Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hijabers Ini Buat Petisi Agar Diizinkan Tanding Basket Memakai Jilbab

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 10 Agu 2016 17:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Facebook
Jakarta - Hijab kini bukan lagi halangan untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk olahraga basket. Namun Federasi Basket Internasional masih menerapkan aturan larangan untuk wanita berhijab bertanding basket.

Aturan yang dianggap diskriminatif ini 'digugat' oleh seorang hijabers asal Sudan yang tengah tinggal di Inggris. Wanita bernama Asma Elbadawi yang sehari-harinya adalah pebasket dan pelatih basket itu membuat petisi yang meminta International Basketball Federation (Fiba) mengubah aturannya. Asma berharap Fiba mengizinkan siapapun yang mengenakan hijab, turban atau penutup kepala religius lainnya bisa ikut dalam pertandingan basket.

Petisi yang diunggah Asma ke situs Change ini sudah mendapat dukungan lebih dari 91 ribu nama. Petisi tersebut menargetkan mendapat 150 ribu tandatangan untuk meminta Fiba mengganti aturannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asma bukan satu-satunya atlet basket yang pernah mengajukan petisi tersebut. Sebelumnya pada dua tahun lalu hijabers yang juga pebasket keturunan Bosnia-Amerika Serikat, Indira Kaljo, membuat petisi serupa.



"Semua orang yang sudah mendukung petisiku dua tahun lalu, aku sangat berterimakasih. Tapi perjuanganku masih berlanjut. Aku masih belum bisa bertanding," katanya melalui video yang diunggah ke You Tube.

Pebasket berhijab Bilqis Abdul-Qaadir yang menjadi wanita berjilbab pertama yang bisa mendapatkan kesempatan bertanding basket di tingkat universitas juga menyampaikan kesedihan serupa. Dia sedih karena sampai saat ini belum bisa menjadi atlet basket di level yang lebih tinggi.

"Aku bermimpi bisa bermain basket secara profesional," ujarnya.

Sampai saat ini Fiba belum memberikan komentarnya terkait petisi yang dibuat Asma dan Indira tersebut. Kabarnya federasi basket tersebut akan mengumumkan keputusan mereka terkait hijab ini pada Agustus 2016 ini. (eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads