to Bar dengan tambahan rambut palsu di atas kerudung hitamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak terima dengan ketidakadilan ini, Amasa mengajukan hukum atas pelanggaran terhadap hak kebebasan beragama sebagaimana dilindungi oleh pasal 38 dalam Konstitusi 1999. Kasus Amasa kemudian viral di media sosial hingga muncul hashtag #Justicefor Firdaus.
Salah seorang netizen mengatakan ini tidak adil hanya karena pakaian Amasa tak bisa mendapatkan haknya seperti mahasiswa lain. Beberapa juga menuturkan hal serupa.
"#JUSTICEFORFIRDAUZ A Muslim lady, Amasa Firdaus, who graduated from Unilorin and NLS Abj campus was barred from entering the ICC for the Call to Bar because she refused to remove her Hijab in defiance to the archaic and repugnant tradition and she wasnt called to Bar either," kata pengguna Twitter dengan akun @danabdullahi.
"Muslim Barristers in the UK wear their Hijab with or without the wig in Court, without disturbance or victimisation. The UK is the cradle of our legal system and legal ethics. Alas, we interpret our own laws to reflect our bias and intolerance. #JusticeForFirdaus #CallFirdaus," tambah @hasibsuenu.
"After five years in the university 🎓 one year in law school, huge amount of money paid for school fees both in the university and law school, this muslim sister was not called to bar simply because she wore a small hijab #JusticeforFirdaus," ujar @firdaus_balogun.
Meski demikian ada pula yang mengatakan kalau sebaiknya Amasa mengikuti peraturan di universitas tersebut. Mereka merasa seharusnya Amasa tak melakukan hal yang menyalahi peraturan itu. (ays/ays)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Heboh Rumor Park Bo Gum Gay, Foto Lawas dengan Mantan Pacar Jadi Sorotan
2
Ramalan Zodiak Capricorn 2026: Karier Melaju, Cinta Masih Berliku
3
Gaya Anak Kanye West yang Makin Berani, Hitamkan Gigi di Usia 12 Tahun
4
Review: Menjajal Hutan Spa di ONYX Resort Park Ubud
5
Foto: 10 Artis Hollywood Bergaun Terbaik di Critics' Choice Awards 2026
MOST COMMENTED











































