Bagi-bagi Bunga Mawar di Stasiun Kereta London, 3 Hijabers Ini Dipuji Netizen
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 16 Des 2016 15:30 WIB
London
-
Kekhawatiran akan penyerangan Islamophobia dirasakan oleh seluruh umat muslim yang tinggal di negara barat terutama setelah pemilu di Amerika Serikat (AS) selesai. Untuk menghilangkan rasa khawatir tersebut, beberapa hijabers mengikuti kelas bela diri agar lebih aman ketika berpergian menggunakan hijab.
Tidak hanya bela diri, masyarakat muslim juga menggelar acara hijab untuk meredakan stereotipe tentang muslim. Bahkan masyarakat non-muslim pun banyak yang turut berpartisipasi mengikuti acara hijab sebagai bentuk aksi solidaritas.
Tiga wanita muda berhijab mencoba melakukan kegiatan positif di tempat umum untuk membantu meningkatkan citra Islam. Salah satu wanita muda yang bernama Iysha Arun bersama dua temannya berdiri di sekitar Forest Hill Station, London, Inggris.
Ketiga hijabers muda tersebut membawa bunga mawar untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat pengguna jasa kereta api. Aksi itu dilakukan untuk merespon penyerangan Islamophobia yang terjadi pada Senin (12/12/2016).
Pelaku kini sudah tertangkap dan alasannya memang karena kebencian terhadap masyarakat muslim. Ia menyerang seorang pria bernama Muhammad Askar Ali yang menderita luka tusuk di kepala dan tubuhnya. Sang pelaku juga berteriak akan membunuh muslim.
Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan. Para relawan muslim ini justru ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan indah jadi tidak perlu ditakutkan. Karena itu, mereka membagikan bunga mawar sebagai tanda kasih kepada sesama.
Teman Iysha, Gulistan Arslan, mengatakan bahwa mereka ingin menunjukkan aksi damai di masyarakat. Melihat niat baik ketiga wanita berhijab dalam setelan yang kasual, polisi di Forest Hill Station pun turut membantu membagikan bunga.
"Polisi di sana membantu kami memberikan mawar juga. Itu benar-benar suasana yang penuh cinta," ujar Gulistan kepada Evening Standart.
Aksi para hijabers ini juga mendapat respon positif dari orang-orang yang datang ke Forest Hill Station pada Rabu (14/12) lalu. Gulistan mengatakan beberapa orang bahkan memberikan pelukan kepada mereka.
"Kita pergi untuk menyebarkan perdamaian di masyarakat dengan memberikan mawar. Banyak orang datang dan mendekati kami. Kami juga bertemu wanita yang mengatakan kalau aksi kami ini membuat hatinya luluh. Bahkan aku juga terkejut beberapa orang mendekati kami dan memberikan pelukan. Itu membuat mataku berkaca-kaca," tambah hijabers berusia 23 tahun itu.
Respon positif tidak hanya datang dari orang sekitar tapi juga media sosial. Ya, mereka banjir pujian netizen ketika sedang bagi-bagi bunga di area Forest Hill Station.
Salah satu yang berkomentar adalah pengguna akun Twitter @RhonaPool. Ia berkomentar kalau aksi ini menjadi cara yang baik untuk menumbuhkan rasa cinta dalam masyarakat.
"Lovely women at Forest Hill Station offering roses to all, beautiful gesture of community healing and love," kicaunya di Twitter.
Pengguna akun Twitter lains eperti @tombridge89, @MaggieCWilliams, @MikeHainesCE, juga menuturkan hal serupa. Mereka memuji aksi berani tiga wanita berhijab muda untuk membagikan bunga atas nama muslim tanpa takut penyerangan dari Islamophobia.
Menerima banyak komentar positif dari netizen, Iysha mengucapkan terima kaish. Ia berharap aksinya bersama teman-teman muslimnya bisa menumbuhkan harapan, rasa cinta, perdamaian yang besar.
(ays/ays)
Tidak hanya bela diri, masyarakat muslim juga menggelar acara hijab untuk meredakan stereotipe tentang muslim. Bahkan masyarakat non-muslim pun banyak yang turut berpartisipasi mengikuti acara hijab sebagai bentuk aksi solidaritas.
