Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bar di Australia Ini Hampir Semua Pelayannya Berhijab

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 23 Mei 2017 18:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Jakarta - Meningkatnya Islamophobia di beberapa negara membuat para muslimah merasa geram. Tak sedikit yang merasa perlu melakukan aksi untuk meredakan Islamophobia. Kini hal tersebut dilakukan oleh pemilik salah satu restoran dan bar di Australia, Moroccan Soup Bar.

Sang pemilik hanya mau mempekerjakan wanita muslim. Ia tidak menerima pelayan maupun koki yang bukan muslim. Pendiri Moroccan Soup Bar bernama Hana Assifiri itu memang mendeskripsikan dirinya muslim feminis.

Hana menjelaskan bahwa Moroccan Soup Bar memiliki konsep yang berbeda dari restoran biasanya. Dalam kebijakannya, Moroccan Soup Bar menerima pekerja wanita muslim untuk membantu para muslimah lain mendapatkan pekerjaan dan memerangi Islamophobia.
Hana Hana.

Moroccan Soup Bar bukan berarti menjual beragam minuman keras namun lebih populer di kalangan pecinta vegetarian. Menjual berbagai sajian sup dan sayuran, restoran yang berada di Fitzroy North ini juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika wanita muslim membutuhkan pekerjaan saya akan memberinya pekerjaan walaupun saya tidak membutuhkan tenaga kerja. Saya percaya pada pemberdayaan perempuan daripada amal. Mereka juga diberikan lingkungan yang memadai," ujar Hana seperti dilansir dari News Australia.

Selama bekerja di restorannya, Hana memberikan kelonggaran untuk para karyawan menyempatkan diri beribadah. Bahkan ketika restoran dalam keadaan sibuk, Hana tetap mengizinkan karyawannya mengerjakan salat. Tak heran bila hampir semua karyawannya berhijab.

Hana ingin memberikan kenyamanan kepada para muslimah saat bekerja. Meski demikian, Hana tetap berusaha profesional. Meski bekerja di restorannya tak perlu resume tapi tetap harus memiliki pikiran dan kemauan yang kuat.

"Meskipun Anda mungkin tidak perlu resume untuk masuk, Anda tetap harus berpikiran kuat dan berkemauan kuat untuk bekerja di sini. Selama Anda menghormati satu sama lain, saya tidak peduli jika rambut Anda panjang, hitam, putih, berjilbab, pekerjaan adalah pekerjaan.

Dengan banyaknya pelayan berhijab di restorannya, Hana menuturkan kalau beberapa pelanggan sering bertanya mengapa mereka memakai jilbab dan apa maknanya.

"Pelanggan sering bertanya kepada saya seperti 'Mengapa wanita itu memakai (jilbab) di kepalanya?'. Saya hanya pergi dan bilang 'Itu simbol dari imannya'," tambah Hana.




(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads