Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2016

Mentari Ingin Wujudkan Mimpi Jadi Enterprenuer Melalui Sunsilk Hijab Hunt

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 20 Apr 2016 14:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/wolipop
Jakarta - Sunsilk Hijab Hunt 2016 tengah menggelar audisi di kota ketujuh, Yogyakarta. Berbagai bakat unik pun bermunculan, mulai dari dubbing, menari, silat, dan yang satu ini adalah membuat hand crafting atau hasil kerajinan tangan yang dapat menjadi inspirasi berbisnis.

Adalah Mentari Cahayaku, wanita lulusan SMK Teknik Arsitektur yang memiliki mimpi dapat membuka lapangan kerja bagi banyak orang. "Aku memiliki mimpi menjadi wirausaha yang bisa membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang. Lewat Sunsilk Hijab Hunt aku ingin menginspirasi dan menularkan semangat berkarya itu," ucapnya.

Ketika audisi, Mentari memperlihatkan cara membuat bantalan jarum pentul dari kain flanel. Presentasi dibuat menarik dengan tema piknik. Ia menggelar tikar dan dihiasi bunga-bunga dari kain hasil karyanya di dalam vas kaca. Dia pun bercerita jika dirinya tak hanya bisa berkreasi dari kain, namun juga kayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Wanita 20 tahun ini memiliki label furnitur yang hampir seluruh materinya terbuat dari kayu. Ia juga memiliki label lainnya yang fokus pada crafting buatan tangan untuk aksesori.

"Aku sudah memiliki usaha crafting dan furnitur ini sejak 2013. Basicnya memang aku di desain, dan selalu ingin buat sesuatu yang unik. Misalnya dari kayu, nggak cuma jadi furnitur tapi juga aksesori wanita kayak kalung yang aku pakai," tutur Mentari.

Lewat label furnitur bernama Wisudaka Woodmate, hasil desain Mentari sudah tersebar dari Padang, Bali, Bandung, Jakarta hingga ke Aceh. Ia pun mempekerjakan orang-orang di sekitarnya yang diketahuinya dapat membuat kerajinan kayu dengan desain yang ia ciptakan sendiri.

"Aku memutuskan berwirausaha karena aku ingin nantinya punya keluarga, bisa tetap kerja tapi dari rumah. Aku juga ingin mengajak anak muda atau ibu rumah tangga biar mereka bisa melakukan sesuatu yang menghasilkan. Aku nggak mau ada pengangguran, dan sekarang baru mau mulai ajakin ibu-ibu dekat rumahku untuk bantu crafting," tuturnya.

Mentari tak hanya berwirausaha, ia juga duta HIV AIDS di Yogyakarta sejak tahun 2012. Walau awalnya hanya merupakan kegiatan sekolah, namun Mentari semakin mendalaminya ketika lulus. Ia bekerjasama dengan rumah sakit swasta di Yogyakarta, RS Bethesda. Di rumah sakit tersebut ada komunitas yang peduli dengan isu narkoba dan HIV AIDS. Mentari juga ikut menyelenggarakan penyuluhan dan pendidikan tentang seks yang aman di SMA dan kampus-kampus.

Dengan mengikuti ajang Sunsilk Hijab Hunt, ia berharap dapat menjadi inspirasi remaja untuk mulai berwirausaha, khususnya perempuan. "Aku ingin menularkan semangat berkarya dan aku salut dengan panitia Sunsilk Hijab Hunt karena kini ada wadah bagi muslimah menunjukan bakat." (asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads