Terinspirasi dari Donald Trump, 2 Hijabers AS Rilis Brand Hijab di Phoenix

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 04 Jul 2017 13:15 WIB
Foto: Dok. Amara Collection
Jakarta - Kebijakan Donald Trump mempengaruhi kehidupan muslim di berbagai negara terutama kawasan Amerika Serikat. Hal tersebut membuat banyak orang prihatin, termasuk dua wanita muda yang masih berstatus sebagai mahasiswi di Arizona State University ini.

Kedua wanita yang dimaksud adalah Furdos Nurhussen dan Najma Hassan. Keduanya mengaku sedih melihat dunia politik saat ini terutama setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45.

Kampanye anti-muslim yang pernah diserukan Donald Trump membuat keduanya sempat merasa khawatir. Namun dengan kepercayaan diri tinggi mereka pun berusaha untuk tetap berpegang teguh pada imannya dan membantu wanita muslim lain agar tidak takut berhijab.
Terinspirasi dari Donald Trump, 2 Hijabers AS Rilis Brand Hijab di PhoenixFoto: Dok. Amara Collection

Furdos dan Najma pun kemudian berpikir untuk melakukan sesuatu. Karena passion mereka ke arah mode dan sudah mempunyai cita-cita sejak dulu ingin mengeluarkan brand sendiri tapi belum tahu bekerja dalam bidang apa, keduanya pun memutuskan untuk merilis brand hijab. Terinspirasi dari Donald Trump, mereka sengaja merilis brand hijab untuk menyemangati wanita muslim lainnya agar tidak khawatir lagi dengan hijab mereka.

"Aku tidak berpikir kita tahu apa yang ingin kita keluarkan sampai Donald Trump berkampanye. Melihat segala sesuatu yang terjadi setelah pemilihan ini malah membuat kita lebih percaya diri menjadi muslim, dan semua identitas kita termasuk kita sebagai warga Amerika, makanya kita pilih mengeluarkan brand hijab karena Donald Trump," jelas Furdos dilansir dari Phoenix New Times.

Kedua mahasiswi berusia 24 tahun berdarah Afrika itu mengeluarkan brand hijab bernama Amara Collection di Phoenix, Arizona, Amerika. Koleksi jilbab perdananya sangat simpel meliputi warna solid dan cerah.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau sekitar US$ 12 sampai US$ 14 atau mulai dari Rp 160 ribuan. Koleksi Amara ditujukan terutama untuk hijabers berkulit gelap. Untuk koleksi hijab mereka diproduksi sendiri karena ayah Furdos merupakan seorang penjahit yang sudah berpengalaman selama sepuluh tahun.

"Kami memiliki mesin jahit sendiri di rumah dan dia menjahit pakaian untuk klien juga terkadang mengajariku untuk menjahit," tambahnya.

(ays/ays)