Lebih dari 1.000 Wanita Muslim AS Belajar Bela Diri di Awal 2017
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 03 Jan 2017 11:42 WIB
Amerika
-
Sejak Donald Trump menang pilpres Amerika Serikat, banyak wanita muslim mulai mengikuti kelas pertahanan diri. Gunanya untuk melindungi diri sendiri dari penyerangan Islamophobia yang dilaporkan meningkat terutama setelah pemilu.
Salah satu hijabers yang menjadi pelopor kelas pertahanan diri untuk wanita muslim adalah Rana Abdelhamid. Pekerja volunteer ini sempat menjadi perbincangan di 2016 karena membantu para wanita muslim untuk menemukan kekuatan dalam diri mereka dalam melawan Islamophobia. Tak hanya itu, ia pun membuat seri fotografi berjudul 'Hijabis of New York' untuk membantu meredakan stereotipe buruk tentang Islam.
Rana juga dikenal sebagai pendiri Initiative Perempuan untuk Self-Empowerment (WISE) dan telah membuka kelas pertahanan diri di tujuh kota Amerika. Dilansir dari WMOT, lebih dari 1.000 wanita muslim hingga saat ini telah mendaftar untuk mengikuti kelas pertahanan diri tersebut.
Ketika diwawancara, Rana mengatakan bahwa pengalaman lah yang membuat para wanita muslim sadar untuk bisa melindungi diri sendiri lebih dari biasanya.
Sejak 2015 kasus kejahatan kebencian di Amerika Serikat melonjak 67% menurut FBI. Angka tersebut kian meningkat selama proses pemilu pada akhir 2016.
Rana pun mengingat kejadian ketika ia menjadi korban dari Islamophobia. Kejadian yang cukup membuatnya trauma itu menyadarkan Rana kalau ia harus berbuat lebih untuk membantu wanita muslim lainnya. Karena itulah tercetus program WISE.
"Saya ingat (ketika diserang dulu), dia pria yang lebih tinggi dari saya. Dia mengenakan bomber jacket dan berusaha menarik paksa jilbab saya. Dia menatap saya dengan kebencian," kenang Rana.
Rana yang jago karate tentu bisa melawan penyerang itu. Ia pun berhasil melarikan diri tanpa cedera fisik tapi cukup membuatnya terkejut. Setelah insiden yang dialaminya sendiri, Rana kemudian memiliki ide untuk menawarkan kelas bela diri secara sukarela. Mulai dari mengetuk pintu masjid satu per satu untuk mengajak para hijabers belajar bela diri hingga kini telah membuka kelas pertahanan diri di tujuh kota.
Dalam kelas bela diri yang dirikannya, Rana mengajarkan beberapa teknik dasar ketika diserang mendadak oleh orang tak dikenal di tempat umum. Salah satunya dengan menekuk dagu mereka saat diserang agar jilbab tidak mencekik leher ketika ditarik.
Banyak wanita AS yang tertarik mempelajarinya. Mereka mengaku ikut kelas pertahanan diri demi menjaga diri sendiri dan orang-orang yang dicintai. Seperti Mirriam Shah yang mengaku belajar bela diri tak hanya untuk melindungi dirinya tapi juga anak-anaknya.
"Aku tidak takut, aku belajar ini untuk melindungi anak-anakku. Aku juga membawa dua putri kecilku (berusia 12 tahun dan 4 tahun) agar mereka juga bisa," ujar Mirriam.
Rana berharap dengan mengikuti kelas pertahanan diri, para wanita muslim bisa lebih kuat dan tegar dalam menghadapi gejolak yang terjadi di masyarakat. Mereka juga bisa menunjukkan 'suara' masing-masing dan tidak lagi menjadi korban diskriminasi dengan alasan kebencian.
"Selain teknik dasar bela diri, saya pikir hal ini penting diambil wanita agar mereka lebih kuat dalam segala hal. Mereka juga bisa lebih berani mengutarakan keinginan merkea dan menjaga tubuh mereka," tambahnya kemudian. (ays/ays)
Salah satu hijabers yang menjadi pelopor kelas pertahanan diri untuk wanita muslim adalah Rana Abdelhamid. Pekerja volunteer ini sempat menjadi perbincangan di 2016 karena membantu para wanita muslim untuk menemukan kekuatan dalam diri mereka dalam melawan Islamophobia. Tak hanya itu, ia pun membuat seri fotografi berjudul 'Hijabis of New York' untuk membantu meredakan stereotipe buruk tentang Islam.
