Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hijabers Cantik Ini Jadi Murid Berhijab Pertama di Sekolah Militer Amerika

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 17 Okt 2016 13:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. NBC
Jakarta - Sana Hamze menjadi hijabers yang baru saja mencatatkan sejarah di Amerika Serikat. Wanita cantik ini menjadi murid pertama di sekolah militer yang diizinkan memakai jilbab.

Sana baru saja memulai kuliah di Corps of Cadets, Norwich University, Northfield, Amerika Serikat. Sebelum wanita 18 tahun itu masuk ke sekolah tersebut, Universitas Norwich membuat perubahan pada peraturan mereka. Perubahan itu adalah mengizinkan murid-murid mereka memakai hijab.

Wanita asal Florida, Amerika Serikat itu pun masuk ke sekolah militer tersebut dengan hijabnya. Sana tidak merasa dirinya adalah sosok yang berbeda. "Aku mahasiswi normal pada umumnya. Aku sangat bahagia di sini," katanya seperti dikutip NBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski Sana merasa normal, tidak demikian dengan teman-temannya di kampus. Dia mengaku kerap didatangi oleh mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang ingin tahu mengenai hijabnya.

"Banyak yang bertanya, apa sebutannya untuk yang aku pakai ini? Apa artinya hijabku ini?" ujar Sena mengingat pertanyaan-pertanyaan dari temannya.
Foto: Dok. NBC

Penampilan Sana dengan hijabnya sebenarnya tidak terlihat mencolok. Meski diizinkan memakai hijab, dia tetap harus mengenakan hijab yang warnanya senada dengan seragam militernya. Saat diwawancara NBC, dia tampak memakai hijab berwarna cokelat yang mirip dengan warna kulitnya.

Untuk urusan seragam, dia juga tampil berbeda. Dia boleh mendapatkan seragam lengan panjang dan celana panjang. Sementara murid lainnya memakai kemeja lengan pendek.

Dengan menjadi mahasiswi sekolah militer, Sana berharap bisa menjadi bagian dari pasukan angkatan laut setelah lulus. Dia ingin ikut menjaga keamanan Amerika Serikat, termasuk dari serangan ISIS.

Hijabers Cantik Ini Jadi Murid Berhijab Pertama di Sekolah Militer AmerikaFoto: Facebook Sana Hamze


"Kami muslim percaya dengan kedamaian. Aku mencintai negaraku dan aku mencintai agamaku. Dan Norwich mengizinkanku untuk datang ke sini, tetap memakai hijabku dengan seragam, yang dengan sempurna menunjukkan betapa aku menyukai keduanya," tuturnya.

Sana sebelumnya menjadi buah bibir ketika dia sudah diterima di Corps of Cadets, namun tidak bisa memakai hijabnya. Dan pihak kampus tersebut tidak mau mengubah peraturan mereka untuk mengakomodir keinginannya.

"Mereka tidak mau aku hadir di sekolah dengan identitasku. Mereka ingin aku terlihat seperti yang lainnya," katanya.

Sana beruntung karena kabar pelarangan memakai hijab ini menjadi viral. Pihak Universitas Norwich akhirnya mengubah peraturan mereka. (eny/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads