Sunsilk Hijab Hunt 2016
Kelainan Mata, Peserta Sunsilk Hijab Hunt Palembang Ini Tetap Percaya Diri
Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 23 Apr 2016 15:02 WIB
Jakarta
-
Kelainan fisik tidak menghalangi Riskya Dwi Intan untuk mengikuti audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Grand Atyasa Convention Center, Jl. Kapten A. Anwar Arsyad No. 22, Palembang, Sabtu (23/4/2016). Justru dengan kelainannya, ia ingin membawa pesan positif yang inspiratif.
Riskya datang dengan kondisi fisik yang berbeda dari semua peserta. Mata wanita 22 tahun itu mengalami kejulingan tunggal. Retina pada mata sebelah kiri bergeser sehingga tidak tepat berada di tengah warna putih mata.
"Mataku mulai mengalami kelainan pas SMP. Waktu lahir sih engga kayak gini," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan di sebuah puskesmas di Palembang itu.
Hidup dengan kelainan fisik sempat membuat Riskya minder dan kurang percaya diri. Apalagi ia sering menjadi bahan ejekan dan guyonan teman-temannya. Namun, ia tidak mau rasa minder tersebut selamanya menguasai kehidupannya. Riskya belajar untuk menerima kelebihan dan kekurangan diri sehingga rasa percaya dirinya mulai bangkit.
"Dengan mengikuti ajang Sunsilk Hijab Hunt ini, aku mau menginspirasi teman-teman hijabers yang merasa punya kelainan fisik agar tetap percaya diri dan yakin kita bisa menjadi apapun yang kita mau," ungkap Riskya yang ditemui mengenakan softlens untuk menyiasati kelainan fisiknya.
Di audisi hari pertama Sunsilk Hijab Hunt 2016, Riskya yang hobi bernyanyi memamerkan suara merdunya. Tampil dalam balutan busana serba kuning, anak kedua dari empat bersaudara ini melantunkan 'Ya Saman', sebuah tembang cinta tradisional dari Sumatera Selatan.
"Nyanyi hanya sekedar hobi yang aku gunakan untuk bersyiar," ujar Riskya yang ingin tetap terus berprofesi sebagai bidan.
Riskya mengatakan, menjadi pemenang bukanlah tujuan utamanya. Setidaknya ia sudah membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa kelainan fisik bukanlah sebuah penghalang. "Ada pepatah yang mengatakan kalau usaha itu tidak mengkhianati hasilnya," kata Riskya. (asf/asf)
Riskya datang dengan kondisi fisik yang berbeda dari semua peserta. Mata wanita 22 tahun itu mengalami kejulingan tunggal. Retina pada mata sebelah kiri bergeser sehingga tidak tepat berada di tengah warna putih mata.
"Mataku mulai mengalami kelainan pas SMP. Waktu lahir sih engga kayak gini," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan di sebuah puskesmas di Palembang itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Dengan mengikuti ajang Sunsilk Hijab Hunt ini, aku mau menginspirasi teman-teman hijabers yang merasa punya kelainan fisik agar tetap percaya diri dan yakin kita bisa menjadi apapun yang kita mau," ungkap Riskya yang ditemui mengenakan softlens untuk menyiasati kelainan fisiknya.
Di audisi hari pertama Sunsilk Hijab Hunt 2016, Riskya yang hobi bernyanyi memamerkan suara merdunya. Tampil dalam balutan busana serba kuning, anak kedua dari empat bersaudara ini melantunkan 'Ya Saman', sebuah tembang cinta tradisional dari Sumatera Selatan.
"Nyanyi hanya sekedar hobi yang aku gunakan untuk bersyiar," ujar Riskya yang ingin tetap terus berprofesi sebagai bidan.
Riskya mengatakan, menjadi pemenang bukanlah tujuan utamanya. Setidaknya ia sudah membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa kelainan fisik bukanlah sebuah penghalang. "Ada pepatah yang mengatakan kalau usaha itu tidak mengkhianati hasilnya," kata Riskya. (asf/asf)












































