Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cerita Wanita AS Coba Berhijab 1 Hari untuk Kuliah Hingga Bertemu Pacar

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 28 Apr 2017 15:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: K-State
Jakarta - Banyak wanita di luar sana yang penasaran menjadi seorang muslim mengenakan jilbab. Tak heran beberapa di antara mereka ikut berpartisipasi dalam acara Hijab Day. Salah satu mahasiswi Kansas State University mengikuti acara berhijab sehari di kampusnya dan menceritakan pengalaman setelah mengenakan jilbab seharian. Seperti apa kisahnya?

Mahasiswi yang dimaksud bernama Dene Dryden. Dilansir dari situs Kstatecollegian, Dene menceritakan pengalamannya ketika mencoba berjilbab selama di kampus, datang kursus, hingga bertemu kekasihnya. Wanita kulit putih ini mencoba berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh komunitas muslim Kansas State Muslim Students Association's yakni 'A Day in Hijab'.


Dikatakan Dene banyak mahasiswi non-muslim yang mengenakan kerudung selama satu hari dan berbagi pengalaman mereka dalam pertemuan selanjutnya. Dene menjadi salah satu mahasiswi yang tertarik mencoba berhijab seharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku pertamakali mendengar A Day in Hijab dari salah satu teman satu kosku yang memang muslim. Ada sekitar enam wanita yang mencoba berhijab satu hari tapi tak ada satup pun yang mengenakannya sampai malam. Makanya aku tertarik mencobanya," ujar Dene.

Dene mencoba memakai jilbab selama di kampus. Ia mengatakan saat berjalan melewati mahasiswi lain yang memakai jilbab, hijabers tersebut menyapanya ramah. Dene mengatakan mahasiswi berhijab itu menyapanya karena senang bisa melihat perempuan lain di kampus yang memakai jilbab seperti dirinya.

Selain itu, mahasiswi baru di kampusnya ini mengatakan harinya berjalan normal. Meski ada beberapa orang bertanya-tanya tentang jilbab yang dikenakannya namun ia tidak mendapatkan tatapan sinis atau aneh ketika ke kampus memakai jilbab.

"Mereka juga bertanuya apakah aku merasa hangat memakai baju dan celana panjang. Beberapa orang bertanya seperti itu. Tapi aku tidak melihat ada tatapan aneh atau seperti mengulitiku. Ada pula dua orang yang bertanya dengan ramah apa aku benar-benar seorang muslim," cerita Dene lagi.

Pengalaman memakai jilbab cukup menakjubkan buatnya. Ketika ia mengikuti paduan suara pun, Dene merasa terkejut sendiri karena ia satu-satunya wanita yang mengenakan jilbab di ruangan itu. Namun karena yang mengikuti latihan paduan suara berasal dari beragam ras dan latar belakang jadi tidak ada yang menganggap Dene aneh atau sinis.

Setelah latihan paduan suara, Dene menutup hari dengan bertemu sang kekasih. Ia tidak mengatakan kalau hari itu memakai jilbab. Lalu bagaimana reaksi sang kekasih?

"Aku menutup hari dengan bertemu kekasihku. Aku tidak mengatakan kepadanya bahwa aku akan mengenakan jilbab. Ketika dia melihatku dia memuji jilbabku. Dia sudah tahu aku seperti apa dan aku sudah cerita mengenai acara hijab itu. Jadi dia tidak terlalu terkejut melihatku memakainya," jelas Dene.

Setelah seharian menggunakan jilbab, Dene merasa hijab tetap membuatnya nyaman dan memberikan pengalaman mengesankan. Perjuangan terbesar menurutnya saat memakai jilbab adalah angin dan rasa panas.

"Perjuangan terbesarku adalah angin dan panas. Aku percaya K-State terbuka dan menerima semua orang," tambahnya lagi.

(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads