Sunsilk Hijab Hunt 2016
Aksi Debus, Hijabers Banten Ini Buat Juri Sunsilk Hijab Hunt Tegang
Alissa Safiera - wolipop
Sabtu, 07 Mei 2016 18:32 WIB
Jakarta
-
Berbusana cantik memakai gaun putih dan atribut bunga serta emas, siapa sangka peserta Sunsilk Hijab Hunt bernama Mega ini menampilkan bakat yang membuat juri tegang, yaitu debus.
Mega adalah mahasiswi asal Banten dan ingin melestarikan budaya khas daerahnya, yang salah satunya adalah debus. Kepada para juri ketika audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 Jakarta, Sabtu (7/5/2016), wanita berusia 21 tahun itu unjuk kebolehan dan membawa golok tajam sebagai properti.
Awalnya Mega menari jaipong, kemudian menunjukkan beberapa aksi silat dan terakhir mengeluarkan goloknya. Agar terlihat lebih meyakinkan dan sebagai bukti goloknya sungguhan, Mega memotong-motong ranting dengan mudahnya memakai golok tersebut. Setelahnya, barulah ia menyayat-nyayat tangan, lidah dan kakinya.
"Di Banten memang sudah umum. Tapi baru belajar pas kuliah, sekitar dua tahun ini. Keluarga awalnya melarang dan ngeri tapi sekarang sudah mendukung. Adikku pun juga mulai ikut debus," ungkapnya.
Mempelajari debus adalah tantangan bagi Mega. Ditambah lagi, ia menggunakan hijab. Ibaratnya, dua imej yang berlawanan, antara wanita berhijab yang tampak anggun dengan debus yang terkesan mistis.
Walau tampak bertentangan, namun menguasai budaya Banten adalah hal membanggakan baginya. Selain itu, ia pun ingin menjadi ikon dan menyebarkan pesan jika kaum wanita bisa melakukan apapun yang dilakukan pria.
Sebelum menampilkan bakatnya, Mega melakukan beberapa ritual. Selama seminggu, ia rutin berpuasa dan banyak membaca doa atau wirit.
"Intinya keyakinan. Kalau kita yakin pasti akan jadi berani. Walau awalnya takut dan gemetar, tapi karena yakin jadi bisa," tutur mahasiswi jurisan bahasa Inggris itu.
(asf/hst)
Mega adalah mahasiswi asal Banten dan ingin melestarikan budaya khas daerahnya, yang salah satunya adalah debus. Kepada para juri ketika audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 Jakarta, Sabtu (7/5/2016), wanita berusia 21 tahun itu unjuk kebolehan dan membawa golok tajam sebagai properti.
Awalnya Mega menari jaipong, kemudian menunjukkan beberapa aksi silat dan terakhir mengeluarkan goloknya. Agar terlihat lebih meyakinkan dan sebagai bukti goloknya sungguhan, Mega memotong-motong ranting dengan mudahnya memakai golok tersebut. Setelahnya, barulah ia menyayat-nyayat tangan, lidah dan kakinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mempelajari debus adalah tantangan bagi Mega. Ditambah lagi, ia menggunakan hijab. Ibaratnya, dua imej yang berlawanan, antara wanita berhijab yang tampak anggun dengan debus yang terkesan mistis.
Walau tampak bertentangan, namun menguasai budaya Banten adalah hal membanggakan baginya. Selain itu, ia pun ingin menjadi ikon dan menyebarkan pesan jika kaum wanita bisa melakukan apapun yang dilakukan pria.
Sebelum menampilkan bakatnya, Mega melakukan beberapa ritual. Selama seminggu, ia rutin berpuasa dan banyak membaca doa atau wirit.
"Intinya keyakinan. Kalau kita yakin pasti akan jadi berani. Walau awalnya takut dan gemetar, tapi karena yakin jadi bisa," tutur mahasiswi jurisan bahasa Inggris itu.
(asf/hst)










