Tiga wanita muda berhijab mencoba melakukan kegiatan positif di tempat umum untuk membantu meningkatkan citra Islam. Salah satu wanita muda yang bernama Iysha Arun bersama dua temannya berdiri di sekitar Forest Hill Station, London, Inggris.
Foto: Twitter |
Ketiga hijabers muda tersebut membawa bunga mawar untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat pengguna jasa kereta api. Aksi itu dilakukan untuk merespon penyerangan Islamophobia yang terjadi pada Senin (12/12/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan. Para relawan muslim ini justru ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan indah jadi tidak perlu ditakutkan. Karena itu, mereka membagikan bunga mawar sebagai tanda kasih kepada sesama.
Teman Iysha, Gulistan Arslan, mengatakan bahwa mereka ingin menunjukkan aksi damai di masyarakat. Melihat niat baik ketiga wanita berhijab dalam setelan yang kasual, polisi di Forest Hill Station pun turut membantu membagikan bunga.
"Polisi di sana membantu kami memberikan mawar juga. Itu benar-benar suasana yang penuh cinta," ujar Gulistan kepada Evening Standart.
Foto: Twitter |
Aksi para hijabers ini juga mendapat respon positif dari orang-orang yang datang ke Forest Hill Station pada Rabu (14/12) lalu. Gulistan mengatakan beberapa orang bahkan memberikan pelukan kepada mereka.
"Kita pergi untuk menyebarkan perdamaian di masyarakat dengan memberikan mawar. Banyak orang datang dan mendekati kami. Kami juga bertemu wanita yang mengatakan kalau aksi kami ini membuat hatinya luluh. Bahkan aku juga terkejut beberapa orang mendekati kami dan memberikan pelukan. Itu membuat mataku berkaca-kaca," tambah hijabers berusia 23 tahun itu.
Respon positif tidak hanya datang dari orang sekitar tapi juga media sosial. Ya, mereka banjir pujian netizen ketika sedang bagi-bagi bunga di area Forest Hill Station.
Salah satu yang berkomentar adalah pengguna akun Twitter @RhonaPool. Ia berkomentar kalau aksi ini menjadi cara yang baik untuk menumbuhkan rasa cinta dalam masyarakat.
"Lovely women at Forest Hill Station offering roses to all, beautiful gesture of community healing and love," kicaunya di Twitter.
Pengguna akun Twitter lains eperti @tombridge89, @MaggieCWilliams, @MikeHainesCE, juga menuturkan hal serupa. Mereka memuji aksi berani tiga wanita berhijab muda untuk membagikan bunga atas nama muslim tanpa takut penyerangan dari Islamophobia.
Menerima banyak komentar positif dari netizen, Iysha mengucapkan terima kaish. Ia berharap aksinya bersama teman-teman muslimnya bisa menumbuhkan harapan, rasa cinta, perdamaian yang besar.
(ays/ays)
Home & Living
Philips GC160, Solusi Menyetrika Lebih Cepat & Hemat Listrik
Home & Living
Rekomendasi Sabun Cuci Tangan Ukuran Jumbo yang Hemat dan Nyaman Dipakai
Makanan & Minuman
Tropicana Slim Sweetener Stevia, Solusi Praktis Kurangi Gula Harian
Elektronik & Gadget
Cari Earbuds Noise Canceling? TWS Ringkas Ini Kini Banyak Dilirik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
Ternyata Ini Perselingkuhan yang Paling Menyakitkan bagi Pria dan Wanita
2
17 Tahun Menanti, Annisa Yudhoyono Pamer Foto Hamil Anak Kedua di Usia 44
3
Apa Itu 'Furap'? Istilah Viral yang Menjodohkan Fuji dan Reza Arap
4
10 Drama Korea Terbaru April 2026, Bertabur Visual IU Hingga Go Youn Jung
5
Ratu Kecantikan Vietnam Tampil Tanpa Makeup Demi Peran, Malah Banjir Kritik
MOST COMMENTED












































Foto: Twitter
Foto: Twitter