Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Donald Trump Jadi Presiden, Hijabers Ini Ajarkan Bela Diri untuk Wanita

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 21 Nov 2016 18:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Chicago - Wanita modern saat ini banyak yang berlatih bela diri. Bahkan sebagian dari mereka sudah dipercaya menjadi pelatih ketangkasan diri. Tidak sedikit di antara mereka yang mengenakan jilbab. Salah satunya adalah wanita berhijab muda Zaineb 'Zee' Abdulla.

Zaineb merupakan vice president dari Deaf Planet Soul (DPS) lembaga nonprofit yang berbasis di Chicago dalam memberdayakan orang-orang tunarungu. Hijabers 24 tahun itu bertugas memberikan pelatihan bela diri kepada wanita yang memiliki keterbatasan dalam mendengar serta disabilitas.

Sebagai pelatih bela diri wanita, Zaineb menuturkan bahwa setiap wanita perlu memiliki ketangkasan untuk melawan kejahatan yang bisa membahayakannya. Wanita muslim juga dianjurkan bisa bela diri untuk melawan menjaga penyerangan fisik dari Islamophobia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zaineb menilai insiden rasis dan kekerasan terhadap masyarakat muslim mengalami lonjakan sejak terpilihnya Donald Trump jadi Presiden Amerika Serikat. Oleh karena itu, khususnya wanita muslim perlu belajar bela diri agar tidak menjadi korban diskriminasi.

"Pasca pemilu terdapat lonjakan kejahatan dengan alasan kebencian, pertahanan diri lebih penting sekarang dari sebelumnya," ujar Zaineb melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam akun media sosialnya tersebut, Zaineb juga mengunggah video bela diri untuk wanita baik yang mengalami penyerangan dari depan maupun belakang. Zaineb pun meminta kepada para pengikutnya untuk berbagi video pelatihan bela diri tersebut kepada seluruh wanita di dunia.

"Please share widely, especially with our sisters in the 'redder' states," tulisnya lagi.

Video bela diri itu menjadi populer yang telah ditonton lebih dari 291 ribu pengguna internet. Zaineb pun menerima permintaan dari banyak komunitas untuk memberikan pelatihan kepada mereka mulai dari sekolah-sekolah, kursus satu atau dua jam yang singkat, hingga mengisi seminar.

Zaineb yang dihubungi oleh Misho Ceko, ketua instruktur dari Chicago Mixed Martial Arts, mengisi seminar dengan tema 'Hate Crime Survival Seminar'. Ia mengajarkan langkah-langkah membela diri dari lawan bertubuh besar.

Zaineb menuturkan bahwa gerakan yang dilakukan berbasis dari bela diri Brazilian Jui Jitsu yang kemudian secara khusus dibuat untuk membantu orang bertubuh kecil melawan penyerang berbadan besar.

"Saya sudah mencoba gerakan ini pada pria yang sangat besar dan selalu berhasil," saran Zaineb.

Dengan pengajaran bela diri sederhana yang ditunjukkan, Zaineb berharao para peserta bisa lebih percaya diri dan mempunyai rasa aman tersendiri.

"100 persen dari peserta menunjukkan bahwa dirinya lebih percaya diri," tambahnya.

(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads