Ratusan Wanita AS Pakai Jilbab Demi Protes ke Donald Trump
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 24 Jan 2017 13:08 WIB
Amerika Serikat
-
Sejumlah masyarakat Amerika Serikat (AS) menentang kebijakan Donald Trump terutama terkait kaum minoritas. Bahkan mereka juga melakukan unjuk rasa demi protes ke pengusaha sekaligus politikus itu. Seperti yang dilakukan para wanita AS pasca pelantikan Trump pada Jumat (20/1/2017).
Dikutip dari Lehighvalleylive, dua jam setelah inaugurasi Trump, sekitar 200 orang pawai di Allentown, Pennsylvania, AS. Mereka pawai dengan berjalan kaki untuk merayakan keragaman masyarakat di Amerika.
200 orang yang pawai didominiasi oleh wanita walaupun ada beberapa pria yang turun ke jalan. Para wanita mengenakan jilbab sebagai aksi solidaritas. Bahkan mereka juga menamakan gerakan ini 'Hijab Solidarity Day'. Peserta pawai didorong untuk mengenakan jilbab sebagai tanda solidaritas terhadap gadis dan wanita muslim yang pernah mendapatkan sikap diskriminasi hanya karena penggunaan jilbabnya.
Masyarakat yang ikut turun ke jalan harus menggunakan jilbab setelah diatur oleh komunitas lintas agama di Pennsylvania, Power Northeast. Mereka berkumpul di Resurrected Life Community Church, jalan Ninth dan Turner kemudian berbaris sampai tengah kota. Hujan yang turun kala itu tidak mematahkan semangat mereka.
"Acara ini memang mengarah ke pemilu, yang 'memusuhi' perempuan dari kaum minoritas khususnya muslim Amerika, masyarakat Latin, imigran, dan orang-orang Yahudi," ujar Jude-Laure Denis, Direktur Eksekutif dari Power Northeast.
Dalam pawai tersebut, para wanita mengenakan jilbab yang beraneka ragam. Beberapa di antaranya hanya menggunakan selendang yang dililitkan di atas kepala. Mereka juga membawa poster bertuliskan 'Love Wins! Hijab Solidarity Day' dan 'Rise Up! Hijab Solidarity Day'.
Tidak hanya itu, ada sebagian orang yang membawa poster wanita menggunakan jilbab bergrafis bendera Amerika. Bahkan beberapa wanita sengaja mengenakan jilbab bergambar bendera Amerika. Perkumpulan tersebut diikuti oleh para pemuka agama, siswa, pekerja, buruh, hingga sejumlah komunitas di Pennsylvania.
Perkumpulan ini bertujuan untuk mengecam pernyataan Trump khususnya mengenai pelarangan umat Islam memasuki AS hingga mengumpulkan imigran untuk dideportasi. Gerakan ini juga bermaksud untuk membuat program positif dalam membangun hubungan di antara masyarakat AS yang sangat beragam. (ays/ays)
Dikutip dari Lehighvalleylive, dua jam setelah inaugurasi Trump, sekitar 200 orang pawai di Allentown, Pennsylvania, AS. Mereka pawai dengan berjalan kaki untuk merayakan keragaman masyarakat di Amerika.
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive |
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive |
200 orang yang pawai didominiasi oleh wanita walaupun ada beberapa pria yang turun ke jalan. Para wanita mengenakan jilbab sebagai aksi solidaritas. Bahkan mereka juga menamakan gerakan ini 'Hijab Solidarity Day'. Peserta pawai didorong untuk mengenakan jilbab sebagai tanda solidaritas terhadap gadis dan wanita muslim yang pernah mendapatkan sikap diskriminasi hanya karena penggunaan jilbabnya.
Masyarakat yang ikut turun ke jalan harus menggunakan jilbab setelah diatur oleh komunitas lintas agama di Pennsylvania, Power Northeast. Mereka berkumpul di Resurrected Life Community Church, jalan Ninth dan Turner kemudian berbaris sampai tengah kota. Hujan yang turun kala itu tidak mematahkan semangat mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive |
Dalam pawai tersebut, para wanita mengenakan jilbab yang beraneka ragam. Beberapa di antaranya hanya menggunakan selendang yang dililitkan di atas kepala. Mereka juga membawa poster bertuliskan 'Love Wins! Hijab Solidarity Day' dan 'Rise Up! Hijab Solidarity Day'.
Tidak hanya itu, ada sebagian orang yang membawa poster wanita menggunakan jilbab bergrafis bendera Amerika. Bahkan beberapa wanita sengaja mengenakan jilbab bergambar bendera Amerika. Perkumpulan tersebut diikuti oleh para pemuka agama, siswa, pekerja, buruh, hingga sejumlah komunitas di Pennsylvania.
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive |
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive |
Perkumpulan ini bertujuan untuk mengecam pernyataan Trump khususnya mengenai pelarangan umat Islam memasuki AS hingga mengumpulkan imigran untuk dideportasi. Gerakan ini juga bermaksud untuk membuat program positif dalam membangun hubungan di antara masyarakat AS yang sangat beragam. (ays/ays)












































Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive
Foto: Sue Beyer/lehighvalleylive