Tampilkan Wanita Berhijab di Katalog, Brand Target Jadi Kontroversi

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 17 Jan 2017 14:10 WIB
Foto: Twitter
Jakarta - Menyesuaikan momen akhir libur sekolah di Januari, brand Target Australia mengeluarkan katalog terbaru 'back to school'. Ada yang berbeda dari katalog sebelumnya, kali ini Target Australia menampilkan wanita berhijab hingga anak-anak berkebutuhan khusus.

Pihak Target mengatakan katalog ini memang dibuat untuk menunjukkan adanya keragaman etnis masyarakat Australia. "Kami selalu berusaha menjadi inklusif untuk iklan kami. Apa itu kaitannya dengan usia, jenis kelamin, etnis, atau disabilitas, kami menyukai keragaman. Kami menemukan keragaman di pelanggan dan selalu berusaha untuk mencerminkannya dalam iklan kami," papar Target Australia dalam sebuah pernyataan resminya.

Karena menghadirkan model berhijab dalam katalog terbarunya, Target menuai kontroversi. Banyak yang memuji tapi ada juga yang menyerangnya melalui media sosial.
Tampilkan Wanita Berhijab di Katalog, Brand Target Jadi KontroversiFoto: Twitter

Beberapa orang mengatakan kalau Target bukan menunjukkan keragaman tapi spesifik ke agama. Responden seolah tidak terima kalau hanya hijab yang ditampilkan tapi tidak ada atribut dari agama lain.

"Saya harap Target memiliki seorang wanita Kristen yang mengenakan salib besar agar tidak hanya mempromosikan satu agama saja. Ini bukan etnis, ini agama, Anda mengiklankan agama. Etnis dan agama itu berbeda," komentar seorang pengguna internet bernama Vettie Marr di Facebook.

Sonia Stephenson juga sependapat dengan Vettie. Ia mengatakan bahwa Target tidak bisa menunjukkan yang dimaksud multikultural dalam masyarakat. Meski sudah menampilkan wanita berkulit hitam dan anak-anak disabilitas, Target masih dianggap tak mewakili semua ras, agama, serta budaya.

Di Twitter, pemilik akun @NickNchlsn menuliskan bahwa ini semua terkait politik. "Ada biaya untuk menjadi kaki-tangan Islam dan politik. Dapatkah kamu tebak berapa pengeluarannya?" kicaunya.

Sementara pengguna Twitter lain @StaunchA menuturkan kalau tidak ada satu pun model yang mewakili agama Hindu dan Buddha. Ini bisa menyebabkan Target diboikot oleh para pemeluk agama tersebut.

"When people see you overcompensating for a religion that denigrates women, they'll boycott you. Your loss!" tulisnya.
Tampilkan Wanita Berhijab di Katalog, Brand Target Jadi KontroversiFoto: Twitter

Meski dikritik oleh sejumlah pihak namun banyak yang memberikan pujian terhadap langkah Target di awal tahun ini. Seperti yang diungkapkan oleh pemilik akun Facebook, Mary Mehwish.

"Terima kasih, Target. Mewakili seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus dan menjadi wanita berjilbab yang begitu dekat dengan kita," tulisnya.

Pengguna Facebook lainnya juga mengatakan suka dengan visual terbaru dari Target yang menampilkan keragaman budaya serta etnis dalam masyarakat Australia. Mereka senang katalog tak hanya mewakili masyarakat tapi juga kelompok minoritas.

"Bagus untuk melihat orang-orang dengan kemampuan berbeda-beda dan latar belakang budaya di katalog terbaru," ujar Cathy Taylor.

Responden lainnya, Sam Gillespie, juga mengungkapkan kalau ia senang dengan cara Target menggambarkan budaya dalam katalog tersebut. "Target memecah stereotipe dan berbagi gambar sebenarnya dari penduduk Aussie. Ini fantastis dan saya terkesan," komentarnya. (ays/ays)