Cantik, Wajah Asli Hijabers Dalam Poster yang Dipakai Protes ke Trump
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 25 Jan 2017 14:45 WIB
Jakarta
-
Saat inaugurasi Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang ke-45, sejumlah masyarakat di negeri Paman Sam itu melakukan unjuk rasa. Demo tak hanya digelar kawasan Washington DC tapi hingga ke Pennsylvania.
Banyak masyarakat yang berunjuk rasa untuk kaum minoritas salah satunya wanita muslim. Bahkan banyak wanita yang sengaja menggunakan jilbab sebagai aksi solidaritas ketika turun ke jalan. Poster bergambar ilustrasi wanita mengenakan jilbab bendera Amerika dibawa oleh para pendemo untuk protes ke Trump.
Poster tersebut bertuliskan 'We The People' yang dibuat dalam bentuk ilustrasi. Gambar ilustrasi di poster bukan berupa grafis tapi diambil dari wajah wanita asli yang memang mengenakan jilbab bendera Amerika. Siapa wanita berjilbab di balik poster itu?
Dia adalah Munira Ahmed. Wanita 32 tahun itu bersedia menjadi wajah dalam poster untuk protes ke orang nomor satu di Amerika tersebut. Munira mengatakan bahwa ia bangga bisa mewakili wanita muslim lainnya untuk mendapatkan keadilan terkait haknya sebagai warga negara yang bebas berekspresi serta beragama.
"Ini (poster) seperti mengatakan 'Saya warga Amerika sama seperti Anda'. Saya warga Amerika dan saya muslim, saya sangat bangga dengan keduanya," ujar Munira setelah pulang ke New York pasca ikut unjuk rasa ke Washington DC seperti dilansir dari The Guardian.
Baca Juga: 30 Kontestan Miss Universe Kontroversial
Munira memang belum berjilbab tapi ia merupakan seorang muslim. Ia memiliki paras yang manis berkulit kecokelatan. Potret Munira yang kemudian dibuat menjadi ilustrasi merupakan hasil kerjasama antara fotografer New York Ridwan Adhami dan seniman terkenal Amerika, Shepard Fairey.
Fairey juga dikenal setelah pernah membuat ilustrasi Barack Obama yang merupakan simbol harapan saat menjabat sebagai Presiden AS ke-44. Kemudian karyanya dalam membuat ilustrasi Munira saat mengenakan jilbab bendera AS menjadi dipakai seluruh masyarakat yang pergi protes ke Trump.
Dalam pawai di berbagai kota besar Amerika pada Sabtu (21/1/2017), poster bergambar wanita asal Queens itu berada di mana-mana. Bahkan wajahnya juga tampil di iklan satu halaman penuh dalam surat kabar nasional seperti New York Times dan Washington Post. Bisa menjadi wajah 'protes' ke Trump yang mewakili suara wanita muslim di Amerika, Munira mengaku merasa bangga.
"Ini suatu kehormatan karena bisa mewakili semuanya. Ini bukan berarti anti-Amerika atau apa pun. Ini hanya untuk mengatakan 'Saya (wanita berhijab) adalah warga Amerika sama seperti Anda," tambahnya kemudian.
(ays/ays)
Banyak masyarakat yang berunjuk rasa untuk kaum minoritas salah satunya wanita muslim. Bahkan banyak wanita yang sengaja menggunakan jilbab sebagai aksi solidaritas ketika turun ke jalan. Poster bergambar ilustrasi wanita mengenakan jilbab bendera Amerika dibawa oleh para pendemo untuk protes ke Trump.
Poster tersebut bertuliskan 'We The People' yang dibuat dalam bentuk ilustrasi. Gambar ilustrasi di poster bukan berupa grafis tapi diambil dari wajah wanita asli yang memang mengenakan jilbab bendera Amerika. Siapa wanita berjilbab di balik poster itu?
Foto: Ridwan Adhami |
Dia adalah Munira Ahmed. Wanita 32 tahun itu bersedia menjadi wajah dalam poster untuk protes ke orang nomor satu di Amerika tersebut. Munira mengatakan bahwa ia bangga bisa mewakili wanita muslim lainnya untuk mendapatkan keadilan terkait haknya sebagai warga negara yang bebas berekspresi serta beragama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 30 Kontestan Miss Universe Kontroversial
Munira memang belum berjilbab tapi ia merupakan seorang muslim. Ia memiliki paras yang manis berkulit kecokelatan. Potret Munira yang kemudian dibuat menjadi ilustrasi merupakan hasil kerjasama antara fotografer New York Ridwan Adhami dan seniman terkenal Amerika, Shepard Fairey.
Fairey juga dikenal setelah pernah membuat ilustrasi Barack Obama yang merupakan simbol harapan saat menjabat sebagai Presiden AS ke-44. Kemudian karyanya dalam membuat ilustrasi Munira saat mengenakan jilbab bendera AS menjadi dipakai seluruh masyarakat yang pergi protes ke Trump.
Dalam pawai di berbagai kota besar Amerika pada Sabtu (21/1/2017), poster bergambar wanita asal Queens itu berada di mana-mana. Bahkan wajahnya juga tampil di iklan satu halaman penuh dalam surat kabar nasional seperti New York Times dan Washington Post. Bisa menjadi wajah 'protes' ke Trump yang mewakili suara wanita muslim di Amerika, Munira mengaku merasa bangga.
"Ini suatu kehormatan karena bisa mewakili semuanya. Ini bukan berarti anti-Amerika atau apa pun. Ini hanya untuk mengatakan 'Saya (wanita berhijab) adalah warga Amerika sama seperti Anda," tambahnya kemudian.
(ays/ays)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
2
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
3
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab
4
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
5
Sosok Alix Earle, Influencer Viral yang Disebut Pacar Baru Tom Brady
MOST COMMENTED












































Foto: Ridwan Adhami