Rana juga dikenal sebagai pendiri Initiative Perempuan untuk Self-Empowerment (WISE) dan telah membuka kelas pertahanan diri di tujuh kota Amerika. Dilansir dari WMOT, lebih dari 1.000 wanita muslim hingga saat ini telah mendaftar untuk mengikuti kelas pertahanan diri tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 2015 kasus kejahatan kebencian di Amerika Serikat melonjak 67% menurut FBI. Angka tersebut kian meningkat selama proses pemilu pada akhir 2016.
Rana pun mengingat kejadian ketika ia menjadi korban dari Islamophobia. Kejadian yang cukup membuatnya trauma itu menyadarkan Rana kalau ia harus berbuat lebih untuk membantu wanita muslim lainnya. Karena itulah tercetus program WISE.
"Saya ingat (ketika diserang dulu), dia pria yang lebih tinggi dari saya. Dia mengenakan bomber jacket dan berusaha menarik paksa jilbab saya. Dia menatap saya dengan kebencian," kenang Rana.
Foto: Ist. |
Rana yang jago karate tentu bisa melawan penyerang itu. Ia pun berhasil melarikan diri tanpa cedera fisik tapi cukup membuatnya terkejut. Setelah insiden yang dialaminya sendiri, Rana kemudian memiliki ide untuk menawarkan kelas bela diri secara sukarela. Mulai dari mengetuk pintu masjid satu per satu untuk mengajak para hijabers belajar bela diri hingga kini telah membuka kelas pertahanan diri di tujuh kota.
Dalam kelas bela diri yang dirikannya, Rana mengajarkan beberapa teknik dasar ketika diserang mendadak oleh orang tak dikenal di tempat umum. Salah satunya dengan menekuk dagu mereka saat diserang agar jilbab tidak mencekik leher ketika ditarik.
Banyak wanita AS yang tertarik mempelajarinya. Mereka mengaku ikut kelas pertahanan diri demi menjaga diri sendiri dan orang-orang yang dicintai. Seperti Mirriam Shah yang mengaku belajar bela diri tak hanya untuk melindungi dirinya tapi juga anak-anaknya.
"Aku tidak takut, aku belajar ini untuk melindungi anak-anakku. Aku juga membawa dua putri kecilku (berusia 12 tahun dan 4 tahun) agar mereka juga bisa," ujar Mirriam.
Rana berharap dengan mengikuti kelas pertahanan diri, para wanita muslim bisa lebih kuat dan tegar dalam menghadapi gejolak yang terjadi di masyarakat. Mereka juga bisa menunjukkan 'suara' masing-masing dan tidak lagi menjadi korban diskriminasi dengan alasan kebencian.
"Selain teknik dasar bela diri, saya pikir hal ini penting diambil wanita agar mereka lebih kuat dalam segala hal. Mereka juga bisa lebih berani mengutarakan keinginan merkea dan menjaga tubuh mereka," tambahnya kemudian. (ays/ays)
Pakaian Wanita
Bisa Simpan Kartu Hingga Jadi Dompet Mini! Ini Rekomendasi Lanyard ID Card yang Fungsional
Elektronik & Gadget
Video Makin Cinematic Tanpa Ribet dengan TNW M01 PRO Gimbal 3 Axis yang Bikin Konten Naik Level!
Elektronik & Gadget
Anti Gerah Saat Silaturahmi di Hari Lebaran, Ini Kipas Portable GOOJODOQ yang Wajib Kamu bawa!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Lembut dan Glowing, Upgrade Sabun Mandi Biasa dengan Shower Oil Andalan yang Melembabkan Maksimal!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rendezvous Modest Market x BSN, Bazar Lebaran dengan Diskon hingga 70%
Baju Lebaran 2026
Beli Sarimbit Lebaran di Bazar Rendezvous AEON Tanjung Barat, Diskon 70%
Baju Lebaran 2026
Tren Dress Lebaran 2026 di Tanah Abang: Motif Floral & Etnik, Busui Friendly
7 Ide Outfit Hijab untuk Bukber yang Stylish, Kasual hingga Formal
Cara Memakai Hijab Segi Empat Simple dan Modis
Most Popular
1
Menteri Wanita Ini Didesak Jawab Isu Selingkuh dengan Penasihatnya
2
Penampilan Anna MEOVV di Fashion Show Chloe, Gayanya Bak Princess Jadi Viral
3
Foto: Bintang Bridgerton Bantah Disebut Plus Size, Ngaku Pakai Size M
4
Baju Lebaran 2026
Beli Sarimbit Lebaran di Bazar Rendezvous AEON Tanjung Barat, Diskon 70%
5
Park Min Young Ungkap Kisah Adegan Ciuman dengan Wi Ha Joon di Siren's Kiss
MOST COMMENTED












































Foto: Ist.