Okky Asokawati Ingin Wanita Lebih Aktif di Dunia Politik
Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 09 Apr 2016 17:00 WIB
Jakarta
-
Dunia modeling bukanlah hal yang asing bagi Okky Asokawati. Sejak remaja dirinya aktif menjadi model pemotretan dan berjalan di atas panggung peragaan.
Tetapi rupanya hal itu tidak lagi menjadi pekerjaan utamanya. Kini ia menikmati dunia barunya dengan berkecimpung di dunia politik. Lantas apa alasannya ibu dua anak itu lebih memilih menjadi politisi?
Saat berbincang-bincang pada acara Hijab Day di The Hall Kota Kasablanka, Sabtu (9/4/2016), Okky memaparkan banyak wanita yang seolah takut untuk terjun dan terlibat di dunia politik. Alasannya karena mereka tidak mengerti dan kurang memahami hal-hal yang bersinggungan dengan politik.
"Padahal sebenarnya di dalam ranah politik tidak perlu takut. Banyak hal-hal yang bisa diangkat oleh wanita. Politik itu tidak hanya kekerasan dan kekuasaan," ujar Okky.
Sejujurnya wanita lulusan psikologi Universitas Indonesia itu merasa prihatin karena antusiasme wanita terhadap dunia politik semakin menurun. Wanita yang sudah dua putaran menjadi politisi ini mengatakan, dalam putaran sebelumnya jumlah politisi wanita ada 117 orang. Tetapi kini jumlahnya berkurang menjadi 97 orang.
"Politik itu tidak jahat. Politik juga bisa memberdayakan wanita. Saya yakin bahwa kekuatan wanita bisa membantu wanita lainnya untuk lebih maju. Harapan saya mudah-mudahan akan lebih banyak lagi wanita yang ada di dunia politik dan jumlahnya tidak semakin turun," tambahnya.
Saat ditanya tentang kesulitannya menjadi politisi, wanita yang sudah berhijab lebih dari 10 tahun lalu itu menjawab bahwa banyak pihak yang menyoroti bahwa politisi adalah pekerjaan negatif. Namun ia menilai bahwa jika dirinya benar-benar bekerja dan mengabdi untuk rakyat, lambat-laun hasil kerjanya bisa dilihat oleh masyarakat banyak.
"Waktu yang akan menentukan dan menilai bahwa mana wakil rakyat yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan mana yang memang memiliki tujuan lain di luar itu," tutupnya. (itn/sra)
Tetapi rupanya hal itu tidak lagi menjadi pekerjaan utamanya. Kini ia menikmati dunia barunya dengan berkecimpung di dunia politik. Lantas apa alasannya ibu dua anak itu lebih memilih menjadi politisi?
Saat berbincang-bincang pada acara Hijab Day di The Hall Kota Kasablanka, Sabtu (9/4/2016), Okky memaparkan banyak wanita yang seolah takut untuk terjun dan terlibat di dunia politik. Alasannya karena mereka tidak mengerti dan kurang memahami hal-hal yang bersinggungan dengan politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejujurnya wanita lulusan psikologi Universitas Indonesia itu merasa prihatin karena antusiasme wanita terhadap dunia politik semakin menurun. Wanita yang sudah dua putaran menjadi politisi ini mengatakan, dalam putaran sebelumnya jumlah politisi wanita ada 117 orang. Tetapi kini jumlahnya berkurang menjadi 97 orang.
"Politik itu tidak jahat. Politik juga bisa memberdayakan wanita. Saya yakin bahwa kekuatan wanita bisa membantu wanita lainnya untuk lebih maju. Harapan saya mudah-mudahan akan lebih banyak lagi wanita yang ada di dunia politik dan jumlahnya tidak semakin turun," tambahnya.
Saat ditanya tentang kesulitannya menjadi politisi, wanita yang sudah berhijab lebih dari 10 tahun lalu itu menjawab bahwa banyak pihak yang menyoroti bahwa politisi adalah pekerjaan negatif. Namun ia menilai bahwa jika dirinya benar-benar bekerja dan mengabdi untuk rakyat, lambat-laun hasil kerjanya bisa dilihat oleh masyarakat banyak.
"Waktu yang akan menentukan dan menilai bahwa mana wakil rakyat yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan mana yang memang memiliki tujuan lain di luar itu," tutupnya. (itn/sra)











































