Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ikut Olimpiade, Atlet Berhijab Ini Khawatir Pulang ke AS karena Islamophobia

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 05 Agu 2016 18:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Jakarta - Ibtihaj Muhammad menjadi sorotan media massa jelang Olimpiade yang akan berlangsung mulai 5 Agustus hingga 21 Agustus 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Sekitar 12.500 atlet bertanding di ajang kejuaraan dunia tersebut. Para atlet berasal dari 206 negara dan Ibtihaj merupakan salah satu atlet perwakilan Amerika Serikat (AS) untuk cabang olahraga anggar.

Ibtihaj juga berhasil mencetak sejarah dengan menjadi atlet berhijab pertama yang mewakili AS di Olimpiade. Wanita 30 tahun itu berharap keikutsertaannya di ajang kompetisi olahraga dunia bisa meredakan Islamophobia. Ia ingin menunjukkan bahwa wanita berhijab bukan ancaman tapi justru bisa membanggakan negaranya dengan prestasi yang diraih di ajang kejuaraan dunia.

Meski memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa ia bisa berprestasi di Olimpiade namun wanita asal New Jersery itu mengaku merasa khawatir dengan hal-hal yang terjadi di Amerika belakangan ini. Teror bom di beberapa negara Eropa membuatnya takut pulang ke rumah pasca Olimpiade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibtihaj menuturkan kalau kini kelompok anti Islam di AS semakin meningkat. Hal tersebut membuatnya merasa tidak aman saat nanti pulang ke AS setelah Olimpiade. Bahkan ia mengaku sering merasa tidak aman setiap pulang ke rumah karena banyaknya perampokan dan kasus-kasus yang dialami wanita berhijab.

"(Saya merasa tidak aman) sepanjang waktu. Terkadang saya merasa seseorang mengikuti saat pulang dari latihan dan mencoba melaporan saya ke polisi. Aku sangat vokal tentang hal ini karena aku ingin orang-orang tahu bahwa aku bukan hal baru. Aku bukan sesuatu yang aneh, aku hanya wanita berhijab sama seperti lainnya," seru Ibihaj seperti dilansir dari The Daily Beast.

Ibtihaj juga menyerukan kepada para hijabers muda agar tetap menjadi diri sendiri bagaimana pun keadaannya. Meski semakin banyak Islamophobia tapi jangan sampai 'menyerah' dengan melepas jilbab yang telah dikenakan selama ini. Coba melawan Islamophobia dengan prestasi serta kebaikan.

Wanita lulusan Duke University itu juga meminta para wanita berhijab untuk mengembangkan diri dan mengikuti passion masing-masing. Seperti dirinya yang memilih menjadi atlet anggar sejak duduk di bangku sekolah dan tidak pernah menyerah walaupun mengenakan jilbab.

Ibtihaj pun mengaku sangat bersemangat untuk mengikuti Olimpiade pertamanya ini. Belum lagi dukungan langsung Presiden AS Barack Obama yang diberikan kepadanya saat bertemu di awal tahun ini.

"Dia (Presiden Obama) mengatakan kepadaku untuk membawa pulang emas dari Olimpiade," cerita Ibtihaj.








(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads