Hijabers Ini Bikin Rumah Tinggal untuk Bantu Wanita Muslim di Kanada

Arina Yulistara - wolipop Sabtu, 04 Nov 2017 09:55 WIB
Foto: Ist. Foto: Ist.

Kanada - Tak sedikit hijabers di berbagai negara yang mengalami diskriminasi. Beberapa wanita muslim di Kanada masih mengalaminya. Melihat hal itu, seorang hijabers asal Kanada, Yasmine Youssef, membuat rumah tinggal untuk melayani para wanita muslim khususnya di kawasan Greater Toronto Area (GTA), Kanada.

Rumah tinggal itu diberinama Nisa Homes. Setiap hari, pintu rumah itu terbuka untuk melayani para wanita muslim yang membutuhkan. Youssef bercerita kalau sejak 2014, Nisa Homes sudah membantu lebih dari 150 wanita di Kanada. Sebanyak 14 wanita dank anak-anak dari kawasan GTA sudah menjadikan Nisa Homes seperti rumah mereka sendiri.

Nise Homes merupakan rumah tiggal pertama di GTA yang secara khusus dibuat untuk melayani wanita muslim. Rumah itu terbuka untuk wanita yang membutuhkan. Banyak imigran, pengungsi, serta tunawisma datang ke Nisa Homes untuk memulihkan diri sebelum mencari tempat tinggal yang sesungguhnya.

"Bagi banyak wanita di sini, mereka tidak mencari tempat berlindung sesungguhnya tapi di mana mereka bisa memulihkan diri," ujar Youssef.

Nisa Homes juga bisa disebut sebagai tempat penampungan. Sebenarnya bukan hanya untuk wanita muslim saja tapi semua perempuan di Kanada. Namun di Nisa Homes tersedia berbagai fasilitas yang bisa mendukung ibadah wanita muslim seperti tempat salat.

Tak heran bila banyak wanita muslim yang pergi ke Nisa Homes untuk mendapatkan perlindungan. Beberapa penghuni Nisa Homes mengaku takut awalnya tinggal di rumah tersebut karena mengkhawatirkan berbagai risiko yang bisa terjadi seperti Islamophobia hingga pelecehan seksual. Namun diakui salah satu wanita yang pernah tinggal di Nisa Homes, Maryam, ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik di rumah tersebut.

"Aku awalnya takut pergi ke tempat penampungan dan menjadi tunawisma. Tapi aku kesulitan, aku tidak memiliki keluarga di sini, dan saat tiba di Nisa Homes ini aku merasa lega," ujar wanita yang tinggal di Nisa Homes pada 2015 itu.

Maryam mengatakan bahwa ia bisa tidur dan makan dengan baik di Nisa Homes. Bahkan tersedia guru bimbingan spiritual untuk memulihkan keadaan Maryam setelah pernikahannya hancur akibat kekerasan. Ia tinggal di Nisa Homes selama tiga bulan sambil menulis ujian akhir sebelum lulus kuliah dan menyelesaikan gelar masternya.

Dua tahun kemudian, ia tinggal di Montreal, Kanada, dan berhasil memiliki karier sukses. Ia membayangkan jika tak ada Nisa Homes maka kehidupannya tidak akan seperti sekarang.

"Aku bahkan tidak bisa mengungkapkan apa yang telah dilakukan NisaHomes untukku," katanya lagi.
(ays/ays)