Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2017

Cerita Haru Anak Petani, Peserta Sunsilk Hijab Hunt Medan

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 10 Apr 2017 16:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara
Jakarta - Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2017 di Medan, Sumatera Utara, telah selesai diselenggarakan pada Sabtu (8/4/2017) hingga Minggu (9/4/2017). Kontes unjuk bakat yang memasuki tahun keenamnya tersebut memiliki beberapa cerita haru dari para peserta yang maju ke tahap dua. Mulai dari anak petani yang terpaksa mengamen hingga pengakuan hijabers di-bully karena berhijab mewarnai audisi Sunsilk Hijab Hunt Medan. Berikut beberapa peserta yang menangis di atas panggung audisi Sunsilk Hijab Hunt.

Tak Diizinkan Suami

Cerita Haru Anak Petani, Peserta Sunsilk Hijab Hunt MedanFoto: Arina Yulistara

Salah satu peserta bernama Afra Afifah Fanny yang unjuk bakat menyanyi sempat menangis di atas panggung audisi ajang unjuk bakat berhadiah umrah dan total uang tunai ratusan juta rupiah itu. Nycta Gina dan Lulu Elhasbu sebagai juri tamu di Medan bertanya mengapa ia menangis juga terlihat sedih saat unjuk bakat padahal lagunya gembira.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya Afra mengaku tidak diizinkan suami ikut Sunsilk Hijab Hunt. Sementara ia ingin ikut terlebih lagi sang ibunda sangat mendorong hijabers berusia 19 tahun yang baru menikah dua bulan itu untuk mencoba audisinya. Dilema antara orangtua dan suami membuat penampilan Afra kurang maksimal.

"Suami nggak beri izin takut kalau lolos ke Jakarta nanti dia ditinggal. Jadi dia nggak hadir. Tapi aku ke sini karena kemauanku sama mau menyenangkan mamaku," jelas Afra.

Di-bully Saat Jadi Model

Cerita Haru Anak Petani, Peserta Sunsilk Hijab Hunt MedanFoto: Arina Yulistara

Cerita sedih lainnya datang dari hijabers yang unjuk bakat tari lilin yaitu Ayesha Yasintha. Wanita 19 tahun ini merupakan seorang model. Ia bercerita pernah mengalami pengalaman buruk karena menjadi model hijab.

Wanita dengan sapaan akrab Yesha itu pernah di-bully oleh model-model lain yang tidak berjilbab. Bahkan Yesha sampai menangis saat menceritakannya. "Mereka bilang jadi model kok berjilbab, apa yang mau dijual? Mereka juga jauhin aku tapi aku tetap tegar. Waktu itu juga pernah aku ikut lomba model masuk 10 besar tahunya aku dibohongi sampai aku nangis hanya karena aku berjilbab," cerita Ayesha.

Anak Petani

Cerita Haru Anak Petani, Peserta Sunsilk Hijab Hunt MedanFoto: Arina Yulistara

Adapun kisah dari seorang anak petani yang jago main gitar, Patmawati Dalimunthe. Ceritanya sungguh menggugah hati, di mana ia harus berjuang tetap kuliah dan mencari uang karena ekonomi keluarga. Karena masih kuliah di Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Patma memilih mencari uang dengan mengamen ketika masuk semester 3.

Patma pergi mengamen seminggu dua kali setiap habis Isya sampai pukul 23.00 di depan rumah makan atau rumah sakit. Pekerjaan tersebut dilakukannya selama kurang lebih dua tahun untuk menambah uang kuliahnya.

Selain itu, Patma juga sempat sakit yang membuatnya tidak boleh kelelahan. Wanita 22 tahun ini sedikit bercerita kalau ia pernah terserang penyakit di mana pembuluh darah di belakang kepala tidak mengalir ke otak. Hal tersebut membuatnya lupa nama orang, nama tempat, hingga ada beberapa bagian tubuh yang sulit digerakkan.

Patma mengaku sedih saat terserang penyakit tersebut karena ia tidak bisa lagi membantu orangtuanya mencari uang. Namun ia tak berputus asa, ketika keadaannya sedang buruk Patma memilih untuk menghapal juz-juz dalam Al Quran.

"Ketika kita menghapal Al Quran maka kita akan dibantu sama Allah, dilancarkan urusannya, rezekinya, semoga ini bisa membantu orangtua, semoga kita bisa berkumpul di akherat nanti," kata Patma kepada Wolipop.

Ditinggal Ibu

Cerita Haru Anak Petani, Peserta Sunsilk Hijab Hunt MedanFoto: Arina Yulistara

Satu lagi cerita haru yang dialami oleh peserta bernama Gita Fariska. Mahasiswi Jurusan Keperawatan Stikes Deli Husada ini menampilkan bakat menyanyi dan puisi tentang seorang ibu. Ia begitu menghayati aksinya di atas panggung. Namun saat ditanya oleh juri, Gita bercerita kalau ia ditinggal pergi ibundanya sejak berusia tiga tahun.

Meski kini peserta yang menggunakan gaun daur ulang dari plastik tersebut sudah tahu keberadaan ibunya namun ia takut untuk berjumpa. Ia pun mengatakan rindu pelukan ibu. Ia juga turut memberikan semangat kepada ayahnya yang selalu berjuang untuknya selama ini.


(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads