Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Desainer 'Hijabers Mom Community' Show di Hari Ke-2 Muslim Fashion Festival

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 27 Mei 2016 09:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Tren busana muslim di Indonesia mulai bergerak ke arah yang sama, yakni menjadi lebih sederhana, namun tetap tampil elegan. Salah satunya terbukti dari karya desainer yang tergabung dalam Hijabers Mom Community; Monika Jufry, Irna Mutiara, Hannie Hananto dan Najua Yanti.

Keempat desainer menampilkan karya terbaru dengan berbagi panggung di hari kedua Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2016, Plaza Selatan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2016) malam. Masing-masing memiliki karakter sendiri malam itu, tapi hampir semua memberi opsi busana muslim yang simpel, potongan loose, dalam warna natural.

Panggung runway dibuka oleh karya Monika Jufry dengan Sessa Red Label-nya. Mengusung tema Detail Dialogue, Monika memberi sentuhan maskulin lewat garis guntingan yang tegas. Namun siluetnya tetap feminin seperti gaun maksi dengan cape, atau outer panjang yang elegan. Penggunaan material dalam warna abu-abu, warna kulit dan hitam juga dipilih dalam efek mengkilap agar karyanya tetap terasa mewah di balik kesederhanaannya.

Adapun karya Irna Mutiara dari label La Perle, terdiri atas gaun-gaun panjang, atau padanan tumpuk antara tunik dan celana lebar demi mempertahankan esensi syar'i sesuai karakter desainer. Kesan yang ditawarkan tetap ringan dan cantik karena warna pilihannya pun berkutat pada pastel. Terlihat pula organza sebagai outer demi tampil dramatis dan payet mutiara menjadi aksennya, sepert di garis lipatan tangan atau dibuat ornamen pada hijab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari bergaya feminin, penikmat mode diberikan opsi busana muslim lainnya yang lebih edgy di segi potongan dan pilihan warna yang solid, yaitu Nautical Symetrical oleh Hannie Hananto. Desainer bermain dengan desain pada coat yang tegas dan struktural. Dihiasi lapel besar dan aksen garis-garis atau biru navy ala pelaut. Sementara padanannya dibuat simpel, seperti dress panjang putih atau blouse dan celana lebar untuk menyeimbangkan tampilan coat yang mendominasi.

Jaket-jaket yang terkesan lebih ringan kemudian dipresentasikan oleh Najua Yanti. Desainer yang terinspirasi dari film 'Divergent' itu mengangkat klan Amity sebagai inspirasi utamanya.

Mengikuti karakternya, Amity di mata Najua dibentuk sebagai sosok wanita yang terlihat sederhana namun tetap memiliki jiwa modern. Pandangan ini dituangkan lewat gaun panjang atu jaket yang diberi guntingan asimetris atau coat panjang draper sebagai aksen. Untuk menampilkan kesan sederhana, warna yang diambil juga tampak natural seperti dusty pink, abu-abu, hijau zaitun dan putih gading. (asf/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads