Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2017

Pesan Meyda Safira untuk Peserta Sunsilk Hijab Hunt dengan Bakat Menyanyi

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 10 Apr 2017 17:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara
Jakarta - Aktris cantik Meyda Safira menjadi bagian dari audisi Sunsilk Hijab Hunt 2017 di setiap kota, mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Palembang, hingga kini Medan. Meyda melihat kalau bakat menyanyi sangat mendominasi di audisi Sunsilk Hijab Hunt 2017 dari kota ke kota.

Ketika unjuk bakat menyanyi, sebagian besar hijabers lebih senang membawakan lagu internasional atau penyanyi luar negeri. Padahal menurut bintang sinetron Ketika Cinta Bertasbih itu, banyak lagu musisi lokal serta tradisional yang bisa menjadi pilihan. Wanita 28 tahun ini pun berharap peserta di kota lain akan lebih banyak menyanyikan lagu Indonesia serta daerah.

"Ini kota keempat, rata-rata peserta menampilkan nyanyi. Persaingan kontestan dengan bakat itu sangat ketat makanya PR juga buat peserta yang nyanyi agar bisa lebih unik dan bagus. Lagu yang dibawakan juga aku harap nggak dari luar terus, harus lebih banyak Indonesia," ujar Meyda saat ditemui Wolipop di Four Points, Jl. Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa menjadi bagian dari Sunsilk Hijab Hunt, Meyda mengaku senang. Ajang ini bisa menunjukkan kalau berhijab tidak menghambat muslimah untuk tetap berkarya. Melalui karya dan tetap memakai jilbab maka muslimah bisa merepresentasikan Islam dengan baik.

Selama mengikuti proses audisi kontes unjuk bakat tingkat nasional itu, ada beberapa momen haru yang paling diingat Meyda. Salah satunya ketika ada seorang peserta yang mengaku berhijab karena menyesal tidak bisa memenuhi keinginan ayahnya untuk berjilbab hingga sang ayah meninggal.

"Ada salah satu peserta beliau ini ayahnya sudah nggak ada. Waktu ayahnya masih hidup minta dia berjilbab tapi dia nggak mau, masih buka-tutup. Klimaksnya saat ayahnya meninggal dia nyesal banget. Katanya waktu adalah uang tapi buat Islam waktu adalah pedang, itu artinya berhijab itu nggak bisa ditunda-tunda memang harus disegerakan kalau nggak mau menyesal di kemudian hari," kata wanita berdarah Bandung ini sebelum menutup perbincangan.




(aln/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads