Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Zahra Lari, Hijabers UAE yang Populer di Kompetisi Ski Es Internasional

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 14 Apr 2016 18:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Jakarta - Beberapa hijabers bisa menuai prestasi di ajang internasional, seperti Ibtihaj Muhammad yang dikenal sebagai atlet anggar serta Kulsoom Abdullah, atlet angkat berat berhijab pertama dan berprestasi. Zahra Lari juga populer sebagai hijabers muda yang sering mewakili United Arab Emirates (UAE) dalam kompetisi ski es internasional.

Zahra pernah mewakili UAE di ajang ski es internasional yang diselenggarakan di Slovakia, Hungaria, dan Italia. Dilansir dari Huffington Post, wanita 21 tahun itu dikabarkan akan mewakili negaranya untuk bertanding di 2018 Winter Olympics, PyeongChang, Korea Selatan.

Zahra bisa maju ke tahap internasional setelah menjadi perwakilan UAE dalam ajang International Skating Union yang digelar pada 2013 silam. Meski menggunakan hijab, bakatnya sebagai skater tidak diragukan. Ia mampu menarik perhatian dengan keindahannya 'menari' di atas es.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita asal Abu Dhabi itu bercerita bahwa ia mulai bermain ice skating sejak berusia 12 tahun setelah menonton film Disney berjudul 'Ice Princess'. Zahra yang memang sudah senang dengan kesenian dan olahraga sejak kecil mengatakan 'menari' di atas es tampaknya menarik dicoba. Namun pertamakali mencoba diakui Zahra ternyata sulit.

"Ketika aku pertamakali melangkah di atas es, aku jatuh. Aku tahu bahwa aku hanya perlu mencari tahu bagaimana berdiri kembali dan terus mencoba. Jadi pertamakali, aku jatuh setelah jatuh terus mencoba dan mencoba," ungkap Zahra kepada Huffington Post.

Meskipun sering terjatuh, Zahra tidak kapok malah ketagihan. Bermain ice skating menjadi hobi baginya. Bahkan ia mengambil latihan empat sampai tujuh jam per hari untuk bermain ice skating.

"Aku menghabiskan waktu berjam-jam di atas es setiap hari Aku punya mimpi dan aku telah menetapkan tujuan untuk itu. Jika aku mencapai tujuan itu maka aku akan melompat kegirangan tapi kalau gagal berarti aku terus latihan," jelas wanita yang menempuh pendidikan di Abu Dhabi University itu.

Zahra menambahkan, hobinya bermain ice skating awalnya ditentang oleh orangtua karena takut ia terluka. Bahkan orangtua pernah melarangnya ikut kompetisi ski es nasional. Namun ketika orangtua menyadari semangat serta ambisinya dalam olahraga tersebut, mereka memberikan dukungan penuh.

"Pernah saat ada kompetisi nasional, orangtua tidak mengizinkanku untuk berpartisipasi. Kemudian aku membawa mereka untuk menonton dan bersorak bersama teman-temanku, saat itu dia (orangtua) melihat bagaimana bahagianya aku dan akhirnya mereka mengerti betapa aku benar-benar mencintai olahraga ini," cerita Zahra.

Zahra akan bergabung dalam pertandingan Olimpiade dunia di 2018. Bila ia benar-benar mewakili UAE dalam kompetisi ski es di olimpiade maka Zahra aakn mengikuti sejumlah atlet berhijab lainnya. Seperti Bahrain Ruqaya Al Ghasara, pernah berpartisipasi dalam Olimpiade di 2004 lalu. Bahrain pun dilaporkan sebagai wanita muslim pertama yang memakai jilbab di Olimpiade. Ada pula Ibtihaj Muhammad, pemain anggar berhijab pertama yang wakili Amerika di Olimpiade 2016. (ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads